Kisah Relawan Medis di RS Kapal PIS doctorSHARE: Tinggalkan Keluarga demi Misi Kemanusiaan

Senin, 14 Juli 2025 - 14:56 WIB
loading...
Kisah Relawan Medis...
RS Kapal Nusa Waluya II hadir di Waigeo Utara dan beroperasi selama 60 hari, sejak 10 Juni 2025 hingga Agustus 2025 mendatang. Targetnya melayani hingga sebanyak 10 ribuan warga. Foto/Dok. SindoNews
A A A
RAJA AMPAT - Josepha (28), rela memilih jalan berbeda untuk mengabdi sebagai perawat. Dia meninggalkan segala kenyamanan dan hiruk pikuk kota besar. Josepha memutuskan untuk menjadi relawan dan bekerja di pedalaman Nusantara bersama Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II yang saat ini beroperasi di Waigeo Utara, Raja Ampat , Papua Barat Daya.

Saat memutuskan bekerja di atas kapal, ia tak pernah membayangkan bahwa suatu hari akan mendampingi penanganan operasi di ruang bedah yang kerap bergoyang, akibat hantaman ombak di laut. "Selama kami pelayanan kurang lebih sekitar 3 minggu itu kami dihantam dengan ombak," ujar Josepha.

Ia bercerita hantaman ombak tersebut bagi awak kapal dianggap sebagai alun, namun untuk pekerja medis itu menjadi tantangan sendiri dalam melaksanakan aktivitas pelayanan mereka. "Saat ada ombak, kami ada beberapa pasien operasi dan harus melakukan tindakan tersebut. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami saat bekerja di atas kapal, yakni ombak yang harus kami hadapi," lanjutnya. Baca juga: PIS dan doctorSHARE Hadirkan Rumah Sakit Kapal, Layani Masyarakat 3T di Papua

Josepha telah bergabung menjadi relawan RS Kapal Nusa Waluya II selama 2 tahun. Dia menjadi relawan untuk mengikuti panggilan hatinya melayani masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses kesehatan.

Pengalaman lain yang ia ingat adalah, ketika harus merawat pasien berusia lanjut yang sudah tidak punya siapa-siapa.
“Ia datang sendiri ke rumah sakit, dan pastinya itu sudah harus berjuang untuk mencapai ke sini. Ada masalah di pernafasannya, dan pasien tidak punya keluarga sama sekali. Sebagai perawat, di sini saya terasa menjalani profesi saya sesungguhnya. Merawat pasien tersebut hingga akhirnya pasien bisa kembali sembuh," ungkapnya.

Cerita lain juga datang dari Parlin (28) yang berprofesi sebagai apoteker. Datang jauh dari Jember, Jawa Timur, dan pertama kali menginjakkan tanah Papua.

Bagi Parlin, mungkin kontribusinya kepada para pasien tidak sebesar jasa perawat dan dokter. Namun, ia tetap berusaha melayani sepenuh hati para pasien, yang rata-rata kesulitan berbahasa dan mengerti perawatan yang harus dilanjutkan. "Kita harus menjelaskan kepada mereka dengan sabar dan perlahan, agar pengobatan yang diberikan bisa dimengerti," ujarnya.

Kesabaran Parlin melayani pasien ini pun berbuah manis, secara harfiah. "Soalnya pasien benar-benar memberikan kita buah-buahan untuk mengucapkan terima kasih. Ini apresiasi yang tidak pernah kita dapatkan sebelumnya di kota-kota, jadi satu sisi ini sangat menyentuh bagi saya,” tambahnya.

Pemberian buah-buahan dan hasil bumi ini tidak sekali dan dua kali dilakukan para pasien kepada para relawan. Diberikan sebagai ucapan terima kasih, karena para pasien tidak perlu membayar biaya perawatan dan pengobatan. Sehingga mereka kerap kembali kunjungi RS kapal hanya untuk mengirimkan buah-buahan sebagai ucapan terima kasih.

Inspirasi menjadi relawan di pedalaman juga menyentuh seorang dokter muda dari Jakarta, Gavriel Gregorio Singgih, 26 tahun. Keinginannya untuk mengabdi sudah ia pendam sejak 2019. "Waktu itu saya masih Koas kedokteran, dan melihat bagaimana RS kapal ini berlayar ke pelosok menghampiri masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan. To reach and reachable menjadi motivasi saya bergabung," kenangnya.

Josepha, Parlin, dan Gavriel adalah sebagian dari 35 relawan tenaga medis yang rela meninggalkan kenyamanan untuk mengabdi di RS Kapal. Termasuk di antaranya dokter spesialis, dokter umum, perawat, apoteker, dan bidan. Di tengah desiran angin laut dan debur ombak yang tak pernah berhenti, Josepha dan relawan lainnya belajar satu hal, bahwa pengabdian sejati kadang datang lewat perjalanan yang tidak tenang, namun penuh makna.

RS Kapal Nusa Waluya II hadir di Waigeo Utara dan beroperasi selama 60 hari, sejak 10 Juni 2025 hingga Agustus 2025 mendatang. Targetnya melayani hingga sebanyak 10 ribuan warga dari tujuh distrik di area tersebut tanpa biaya sama sekali. Lihat foto-foto: Sensus Populasi Pari Manta di Manta Ridge Raja Ampat

RS Kapal ini beroperasi dari hasil kolaborasi PT Pertamina International Shipping (PIS) dan doctorSHARE. "Ini merupakan kedua kali kami bekerja sama dengan doctorSHARE untuk hadirkan RS kapal ke pelosok nusantara. Kerja sama ini berangkat dari keyakinan kami bahwa setiap orang, dimanapun berada, berhak atas layanan akses kesehatan yang layak," ujar Corporate Secretary PIS Muhammad Baron, Jumat (11/7/2025).

Bagi PIS, lanjutnya, program CSR yang berada di bawah payung "BerSEAnergi untuk Laut" ini merupakan cerminan semangat perusahaan untuk senantiasa menyalurkan energi kebaikan ke penjuru negeri, melalui lautan. "Kami percaya, untuk mendorong kemajuan bangsa tak hanya soal pelayanan logistik dan kapal untuk menggerakkan ekonomi. Tapi juga hadir secara nyata ke masyarakat, untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama," imbuhnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jadi Dokter Gadungan,...
Jadi Dokter Gadungan, Eks Finalis Putri Indonesia Riau Ditetapkan sebagai Tersangka
Perkembangan Kasus Keracunan...
Perkembangan Kasus Keracunan Makanan di Jaktim, Sebagian Besar Siswa Dipulangkan dari Rumah Sakit
Senator Filep Terima...
Senator Filep Terima 235 Nakes Honorer Manokwari yang Dirumahkan
Ciputra Hospital CitraRaya...
Ciputra Hospital CitraRaya Klarifikasi Video Viral dan Tolak Pasien BPJS Kesehatan
Prabowo Minta Sekolah,...
Prabowo Minta Sekolah, Puskesmas, dan RS di Lokasi Bencana Sumatera Segera Berfungsi
Mensesneg: Rumah Sakit...
Mensesneg: Rumah Sakit di Lokasi Bencana Sumatera Mulai Beroperasi
Jenguk Haji Bolot di...
Jenguk Haji Bolot di RS, Rico Ceper Ungkap Momen Mengharukan
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Rekomendasi
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Berita Terkini
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved