UGM Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Tewasnya Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan
Jum'at, 11 Juli 2025 - 17:24 WIB
loading...
UGM mendesak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tewasnya diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan (39) dengan kondisi terlilit lakban. Foto/Instagram Ganjar Pranowo
A
A
A
YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mendesak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tewasnya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (39), dengan kondisi terlilit lakban. Almarhum diketahui merupakan alumni jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni UGM, Arie Sujito menyatakan bahwa kabar meninggalnya Arya mengagetkan dan menyedihkan.
Baca juga: Misteri Tewasnya Diplomat Kemlu, Komisi I DPR: Tidak Mungkin Bunuh Diri, Kemungkinan Dibunuh
UGM turut menyampaikan duka dan bela sungkawa atas kepergian salah satu alumni yang dikenal berprestasi.
"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Kami juga berharap jika meninggalnya almarhum yang nampak tidak wajar perlu diusut tuntas, dan ini demi kemanusiaan dan tanggungjawab perlindungan negara pada warganya," kata Arie dalam keterangannya, Jumat (11/7/2025).
Diketahui Arya Daru Pangayunan (ADP) ditemukan tewas secara tidak wajar dengan wajah terbungkus lakban di kosnya, kawasan Gondangdia Kecil wilayah Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025).
Almarhum telah dimakamkan di tempat asalnya Banguntapan, Bantul, DIY pada Rabu (9/7/2025).
Baca juga: Kapolri Perintahkan Anggota Maksimal Usut Penyebab Tewasnya Diplomat Kemlu
Pemakamanalmarhum turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia (Dirjen PWNI) Kemlu RI, Judha Nugraha, beserta rekan sejawatnya.
Kasus tewasnya Arya Daru Pangayunan dengan kondisi terlilit lakban di kamar kosnya di Menteng, Jakarta Pusat sampai saat ini belum terungkap. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anggota mengusut kasus tersebut secara maksimal.
“Saya minta untuk anggota juga bergerak maksimal agar segera bisa terungkap dan memang ditunggu oleh publik, ditunggu oleh masyarakat,” kata Jenderal Sigit kepada wartawan dikutip Jumat (11/7/2025).
Di sisi lain, Sigit merespons permintaan Komisi I DPR RI untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Kapolri menegaskan, tidak diminta pun, Polri akan mengusut tuntas kasus tersebut.
“Tentunya diminta atau tidak diminta, Polri tentunya akan melakukan penyelidikan mendalam. Tentunya apabila sudah kita temukan bukti-bukti,” tegas dia.
Sebagai informasi, jasad Arya (39) ditemukan di sebuah indekos di Jalan Gondangdia Kecil, Selasa (8/7/2025). Ia ditemukan tewas dalam kondisi kepala terlilit lakban.
Jenazah Arya pertama kali ditemukan oleh penjaga indekos sekitar pukul 08.30 WIB. Penjaga curiga karena korban sudah lama tidak terlihat.
Saat kamar dicek, penjaga menemukan tubuh korban dalam posisi mencurigakan. Polisi telah membawa jenazah untuk keperluan autopsi.
Sebelumnya, anggota Komisi I DPR TB Hasanuddinmenyebut janggal tewasnya Arya Daru Pangarunan yang ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi kepala terlilit lakban. Ia yakin, Arya tewas karena mendapat tindakan kekerasan atau dibunuh.
"Pertama kita mengucapkan turut berduka cita ya dan bela sungkawa atas meninggalnya yang bersangkutan," kata Hasanuddin saat dihubungi, Jumat (11/7/2025).
Legislator dari Fraksi PDIP ini pun menyebut ada kejanggalan dalam kematian Arya. Apalagi, kata dia, karir ADP terbilang bagus di Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu.
Bahkan, kata dia, Arya pernah menjadi saksi kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan tengah persiapan untuk dimutasi ke Eropa. Untuk itu, ia yakin, kematian Arya tak dilakukan dengan bunuh diri.
"Dengan posisi itu, dia sedang persiapan, sudah membeli perlengkapan untuk di pos baru nanti," kata Hasanuddin.
"Jadi rasanya tidak mungkin dia bunuh diri. Dilihat dari posisi jenazah, ada kemungkinan ada tindakan kekerasan, dibunuh," ujar Hasanuddin.
Atas dasar itu, ia meminta aparat kepolisian untuk menangkap pelaku dan membongkar motif pembunuhan Arya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat dan Alumni UGM, Arie Sujito menyatakan bahwa kabar meninggalnya Arya mengagetkan dan menyedihkan.
Baca juga: Misteri Tewasnya Diplomat Kemlu, Komisi I DPR: Tidak Mungkin Bunuh Diri, Kemungkinan Dibunuh
UGM turut menyampaikan duka dan bela sungkawa atas kepergian salah satu alumni yang dikenal berprestasi.
"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Kami juga berharap jika meninggalnya almarhum yang nampak tidak wajar perlu diusut tuntas, dan ini demi kemanusiaan dan tanggungjawab perlindungan negara pada warganya," kata Arie dalam keterangannya, Jumat (11/7/2025).
Diketahui Arya Daru Pangayunan (ADP) ditemukan tewas secara tidak wajar dengan wajah terbungkus lakban di kosnya, kawasan Gondangdia Kecil wilayah Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025).
Almarhum telah dimakamkan di tempat asalnya Banguntapan, Bantul, DIY pada Rabu (9/7/2025).
Baca juga: Kapolri Perintahkan Anggota Maksimal Usut Penyebab Tewasnya Diplomat Kemlu
Pemakamanalmarhum turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia (Dirjen PWNI) Kemlu RI, Judha Nugraha, beserta rekan sejawatnya.
Kapolri Perintahkan Diusut Maksimal
Kasus tewasnya Arya Daru Pangayunan dengan kondisi terlilit lakban di kamar kosnya di Menteng, Jakarta Pusat sampai saat ini belum terungkap. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anggota mengusut kasus tersebut secara maksimal.
“Saya minta untuk anggota juga bergerak maksimal agar segera bisa terungkap dan memang ditunggu oleh publik, ditunggu oleh masyarakat,” kata Jenderal Sigit kepada wartawan dikutip Jumat (11/7/2025).
Di sisi lain, Sigit merespons permintaan Komisi I DPR RI untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Kapolri menegaskan, tidak diminta pun, Polri akan mengusut tuntas kasus tersebut.
“Tentunya diminta atau tidak diminta, Polri tentunya akan melakukan penyelidikan mendalam. Tentunya apabila sudah kita temukan bukti-bukti,” tegas dia.
Sebagai informasi, jasad Arya (39) ditemukan di sebuah indekos di Jalan Gondangdia Kecil, Selasa (8/7/2025). Ia ditemukan tewas dalam kondisi kepala terlilit lakban.
Jenazah Arya pertama kali ditemukan oleh penjaga indekos sekitar pukul 08.30 WIB. Penjaga curiga karena korban sudah lama tidak terlihat.
Saat kamar dicek, penjaga menemukan tubuh korban dalam posisi mencurigakan. Polisi telah membawa jenazah untuk keperluan autopsi.
Sebelumnya, anggota Komisi I DPR TB Hasanuddinmenyebut janggal tewasnya Arya Daru Pangarunan yang ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi kepala terlilit lakban. Ia yakin, Arya tewas karena mendapat tindakan kekerasan atau dibunuh.
"Pertama kita mengucapkan turut berduka cita ya dan bela sungkawa atas meninggalnya yang bersangkutan," kata Hasanuddin saat dihubungi, Jumat (11/7/2025).
Legislator dari Fraksi PDIP ini pun menyebut ada kejanggalan dalam kematian Arya. Apalagi, kata dia, karir ADP terbilang bagus di Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu.
Bahkan, kata dia, Arya pernah menjadi saksi kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan tengah persiapan untuk dimutasi ke Eropa. Untuk itu, ia yakin, kematian Arya tak dilakukan dengan bunuh diri.
"Dengan posisi itu, dia sedang persiapan, sudah membeli perlengkapan untuk di pos baru nanti," kata Hasanuddin.
"Jadi rasanya tidak mungkin dia bunuh diri. Dilihat dari posisi jenazah, ada kemungkinan ada tindakan kekerasan, dibunuh," ujar Hasanuddin.
Atas dasar itu, ia meminta aparat kepolisian untuk menangkap pelaku dan membongkar motif pembunuhan Arya.
(shf)
Lihat Juga :