Awas! Banjir Rob Ancam Pesisir Utara Jakarta Pada 18-27 Juli
Kamis, 17 Juli 2025 - 08:30 WIB
loading...
BPBD Jakarta menyampaikan peringatan dini potensi banjir rob di kawasan pesisir utara Jakarta pada 18-27 Juli 2025 besok. Banjir rob ini dampak fenomena fase perigee atau jarak terdekat bumi dengan bulan.. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta menyampaikan peringatan dini potensi banjir pesisir atau rob di kawasan pesisir utara Jakarta pada 18-27 Juli 2025 besok. Banjir rob ini merupakan dampak adanya fenomena fase perigee atau jarak terdekat bumi dengan bulan.
"Waspada banjir pesisir periode 18-27 Juli 2025," tulis laman Instagram @dkijakarta dikutip, Kamis (17/7/2025).
Baca juga: Keluarkan Peringatan Dini, BPBD DKI: Waspada Banjir Pesisir Jakarta hingga 13 Juli
"Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) tanggal 18 - 27 Juli 2025, Adanya fenomena Fase Perigee (jarak terdekat bumi-bulan) pada tanggal 20 Juli 2025 dan Fase Bulan Baru tanggal 24 Juli 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta," lanjutnya.
BPBD telah memetakan wilayah yang berpotensi dilanda banjir rob. Di antaranya Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu.
Masyarakat diimbau agar dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya banjir rob.
Baca juga: Butuh Rp123 Triliun Lindungi Jakarta dari Ancaman Banjir Rob
Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob hingga seiring adanya fenomena bulan purnama.
"Perlu diwaspadai misalnya di Laut Jawa warna menunjukkan biru atau ketinggian gelombang hanya 0,5 meter, sejak beberapa hari yang lalu sampai 13 Juli ini kan bulan purnama itu terjadi pasang naik atau banjir rob, sehingga waspada banjir rob," ujar Dwikorita saat wawancara eksklusif program One on One SindonewsTV di Kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (10/7/2025).
Dwikorita mengatakan, banjir rob ini sangat mengganggu. "Apalagi kalau tanggul lautnya jebol dan ditambah curah hujan tinggi, namun tertahan banjir rob sehingga seharusnya mengalir ke laut ini tertahan tergenang di pesisir," katanya.
Menurut Dwikorita, banjir rob berpotensi melanda sejumlah wilayah di 20 provinsi. Ia juga mengingatkan waspada banjir rob di pesisir Utara Jakarta, Semarang, Demak dan wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa.
"Pantai 20 provinsi selain Jawa ada di Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan. Kami sudah mengeluarkan peringatan dini, bisa dilihat dari Info BMKG. Jakarta, Semarang, Pantura itu potensi," jelasnya.
"Waspada banjir pesisir periode 18-27 Juli 2025," tulis laman Instagram @dkijakarta dikutip, Kamis (17/7/2025).
Baca juga: Keluarkan Peringatan Dini, BPBD DKI: Waspada Banjir Pesisir Jakarta hingga 13 Juli
"Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) tanggal 18 - 27 Juli 2025, Adanya fenomena Fase Perigee (jarak terdekat bumi-bulan) pada tanggal 20 Juli 2025 dan Fase Bulan Baru tanggal 24 Juli 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta," lanjutnya.
BPBD telah memetakan wilayah yang berpotensi dilanda banjir rob. Di antaranya Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu.
Masyarakat diimbau agar dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya banjir rob.
Baca juga: Butuh Rp123 Triliun Lindungi Jakarta dari Ancaman Banjir Rob
Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob hingga seiring adanya fenomena bulan purnama.
"Perlu diwaspadai misalnya di Laut Jawa warna menunjukkan biru atau ketinggian gelombang hanya 0,5 meter, sejak beberapa hari yang lalu sampai 13 Juli ini kan bulan purnama itu terjadi pasang naik atau banjir rob, sehingga waspada banjir rob," ujar Dwikorita saat wawancara eksklusif program One on One SindonewsTV di Kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (10/7/2025).
Dwikorita mengatakan, banjir rob ini sangat mengganggu. "Apalagi kalau tanggul lautnya jebol dan ditambah curah hujan tinggi, namun tertahan banjir rob sehingga seharusnya mengalir ke laut ini tertahan tergenang di pesisir," katanya.
Menurut Dwikorita, banjir rob berpotensi melanda sejumlah wilayah di 20 provinsi. Ia juga mengingatkan waspada banjir rob di pesisir Utara Jakarta, Semarang, Demak dan wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa.
"Pantai 20 provinsi selain Jawa ada di Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan. Kami sudah mengeluarkan peringatan dini, bisa dilihat dari Info BMKG. Jakarta, Semarang, Pantura itu potensi," jelasnya.
(shf)
Lihat Juga :