Buka Lomba Digitalisasi Pasar 2025, Pramono: Copet dan Preman Perlahan-lahan Hilang
Selasa, 22 Juli 2025 - 10:13 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Lomba Digitalisasi Pasar 2025 di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2025). Foto/Muhammad Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Lomba Digitalisasi Pasar 2025 di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2025). Dia berharap, digitalisasi pasar di Jakarta dapat mengurangi copet dan premanisme di pasar.
Pantauan SindoNews di lokasi hadir pula Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Ricky Perdana Gozali, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) Edwin Nurhadi; Sekda DKI Jakarta Marullah Matali, Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) Suharini Eliawati, Direktur Utama Pasar Jaya Agus Himawan, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo, dan pejabat lainnya.
Pramono juga sempat berdialog dengan para pedagang dan pembeli di Pasar Mayestik terkait digitalisasi pasar. "Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini 22 Juli 2025 Lomba Digitalisasi Pasar secara resmi saya nyatakan dimulai," ujar Pramono.
Baca Juga: Terekam CCTV, Komplotan Copet Beraksi di Dalam Mal
Menurut Pramono, dengan adanya digitalisasi pasar ini copet dan preman akan hilang. "Tadi saya berbisik-bisik, kalau digitalisasi ini jalan maka copet akan berkurang, preman perlahan-lahan akan hilang, sudah pasti itu hukum alam. Ini banyak orang yang memahami dan mengetahui bahwa semakin maju orang menggunakan digital, maka yang namanya copet itu akan berkurang," ujarnya.
Pramono mengklaim bahwa lomba digitalisasi pasar menjadi yang pertama digelar dan diikuti 20 pasar di Jakarta. Ia meyakini perbankan akan terlibat dalam literasi digitalisasi pasar tersebut. Pasalnya, pasar menjadi pusat interaksi sosial, budaya, hingga perekonomian yang ada di Indonesia khususnya di Jakarta.
"Kenapa saya lombakan? Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa yang namanya perbankan itu atau bank yang ikut lomba nggak mau kalah, pasti mereka berlomba-lomba untuk melakukan literasi kepada para pedagang pasar yang ada di antara pasar yang dipilih. Ada 20 pasar yang kita lombakan, ada 133 pasar yang nanti akan terdampak dengan lomba ini."
Pantauan SindoNews di lokasi hadir pula Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Ricky Perdana Gozali, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) Edwin Nurhadi; Sekda DKI Jakarta Marullah Matali, Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) Suharini Eliawati, Direktur Utama Pasar Jaya Agus Himawan, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo, dan pejabat lainnya.
Pramono juga sempat berdialog dengan para pedagang dan pembeli di Pasar Mayestik terkait digitalisasi pasar. "Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini 22 Juli 2025 Lomba Digitalisasi Pasar secara resmi saya nyatakan dimulai," ujar Pramono.
Baca Juga: Terekam CCTV, Komplotan Copet Beraksi di Dalam Mal
Menurut Pramono, dengan adanya digitalisasi pasar ini copet dan preman akan hilang. "Tadi saya berbisik-bisik, kalau digitalisasi ini jalan maka copet akan berkurang, preman perlahan-lahan akan hilang, sudah pasti itu hukum alam. Ini banyak orang yang memahami dan mengetahui bahwa semakin maju orang menggunakan digital, maka yang namanya copet itu akan berkurang," ujarnya.
Pramono mengklaim bahwa lomba digitalisasi pasar menjadi yang pertama digelar dan diikuti 20 pasar di Jakarta. Ia meyakini perbankan akan terlibat dalam literasi digitalisasi pasar tersebut. Pasalnya, pasar menjadi pusat interaksi sosial, budaya, hingga perekonomian yang ada di Indonesia khususnya di Jakarta.
"Kenapa saya lombakan? Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa yang namanya perbankan itu atau bank yang ikut lomba nggak mau kalah, pasti mereka berlomba-lomba untuk melakukan literasi kepada para pedagang pasar yang ada di antara pasar yang dipilih. Ada 20 pasar yang kita lombakan, ada 133 pasar yang nanti akan terdampak dengan lomba ini."
(zik)
Lihat Juga :