Tragis! Ibu Muda Tewas Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumut
Senin, 21 Juli 2025 - 06:17 WIB
loading...
Karhutla di kawasan Danau Toba tepatnya di Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung Humbahas di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara. Foto/SIndoNews
A
A
A
JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di kawasan Danau Toba tepatnya di Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung Humbahas di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara pada Sabtu 19 Juli 2025 menelan korban jiwa. Seorang ibu muda tewas akibat luka bakarnya yang mencapai 90%.
Camat Pollung, Imron Banjarnahor menjelaskan, Karhutla di wilayahnya menelan korban jiwa seorang ibu muda bernama Juliana Banjarnahor (27) warga Albung, Desa Parsingguran II Pollung. Juliana Banjarnahor (korban tewas) meninggalkan satu orang anak dan suami Haris Sharif (28).
Imron Banjarnahor menerangkan, informasi dari masyarakat, awalnya korban bersama suaminya bekerja di ladang dan membakar lahan di ladangnya. Karena angin kencang, api makin meluas, secara spontan pasangan suami-istri tersebut berusaha memadamkan api secara manual.
Baca juga: Kebakaran Hutan di Riau Meluas hingga 40 Hektare
Kobaran api yang semakin besar, sebut Imron Banjarnahor, korban diduga mengalami sesak nafas dan tak sadarkan diri. Diduga korban lepas dari pengawasan suami yang juga panik memadamkan api. Korban akhirnya tewas terbakar di antara semak belukar yang dilalap sijago merah.
Tewasnya korban dalam peristiwa kebakaran lahan itu, kata Imron Banjarnahor, pertama kali diketahui suaminya. Setelah api melalap lahan semak belukar, suami korban mencari dan memanggil istrinya, namun tidak ada sahutan. Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan tewas terbakar.
Baca juga: BNPB: Enam Bencana Terjadi dalam 24 Jam Terakhir, Banjir hingga Karhutla
Atas informasi kebakaran lahan yang menelan korban jiwa, ujar Imron Banjarnahor, pihaknya bersama petugas Kepolisian dari Polsek Pollung dan tim identifikasi Polres Humbahas, petugas Damkar, Kapuskes Hutapaung turun ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.
Korban, lanjut Imron Banjarnahor, dievakuasi dan dibawa ke RSUD Doloksanggul Humbahas untuk visum dan otopsi. Kemudian korban dibawa ke kampungnya di Desa Parsingguran II Pollung Humbahas.
Kapolres Humbahas, AKBP Arthur Sameaputty SIK mengungkapkan, dari keterangan sejumlah saksi, Sabtu 19 Juli 2025, sekitar Pukul 10.00 WIB, pasangan suami-istri (Pasutri), yaitu Haris Saharif dan Juliana Banjarnahor, hendak buka lahan di ladang mereka dengan cara membakar ladang di area perladangan dan hutan pinus, tepatnya di Dusun VI Albung, Desa Parsingguran II Pollung.
AKBP Arthur Sameaputty mengatakan, saat membakar lahan, kobaran api semakin meluas dan merambat ke ladang mereka sehingga mereka pun berusaha memadamkan api secara manual. Karena panik, Pasutri tersebut memadamkan api secara terpisah. Korban diduga menghirup asap dan tak sadarkan diri sehingga tidak terselamatkan dari kobaran api.
"Sekitar Pukul 12.21 WIB, suami korban menghubungi keluarga dan menginformasikan kejadian yang menewaskan istrinya. Tim Identifikasi dari Satreskrim Polres Humbahas merespons informasi tersebut dari Kapolsek Pollung dan meluncur ke TKP,"ungkap AKBP Arthur Sameaputty kepada MPI, Minggu, 20 Juli 2025.
Hasil olah TKP, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan penyebab luka bakar hampir 90%. Tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban dievakuasi ke RSUD untuk dilakukan autopsi.
Kepolisian Humbahas evakuasi korban akibat Karhutla.(Foto : MPI/Polres Humbahas).
Camat Pollung, Imron Banjarnahor menjelaskan, Karhutla di wilayahnya menelan korban jiwa seorang ibu muda bernama Juliana Banjarnahor (27) warga Albung, Desa Parsingguran II Pollung. Juliana Banjarnahor (korban tewas) meninggalkan satu orang anak dan suami Haris Sharif (28).
Imron Banjarnahor menerangkan, informasi dari masyarakat, awalnya korban bersama suaminya bekerja di ladang dan membakar lahan di ladangnya. Karena angin kencang, api makin meluas, secara spontan pasangan suami-istri tersebut berusaha memadamkan api secara manual.
Baca juga: Kebakaran Hutan di Riau Meluas hingga 40 Hektare
Kobaran api yang semakin besar, sebut Imron Banjarnahor, korban diduga mengalami sesak nafas dan tak sadarkan diri. Diduga korban lepas dari pengawasan suami yang juga panik memadamkan api. Korban akhirnya tewas terbakar di antara semak belukar yang dilalap sijago merah.
Tewasnya korban dalam peristiwa kebakaran lahan itu, kata Imron Banjarnahor, pertama kali diketahui suaminya. Setelah api melalap lahan semak belukar, suami korban mencari dan memanggil istrinya, namun tidak ada sahutan. Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan tewas terbakar.
Baca juga: BNPB: Enam Bencana Terjadi dalam 24 Jam Terakhir, Banjir hingga Karhutla
Atas informasi kebakaran lahan yang menelan korban jiwa, ujar Imron Banjarnahor, pihaknya bersama petugas Kepolisian dari Polsek Pollung dan tim identifikasi Polres Humbahas, petugas Damkar, Kapuskes Hutapaung turun ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.
Korban, lanjut Imron Banjarnahor, dievakuasi dan dibawa ke RSUD Doloksanggul Humbahas untuk visum dan otopsi. Kemudian korban dibawa ke kampungnya di Desa Parsingguran II Pollung Humbahas.
Kapolres Humbahas, AKBP Arthur Sameaputty SIK mengungkapkan, dari keterangan sejumlah saksi, Sabtu 19 Juli 2025, sekitar Pukul 10.00 WIB, pasangan suami-istri (Pasutri), yaitu Haris Saharif dan Juliana Banjarnahor, hendak buka lahan di ladang mereka dengan cara membakar ladang di area perladangan dan hutan pinus, tepatnya di Dusun VI Albung, Desa Parsingguran II Pollung.
AKBP Arthur Sameaputty mengatakan, saat membakar lahan, kobaran api semakin meluas dan merambat ke ladang mereka sehingga mereka pun berusaha memadamkan api secara manual. Karena panik, Pasutri tersebut memadamkan api secara terpisah. Korban diduga menghirup asap dan tak sadarkan diri sehingga tidak terselamatkan dari kobaran api.
"Sekitar Pukul 12.21 WIB, suami korban menghubungi keluarga dan menginformasikan kejadian yang menewaskan istrinya. Tim Identifikasi dari Satreskrim Polres Humbahas merespons informasi tersebut dari Kapolsek Pollung dan meluncur ke TKP,"ungkap AKBP Arthur Sameaputty kepada MPI, Minggu, 20 Juli 2025.
Hasil olah TKP, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan penyebab luka bakar hampir 90%. Tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban dievakuasi ke RSUD untuk dilakukan autopsi.
Kepolisian Humbahas evakuasi korban akibat Karhutla.(Foto : MPI/Polres Humbahas).
(cip)
Lihat Juga :