Di Balik Misteri Kematian Tak Wajar Arya Daru Pangayunan, Ancaman Diplomat Ternyata Ada!

Jum'at, 18 Juli 2025 - 14:21 WIB
loading...
Di Balik Misteri Kematian...
Kasus tewasnya diplomat muda Kemlu Arya Daru Pangayunan (39), hingga kini belum terungkap. Jasad almarhum ditemukan dalam kondisi terlilit lakban. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Kasus tewasnya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan (39), hingga kini belum terungkap. Jasad almarhum ditemukan dalam kondisi terlilit lakban di kamar kosnya, kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat

Kasus ini menjadi sorotan di antaranya karena jasad almarhum yang ditemukan dalam kondisi tak wajar, yakni terlilit lakban. Misteri penyebab Arya Daru Pangayunan pun belum terkuat karena masih menunggu hasil autopsi dan penyelidikan polisi.

Baca juga: Teman-teman Dekat Curiga Diplomat Arya Daru Dibunuh

Beranjak dari kasus ini, terungkap bahwa risiko tugas diplomat itu bermacam-macam. Hal itu terungkap dalam perbincangan Jurnalis SindoNews, Lukman Hanafi dan Andri Susanto dengan Mantan Wakil Dubes RI di Manila Dodo Sudrajat dalam Podcast SindoNews, To The Point Aja.



"Isu perlindungan Warga Negera Indonesia (WNI) maupun para diplomat dan jajaran Kementerian Luar Negeri baik di dalam negeri maupun di luar negeri adalah sudah suatu keniscayaan, keharusan, kewajiban. Karena mandat pertama adalah mandat sebagaimana dimandatkan oleh pembukaan UD45 bahwa salah satu tujuan bernegara adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia," kata Dodo di To The Point Aja yang dikutip Jumat (18/7/2025).

Dia melanjutkan bahwa bagi Kemlu, bagi diplomat kedutaan besar perwakilan luar negeri, melindungi kepentingan itu adalah salah satunya adalah melindungi WNI bahkan badan hukum Republik Indonesia yang ada di luar negeri selain tentunya kepentingan-kepentingan lain, ekonomi, politik, pertahanan, keamanan, dan budaya.

Baca juga: Misteri Tewasnya Diplomat Kemlu, Komisi I DPR: Tidak Mungkin Bunuh Diri, Kemungkinan Dibunuh

Nah, selain itu juga mandat ke Konvensi Wina tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik dan Konvensi Wina tahun 1963 tentang Hubungan Kekonsuleran bahwa salah satu tugas dari diplomat adalah to protect.

"Yaitu melindungi kepentingan dan tadi salah satu kepentingan adalah melindungi warga negara Republik Indonesia yang berada di negara akreditasi," paparnya.

Dodo menjelaskan, jika ada suatu kasus menyangkut WNI, baik sebagai korban maupun pelaku maka pihaknya wajib melindungi dan merespons dalam arti melindungi secara kekonsuleran akses kekonsuleran.

"Secara hukum bukan mencampuri hukum di dalam negeri negara di mana yang bersangkutan berbuat ke kriminal, tetapi dia agar yang bersangkutan mendapatkan perlakuan hukum yang adil," sebutnya.

Dodo yang menjadi diplomat karier selama 37 tahun memiliki segudang pengalaman dalam mengurus WNI.

Di antaranya konflik di Kabul, Afghanistan ketika Taliban mulai masuk. Pada saat itu bersamaan dengan wabah Covid-19 yang complicated.

Selanjutnya di Manila banyaknya anak muda Indonesia yang terjebak di sindikat judi online karena diiming-imingi melalui online.

"Mereka (janjinya) akan dipekerjakan di sektor-sektor formal. Call center. Iya. Supermarket atau ternyata kerja di judi online. Judi online. Nah. Judi online itu sebetulnya di Filipina itu legal. Nah, tetapi dalam judi online itu disisipi online scamming. Jadi penipuan online ee merayu orang lain untuk berinvestasi," paparnya.

"Dan pada tingkat tertentu jangankan untung modalnya itu hilang. Nah, itu yang nah akhirnya pemerintah Filipina juga gerah. Karena itu menyangkut nama baik, martabat, dan banyak keluhan," ujarnya.

Upaya yang dilakukan KBRI adalah melakukan diplomasi. "Kita bekerja sama dengan perwakilan negara ASEAN lainnya, terutama negara-negara ASEAN yang keterlibatan warganya dalam online scammer itu banyak. Ya, Indonesia, Malaysia, Filipina dan Vietnam yang paling besar," ujarnya.

"Kita menghadap Menteri Dalam Negeri eh Menteri Dalam Negeri. Heeh. Yang kepala polisian Filipina kan kalau di sana di bawah Menteri Dalam bahwa ini nih banyak tiba-tiba orang Indonesia datang 20 orang ke KBRI enggak bawa pakaian. Hanya pakaian yang ini. Bahkan ada yang luka lari. Karena dia direkrut ya ketika di situ ternyata ditraining untuk menjadi online scammer," paparnya.

Para WNI yang jadi korban ini mendatangi KBRI di Manila. Sampai 2023-2024 memulangkan 1.000 WNI lebih KBRI dari Manila.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Kejang, Pria di...
Usai Kejang, Pria di Cengkareng Meninggal saat Mengecat Genteng
Kronologi Anak Kandung...
Kronologi Anak Kandung Bunuh Ibunya, Kakak, dan Adik dengan Disuapi Racun Tikus di Tanjung Priok
3 Orang Sekeluarga Tewas...
3 Orang Sekeluarga Tewas Diracun di Tanjung Priok, Pelakunya Ternyata Anak Kandung
Kuasa Hukum Pertanyakan...
Kuasa Hukum Pertanyakan Penyelidikan Kasus Arya Daru Dihentikan Polda Metro Jaya
Penyelidikan Kasus Kematian...
Penyelidikan Kasus Kematian Arya Daru Dihentikan, Begini Penjelasan Polda Metro Jaya
Polda Metro Jaya Hentikan...
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Kematian Arya Daru Pangayunan
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Rekomendasi
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Ekuador vs Jerman 2-1:...
Ekuador vs Jerman 2-1: Gonzalo Plata Antar La Tri Menang dan Lolos ke Babak 32 Besar
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Berita Terkini
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved