Bule Rusia Jadi Korban Penyekapan dan Pemerasan, Aset Kripto Rp10 Miliar Raib
Selasa, 22 Juli 2025 - 18:09 WIB
loading...
WNA asal Rusia dan Kazakhstan diduga menjadi korban intimidasi, penyekapan, serta pemerasan di vila kawasan Canggu, Badung, Bali, Senin (14/7/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BADUNG - WNA asal Rusia dan Kazakhstan diduga menjadi korban intimidasi, penyekapan, serta pemerasan oleh sindikat kriminal di villa tempat tinggalnya kawasan Canggu, Badung, Bali, Senin (14/7/2025). Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Badung dan tengah dalam penyelidikan.
Salah seorang korban, Vladimir Usatenko mengatakan, pelaku beranggotakan empat pria bertopeng. Mereka mengaku sebagai aparat, lengkap dengan senjata tajam menyusup ke vila sekitar pukul 00.00 Wita. Baca juga: Bareskrim Polri Tetapkan 2 Tersangka Jaringan Internasional TPPO ke Myanmar
Saat berhasil masuk ke dalam vila, pelaku menyerang korban dan menahan pasangan dan rekan perempuannya. "Tangan dan kaki kami diikat dengan tali plastik, mulut dilakban, lalu mengancam akan memotong tubuh kami jika berteriak. Kami bahkan juga dipaksa menelan obat misterius oleh pelaku," katanya.
Dalam kondisi diikat, korban dipaksa menunjukkan ponselnya untuk mengakses dompet kripto, galeri poto, aplikasi keuangan, media sosial, untuk meretas akun exchange. Beberapa jam setelah melancarkan aksinya, pada pukul 06.45 Wita, pelaku melarikan diri, meninggalkan korban dalam kondisi luka-luka. "Para pelaku membawa kabur aset kripto kami senilai USD674.000 atau setara Rp10 miliar," jelasnya.
Setelah dilaporkan ke aparat setempat, polisi sempat melakukan pelacakan digital. Hasilnya, ditemukan beberapa perangkat korban di kawasan Old Man’s, Canggu, yang tersimpan dalam sebuah tas ransel.
Sebagai informasi, insiden semacam ini sebelumnya pernah terjadi dengan modus operandi yang serupa terhadap WNA di Bali. Pertama, 9 Juli di Jimbaran, seorang pria WNA asal Rusia diserang di rumahnya oleh dua pria bertopeng. Ia ditodong pistol dan dipaksa menyerahkan USD150.000. Baca juga: 2 Cewek Rusia Digerebek, Diduga Buka Praktik Prostitusi di Bali
Kedua, pada 27 Juni di Mengwi. Perempuan WNA asal Ukraina diserang pukul 02.25 dini hari. Ia dipukul, diikat, dan dipaksa transfer kripto USD30.000 serta menyerahkan perhiasan.Ketiga, pada 15 Desember 2024 di Ungasan. Dua WNA dipaksa masuk ke mobil, disiksa di vila, dan kehilangan kripto senilai lebih dari USD214.000.
Indisen ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran publik, terutama terhadap citra Bali sebagai destinasi wisata yang aman. Terlebih beredar dugaan terkait adanya jaringan kriminal internasional terorganisir. Sebab, semua serangan dilakukan secara matang, menyasar WNA berprofesi di dunia kripto, dan dilakukan pelaku bertopeng yang memiliki pengetahuan tentang aset digital korban.
Salah seorang korban, Vladimir Usatenko mengatakan, pelaku beranggotakan empat pria bertopeng. Mereka mengaku sebagai aparat, lengkap dengan senjata tajam menyusup ke vila sekitar pukul 00.00 Wita. Baca juga: Bareskrim Polri Tetapkan 2 Tersangka Jaringan Internasional TPPO ke Myanmar
Saat berhasil masuk ke dalam vila, pelaku menyerang korban dan menahan pasangan dan rekan perempuannya. "Tangan dan kaki kami diikat dengan tali plastik, mulut dilakban, lalu mengancam akan memotong tubuh kami jika berteriak. Kami bahkan juga dipaksa menelan obat misterius oleh pelaku," katanya.
Dalam kondisi diikat, korban dipaksa menunjukkan ponselnya untuk mengakses dompet kripto, galeri poto, aplikasi keuangan, media sosial, untuk meretas akun exchange. Beberapa jam setelah melancarkan aksinya, pada pukul 06.45 Wita, pelaku melarikan diri, meninggalkan korban dalam kondisi luka-luka. "Para pelaku membawa kabur aset kripto kami senilai USD674.000 atau setara Rp10 miliar," jelasnya.
Setelah dilaporkan ke aparat setempat, polisi sempat melakukan pelacakan digital. Hasilnya, ditemukan beberapa perangkat korban di kawasan Old Man’s, Canggu, yang tersimpan dalam sebuah tas ransel.
Sebagai informasi, insiden semacam ini sebelumnya pernah terjadi dengan modus operandi yang serupa terhadap WNA di Bali. Pertama, 9 Juli di Jimbaran, seorang pria WNA asal Rusia diserang di rumahnya oleh dua pria bertopeng. Ia ditodong pistol dan dipaksa menyerahkan USD150.000. Baca juga: 2 Cewek Rusia Digerebek, Diduga Buka Praktik Prostitusi di Bali
Kedua, pada 27 Juni di Mengwi. Perempuan WNA asal Ukraina diserang pukul 02.25 dini hari. Ia dipukul, diikat, dan dipaksa transfer kripto USD30.000 serta menyerahkan perhiasan.Ketiga, pada 15 Desember 2024 di Ungasan. Dua WNA dipaksa masuk ke mobil, disiksa di vila, dan kehilangan kripto senilai lebih dari USD214.000.
Indisen ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran publik, terutama terhadap citra Bali sebagai destinasi wisata yang aman. Terlebih beredar dugaan terkait adanya jaringan kriminal internasional terorganisir. Sebab, semua serangan dilakukan secara matang, menyasar WNA berprofesi di dunia kripto, dan dilakukan pelaku bertopeng yang memiliki pengetahuan tentang aset digital korban.
(poe)
Lihat Juga :