Pembatasan Aktivitas Warga, Bikin Pelaku Usaha di Depok Menangis
Kamis, 10 September 2020 - 08:51 WIB
loading...
Pembatasan aktivitas warga yang diterapkan Pemerintah Kota Depok selama pandemi COVID-19 dirasakan sangat berdampak terhadap para pelaku usaha. Foto/SINDOnews
A
A
A
DEPOK - Pembatasan aktivitas warga yang diterapkan Pemerintah Kota Depok selama pandemi COVID-19 dirasakan sangat berdampak terhadap para pelaku usaha. Selain omzet yang menurun, ada juga pengusaha mengurangi jumlah pegawai karena tak sanggup membayar gaji.
Salah satunya karyawan Matahari Department Store (MDS) di Detos, semula jumlah karyawan mencapai 400 orang. Saat ini hanya tersisa 100 orang karena tidak diperpanjang kontrak kerjanya. “Kita ini awalnya punya karyawan hampir 400 sekarang tinggal 100-an karena kita tidak sanggup bayar kalau kondisinya seperti ini,” kata Store Manager MDS, Dadan, Kamis (10/9/2020).
Dia mengatakan, sejak pandemi usaha ritelnya mengalami penurunan omzet. Pada pertengahan Juni omzet turun hingga 70% atau hanya 30% saja angka harapan. Berangsur naik menjadi 40% pada Juli 2020 dan Agustus merangkak sampai 50%. “Sudah 50% saya harap pertumbuhan ini naik lagi kan lihat trennya. Eh jamnya dibatasin drop lagi sampe jadi 30% lagi,” ucapnya.
Sebelumnya, jumlah traffic mencapai 1.500 orang per hari. Namun saat ini tersisa 200 orang pengunjung. Dengan adanya pembatasan kuota hanya 50% dari normal saja, kata Dadan jumlahnya masih sangat jauh.
“Kita hanya punya rata-rata 400 orang per harinya, padahal kondisi normal bisa 3.000 orang yang masuk. Jadi boro-boro penuh, ramai pun enggak untuk saat ini,” akunya. (Baca juga; PSBB Kembali ke Awal, Asphija: Angin Surga Berlalu )
Salah satunya karyawan Matahari Department Store (MDS) di Detos, semula jumlah karyawan mencapai 400 orang. Saat ini hanya tersisa 100 orang karena tidak diperpanjang kontrak kerjanya. “Kita ini awalnya punya karyawan hampir 400 sekarang tinggal 100-an karena kita tidak sanggup bayar kalau kondisinya seperti ini,” kata Store Manager MDS, Dadan, Kamis (10/9/2020).
Dia mengatakan, sejak pandemi usaha ritelnya mengalami penurunan omzet. Pada pertengahan Juni omzet turun hingga 70% atau hanya 30% saja angka harapan. Berangsur naik menjadi 40% pada Juli 2020 dan Agustus merangkak sampai 50%. “Sudah 50% saya harap pertumbuhan ini naik lagi kan lihat trennya. Eh jamnya dibatasin drop lagi sampe jadi 30% lagi,” ucapnya.
Sebelumnya, jumlah traffic mencapai 1.500 orang per hari. Namun saat ini tersisa 200 orang pengunjung. Dengan adanya pembatasan kuota hanya 50% dari normal saja, kata Dadan jumlahnya masih sangat jauh.
“Kita hanya punya rata-rata 400 orang per harinya, padahal kondisi normal bisa 3.000 orang yang masuk. Jadi boro-boro penuh, ramai pun enggak untuk saat ini,” akunya. (Baca juga; PSBB Kembali ke Awal, Asphija: Angin Surga Berlalu )
Lihat Juga :