Anak dan Mantu KDM Siap Diperiksa Polisi terkait Pesta Rakyat Berujung Maut
Minggu, 20 Juli 2025 - 13:48 WIB
loading...
Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Putri Karlina, Wakil Bupati Garut siap diperiksa polisi terkait pesta rakyat berujung maut. Foto: SindoNews TV
A
A
A
GARUT - Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan Putri Karlina, Wakil Bupati Garut siap diperiksa polisi terkait pesta rakyat berujung maut. Pesta rakyat makan gratis yang merupakan rangkaian pernikahan Putri Karlina-Maula Akbar yang digelar di Alun-alun Garut, Jumat (18/7/2025) merenggut 3 korban jiwa.
“Kalau ada prosedurnya kami siap dipanggil polisi,” ujar Putri Karlina sebagaimana yang disiarkan Sindonews TV, Minggu (20/7/2025).
Baca juga: Tragedi Makan Gratis Pernikahan Anak KDM, Acara Panggung Hiburan Rakyat Dibatalkan
Sebelum acara berlangsung, dia mempertanyakan terlebih dulu kepada Wedding Organizer (WO) apakah sudah aman atau belum mengenai pesta rakyat tersebut. Menurut Maula Akbar, saat ini pihak WO yang mengurus acara telah diperiksa polisi.
Kedua mempelai juga telah mengunjungi keluarga korban meninggal dunia di Garut sekaligus meminta maaf atas peristiwa itu. Putri Karlina terus menangis memohon maaf kepada ibu korban.
Untuk mengusut peristiwa memilukan dalam pesta rakyat syukuran pernikahan Maula Akbar-Putri Karlina, Polda Jabar melakukan penyelidikan dan investigasi mendalam. “Tentunya kami juga akan melakukan pendalaman, melakukan investigasi, bagaimana peristiwa ini terjadi sehingga mengakibatkan 3 orang meninggal dunia," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan.
Menurut dia, secara Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan event itu dipastikan telah sesuai. Kepastian itu diperoleh setelah Kapolda mempelajari semua dengan internal Polres Garut terkait SOP pengamanan.
SOP telah ditempuh sesuai prosedur dari bagian perizinan telah mengeluarkan perkiraan-perkiraan, potensi-potensi gangguan yang akan terjadi dan sudah disiapkan penanggulangan. Sudah dibuat rencana pengamanan dengan pengerahan 404 personel gabungan.
Disinggung mengenai penerapan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian, Rudi mengatakan, karena ada orang yang meninggal dalam peristiwa itu, secara teknis polisi akan melakukan penyelidikan guna mengungkap apakah ada unsur kelalaian atau tidak. "Nanti akan diketahui siapa yang paling bertanggung jawab pada peristiwa ini," katanya.
“Kalau ada prosedurnya kami siap dipanggil polisi,” ujar Putri Karlina sebagaimana yang disiarkan Sindonews TV, Minggu (20/7/2025).
Baca juga: Tragedi Makan Gratis Pernikahan Anak KDM, Acara Panggung Hiburan Rakyat Dibatalkan
Sebelum acara berlangsung, dia mempertanyakan terlebih dulu kepada Wedding Organizer (WO) apakah sudah aman atau belum mengenai pesta rakyat tersebut. Menurut Maula Akbar, saat ini pihak WO yang mengurus acara telah diperiksa polisi.
Kedua mempelai juga telah mengunjungi keluarga korban meninggal dunia di Garut sekaligus meminta maaf atas peristiwa itu. Putri Karlina terus menangis memohon maaf kepada ibu korban.
Untuk mengusut peristiwa memilukan dalam pesta rakyat syukuran pernikahan Maula Akbar-Putri Karlina, Polda Jabar melakukan penyelidikan dan investigasi mendalam. “Tentunya kami juga akan melakukan pendalaman, melakukan investigasi, bagaimana peristiwa ini terjadi sehingga mengakibatkan 3 orang meninggal dunia," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan.
Menurut dia, secara Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan event itu dipastikan telah sesuai. Kepastian itu diperoleh setelah Kapolda mempelajari semua dengan internal Polres Garut terkait SOP pengamanan.
SOP telah ditempuh sesuai prosedur dari bagian perizinan telah mengeluarkan perkiraan-perkiraan, potensi-potensi gangguan yang akan terjadi dan sudah disiapkan penanggulangan. Sudah dibuat rencana pengamanan dengan pengerahan 404 personel gabungan.
Disinggung mengenai penerapan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian, Rudi mengatakan, karena ada orang yang meninggal dalam peristiwa itu, secara teknis polisi akan melakukan penyelidikan guna mengungkap apakah ada unsur kelalaian atau tidak. "Nanti akan diketahui siapa yang paling bertanggung jawab pada peristiwa ini," katanya.
(jon)
Lihat Juga :