Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Menggerakkan Roda Pemerintahan Majapahit

Sabtu, 12 Juli 2025 - 07:00 WIB
loading...
Kepemimpinan Mahapatih...
Kebesaran Kerajaan Majapahit tidak bisa dipisahkan dari kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada. Dia memiliki peran sentral dan jabatan strategis. Foto: Ist
A A A
KEBESARANKerajaan Majapahit tidak bisa dipisahkan dari kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada . Dia memiliki peran sentral dan jabatan strategis. Program pemerintahan Majapahit begitu dipengaruhi Gajah Mada.

Berbagai kebijakan politik juga bisa diambil Gajah Mada yang berwenang memberikan saran ke raja sebagai kepala pemerintahan tertinggi. Gajah Mada juga yang mempengaruhi Majapahit dan membuka kekuasaan hingga luar Pulau Jawa.

Baca juga: Kedigdayaan Gajah Mada di Kerajaan Majapahit yang Tak Tergantikan

Pemerintahan Majapahit mempunyai dua bagian yaitu daerah dan pusat. Bagian daerah pemerintahan Majapahit baik yang berada di darat maupun pesisir dilaksanakan oleh bupati dan patih, sebagaimana dikutip dari buku "Gajah Mada Sistem Politik dan Kepemimpinannya".

Gajah Mada juga membantu sistem pemerintahan berjalan. Selain raja di ibu kota, daerah juga terdapat raja atau ratu daerah yang melaksanakan tugas kekuasaan kecil di bawah wilayahnya yaitu bagian bawah pemerintahan negara Majapahit dilaksanakan oleh para pejabat yang berada di wilayah pemerintahan desa.

Mereka menyusun berbagai peraturan pemerintahan sendiri secara otonomi berdasar kepentingan peraturan wilayahnya. Tetapi, peraturan otonomi wilayah tersebut disusun dengan tidak mengabaikan terhadap aturan pemerintahan daerah maupun pusat.

Sebab, pemerintahan bawahan merupakan kaki tangan pemerintahan daerah, bagian pusat yang mesti bertanggung jawab terhadap aturan pemerintahan di atasnya. Bagian pemerintahan daerah ini merupakan bagian pemerintahan yang menghubungkan antara pemerintahan pusat dan desa.

Pemerintahan daerah mempunyai kewajiban melaporkan keadaan pemerintahannya terhadap pemerintahan pusat yang diketuai Patih Gajah Mada. Jadi, seluk beluk pemerintahan seluruh negara ditentukan oleh Gajah Mada.

Para patih dan pembesar pemerintahan daerah dan bawahan menerima perintah dari Patih Majapahit serta memberikan laporan tentang keadaan pemerintahan bawahan kepada Gajah Mada. Penjelasan tentang kewajiban pemerintahan daerah yang dilaksanakan oleh para patih itu untuk melaporkan keadaan pemerintahan terhadap pemerintahan pusat.

Tercatat setiap bulan tanggal satu Caitra atau bulan pertama diadakan musyawarah besar di balai pertemuan di Alun-Alun Majapahit. Musyawarah ini dihadiri seluruh petugas atau para menteri yang mempunyai tanggung jawab dalam pemerintahan, yaitu para menteri tanda, gusti, pembantu raja, juru, buyut, akuwu, yang dari dalam kota atau luar kota, para aria, serta pendeta.

Tujuan dilaksanakan musyawarah besar untuk mendoktrin ajaran Raja Kapa-kapa yang telah menjadi garis panduan negeri. Isi sumber ajaran Raja Kapa-kapa yakni laku utama dan mengelakkan kejahatan.

Dengan pelaksanaan musyawarah seperti itu membuktikan bahwa antara pemerintahan pusat dan pemerintahan bagian daerah telah membuat garis panduan negeri yang mesti dilaksanakan oleh seluruh warganya sebagai peraturan bersama pemerintahan.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
Nonton Microdrama V+Short...
Nonton Microdrama V+Short Lebih Puas, Upgrade ke VIP Plan Sesuai Kebutuhan!
Davina Karamoy Penuhi...
Davina Karamoy Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
QS WUR 2027, Ini 20...
QS WUR 2027, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia
Berita Terkini
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
Hotel Sultan Tercatat...
Hotel Sultan Tercatat sebagai Barang Milik Negara, Pengelolaan Aset Ikuti PMK
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 27 Petugas Luka Ringan Kena Lemparan Batu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved