IPDN Wisuda 1.305 Mahasiswa, Mendagri Ingatkan Lulusan Tak Hanya Cari Gelar Tapi Berpikir Ilmiah
Kamis, 24 Juli 2025 - 08:20 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian hadir langsung pada Sidang Senat Terbuka di Kampus IPDN, Jatinangor. Foto/istimewa
A
A
A
JATINANGOR - Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN ) kembali melahirkan 1.305 para pemikir di bidang Ilmu Pemerintahan. Mereka adalah mahasiswa yang mengikuti wisuda Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Doktor Ilmu Pemerintahan dan Program Profesi Kepamongprajaan.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang hadir langsung pada Sidang Senat Terbuka mengatakan eksistensi IPDN menjadi sangat penting karena merupakan pusat untuk melahirkan para pemikir di bidang Ilmu Pemerintahan.
“IPDN merupakan tempat lahirnya Aparatur Sipil Negara (ASN) profesional yang bisa menjalankan pemerintahan yang efektif dan efisien sehingga nantinya menjadi kunci untuk dapat survive di dunia”, tutur Tito, Rabu (23/7/2025).
Baca juga: Passing Grade dan Rincian Tes SKD SPCP IPDN 2025, Cek Nilai Kelulusan
“Hingga tahun ini, IPDN telah menghasilkan 34.278 alumni baik dari Program Sarjana Terapan, Magister, Doktor dan Program Profesi Kepamongprajaan. Para lulusan ini akan semakin memperkuat sistem pemerintahan di Indonesia,” sambungnya.
Tito juga mengingatkan para lulusan IPDN tidak hanya mencari gelar tapi juga harus dapat berpikir secara ilmiah. Hal ini senada dengan pernyataan Joseph Mayone Stycos, if theory without policy is for academics then policy without theory is for gamblers. Hanya berteori tapi tidak pernah direalisasikan itu hanya untuk berwacana atau diskusi bagi para akademik, nilainya menjadi kurang.
Baca juga: Sekolah Kedinasan IPDN 2025 Resmi Dibuka, Syarat TOEFL Tuai Protes Netizen
”Sebaliknya jika membuat kebijakan terutama bagi para pengambil kebijakan tanpa didasarkan pada teori atau basis data itu gambling. Yang terbaik adalah membuat kebijakan didasarkan kepada data atau teori yang ilmiah,” ucapnya.
Rektor IPDN Halilul Khairi menyampaikan tahun ini wisudawan IPDN terdiri atas wisudawan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan sebanyak 1.110 orang, wisudawan Program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan 81 orang, wisudawan Program Doktor Ilmu Pemerintahan 56 orang dan Program Profesi Kepamongprajaan 58 orang.
“Wisudawan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan atas nama Suwandi, asal pendaftaran Sulawesi Tenggara menerima penghargaan Kartika Astha Brata,” ujarnya.
Sedangkan 9 wisudawan lainnya mendapatkan penghargaan Kartika Sapta Abdi Praja yakni Denesha Putri Patricia Naseer asal pendaftaran dari DKI Jakarta, Ya Hanna Erviana asal pendaftaran Jawa Tengah, Ni Luh Gede Gita Putri Prita Sari asal pendaftaran Provinsi Bali, Muhammad Irfan Kurniawan asal pendaftaran provinsi Jawa Timur,
Kadek Agus Yuda Permana asal pendaftaran Provinsi Bali, I Gede Bayu Adi Prabawa asal pendaftaran Provinsi Bali. M. Sultthan Muna Akbarsyah asal pendaftaran Provinsi Aceh, Stevan Sandro Tua Sagala asal pendaftaran Provinsi Jawa Barat dan Raiden A.N. Fuy asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sedangkan dari program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Doktor Ilmu Pemerintahan dan Program Profesi Kepamongprajaan yang meraih wisudawan terbaik yakni Jufrirahman, Sekda Provinsi Sulawesi Selatan dengan IPK 3,869, Rihkal Jauhri Salendra yang bertugas pemerintah Kabupaten Sangihe dengan IPK 3,962 dan Tinla Tina Saprinawati yang bertugas di Kabupaten Garut dengan IPK 3,89.
“Semoga para lulusan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dengan sebaik-baiknya, bermanfaat bagi bangsa, negara dan masyarakat serta dapat berbuat baik dan menjaga nama baik almamater dengan berperilaku yang baik dan positif dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan akademik,” ujar Rektor IPDN.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang hadir langsung pada Sidang Senat Terbuka mengatakan eksistensi IPDN menjadi sangat penting karena merupakan pusat untuk melahirkan para pemikir di bidang Ilmu Pemerintahan.
“IPDN merupakan tempat lahirnya Aparatur Sipil Negara (ASN) profesional yang bisa menjalankan pemerintahan yang efektif dan efisien sehingga nantinya menjadi kunci untuk dapat survive di dunia”, tutur Tito, Rabu (23/7/2025).
Baca juga: Passing Grade dan Rincian Tes SKD SPCP IPDN 2025, Cek Nilai Kelulusan
“Hingga tahun ini, IPDN telah menghasilkan 34.278 alumni baik dari Program Sarjana Terapan, Magister, Doktor dan Program Profesi Kepamongprajaan. Para lulusan ini akan semakin memperkuat sistem pemerintahan di Indonesia,” sambungnya.
Tito juga mengingatkan para lulusan IPDN tidak hanya mencari gelar tapi juga harus dapat berpikir secara ilmiah. Hal ini senada dengan pernyataan Joseph Mayone Stycos, if theory without policy is for academics then policy without theory is for gamblers. Hanya berteori tapi tidak pernah direalisasikan itu hanya untuk berwacana atau diskusi bagi para akademik, nilainya menjadi kurang.
Baca juga: Sekolah Kedinasan IPDN 2025 Resmi Dibuka, Syarat TOEFL Tuai Protes Netizen
”Sebaliknya jika membuat kebijakan terutama bagi para pengambil kebijakan tanpa didasarkan pada teori atau basis data itu gambling. Yang terbaik adalah membuat kebijakan didasarkan kepada data atau teori yang ilmiah,” ucapnya.
Rektor IPDN Halilul Khairi menyampaikan tahun ini wisudawan IPDN terdiri atas wisudawan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan sebanyak 1.110 orang, wisudawan Program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan 81 orang, wisudawan Program Doktor Ilmu Pemerintahan 56 orang dan Program Profesi Kepamongprajaan 58 orang.
“Wisudawan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan atas nama Suwandi, asal pendaftaran Sulawesi Tenggara menerima penghargaan Kartika Astha Brata,” ujarnya.
Sedangkan 9 wisudawan lainnya mendapatkan penghargaan Kartika Sapta Abdi Praja yakni Denesha Putri Patricia Naseer asal pendaftaran dari DKI Jakarta, Ya Hanna Erviana asal pendaftaran Jawa Tengah, Ni Luh Gede Gita Putri Prita Sari asal pendaftaran Provinsi Bali, Muhammad Irfan Kurniawan asal pendaftaran provinsi Jawa Timur,
Kadek Agus Yuda Permana asal pendaftaran Provinsi Bali, I Gede Bayu Adi Prabawa asal pendaftaran Provinsi Bali. M. Sultthan Muna Akbarsyah asal pendaftaran Provinsi Aceh, Stevan Sandro Tua Sagala asal pendaftaran Provinsi Jawa Barat dan Raiden A.N. Fuy asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sedangkan dari program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Doktor Ilmu Pemerintahan dan Program Profesi Kepamongprajaan yang meraih wisudawan terbaik yakni Jufrirahman, Sekda Provinsi Sulawesi Selatan dengan IPK 3,869, Rihkal Jauhri Salendra yang bertugas pemerintah Kabupaten Sangihe dengan IPK 3,962 dan Tinla Tina Saprinawati yang bertugas di Kabupaten Garut dengan IPK 3,89.
“Semoga para lulusan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dengan sebaik-baiknya, bermanfaat bagi bangsa, negara dan masyarakat serta dapat berbuat baik dan menjaga nama baik almamater dengan berperilaku yang baik dan positif dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan akademik,” ujar Rektor IPDN.
(cip)
Lihat Juga :