Gubernur Jakarta Canangkan Integrasi Lapangan Banteng dan Gedung AA Maramis
Jum'at, 11 Juli 2025 - 16:48 WIB
loading...
Gubernur Jakarta Pramono Anung mencanangkan penataan integrasi Lapangan Banteng dengan Gedung AA Maramis di Lapangan Banteng Sisi Timur, Jakarta Pusat. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Jakarta Pramono Anung mencanangkan penataan integrasi Lapangan Banteng dengan Gedung AA Maramis di Lapangan Banteng Sisi Timur, Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2025). Pencanangan dilakukan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Penataan ini bertujuan untuk mengintegrasikan ruang hijau antara Lapangan Banteng dan kawasan gedung AA Maramis sebagai kerangka kerja pembentukan kawasan heritage Jakarta (Formal-Heritage District). Dengan penataan ini diharapkan dapat menciptakan ruang publik baru di Jakarta.
Baca juga: Buka Taman Jakarta 24 Jam, Pramono Terinspirasi dari London
"Pencanangan ini, bagi saya pribadi, apabila ruang publik semakin banyak di Jakarta, itu akan membuat Jakarta menjadi jauh lebih menarik Bu Menteri. Lapangan Banteng ini sudah kami buka 24 jam sekarang ini dan respons publik yang awalnya penuh dengan kebimbangan, keraguan, apakah betul ini akan membuat masyarakat merasa enjoy di tempat ini, justru menjadi antusias," ujar Pramono.
Dia mengungkapkan bahwa antusiasme warga yang berkunjung ke Lapangan Banteng terlihat ketika gelaran acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 Kota Jakarta pada 22 Juni lalu. Kala itu, sekitar 15.000 warga hadir menikmati rangkaian acara yang dihelat di Lapangan Banteng.
"Sekali-sekali, Bu Menteri Pariwisata maupun Bu Menteri Keuangan datang ke sini pada malam hari, masyarakat luar biasa antusias. Bahkan, baru pertama kali, HUT Jakarta yang ke-498 kemarin, yang selama ini kalau nggak di Monas, di Ancol, diadakan di sini. Saya baru tahu, air mancurnya itu bagus. Orang yang hadir kurang lebih 15.000, duduk dengan rapi dan acara berjalan dengan baik," ujarnya.
Baca juga: Meriah, Warga Antusias Hadiri Puncak HUT ke-498 Jakarta di Lapangan Banteng Jakpus
Pramono menjelaskan penataan integrasi ini merupakan wujud kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Kementerian Keuangan RI, menggunakan pembiayaan non-APBD melalui kompensasi pelampauan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB) oleh Bank JTrust Indonesia. Pelaksanaan kegiatan penataan ini akan dimulai pada Juli 2025 dan ditargetkan selesai Maret 2026.
"Kami sudah membiasakan diri untuk membangun tanpa APBD, termasuk di tempat ini. Kami berharap, nantinya masyarakat dapat memanfaatkan ruang publik baru ini dan merawatnya bersama," tandasnya.
Sementara itu, Sri Mulyani, menjelaskan, Gedung AA Maramis saat ini dikelola oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).yang diharapkan dapat mengelola barang milik negara secara optimal. Termasuk menggunakan setiap aset negara, baik tanah maupun gedung, untuk menciptakan nilai tambah dan manfaat secara sosial, ekonomi, serta kultural.
“Kita juga sering meng-introduce, karena Kementerian Keuangan (memiliki) prinsip the highest and the best use dari pemanfaatan aset negara termasuk aset gedung AA Maramis ini,” tutur Sri Mulyani.
Desain yang akan diterapkan di koridor antara Lapangan Banteng dan kawasan Gedung AA Maramis memungkinkan terciptanya zona integrasi yang tidak hanya menghubungkan dua titik bersejarah. Tetapi juga menghidupkan kawasan sebagai ruang kota yang aktif, edukatif, dan ramah bagi pejalan kaki. Dengan demikian, integrasi kawasan ini tidak semata bersifat fisik, melainkan juga membangun kembali hubungan manusia dengan ruang sejarah.
Lebih dari itu, desain kawasan akan memprioritaskan pejalan kaki sebagai pengguna utama ruang kota. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah konsep woonerf atau shared street yaitu sistem jalan yang menghapus batas kaku antara kendaraan dan pejalan kaki.
Penataan ini bertujuan untuk mengintegrasikan ruang hijau antara Lapangan Banteng dan kawasan gedung AA Maramis sebagai kerangka kerja pembentukan kawasan heritage Jakarta (Formal-Heritage District). Dengan penataan ini diharapkan dapat menciptakan ruang publik baru di Jakarta.
Baca juga: Buka Taman Jakarta 24 Jam, Pramono Terinspirasi dari London
"Pencanangan ini, bagi saya pribadi, apabila ruang publik semakin banyak di Jakarta, itu akan membuat Jakarta menjadi jauh lebih menarik Bu Menteri. Lapangan Banteng ini sudah kami buka 24 jam sekarang ini dan respons publik yang awalnya penuh dengan kebimbangan, keraguan, apakah betul ini akan membuat masyarakat merasa enjoy di tempat ini, justru menjadi antusias," ujar Pramono.
Dia mengungkapkan bahwa antusiasme warga yang berkunjung ke Lapangan Banteng terlihat ketika gelaran acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 Kota Jakarta pada 22 Juni lalu. Kala itu, sekitar 15.000 warga hadir menikmati rangkaian acara yang dihelat di Lapangan Banteng.
"Sekali-sekali, Bu Menteri Pariwisata maupun Bu Menteri Keuangan datang ke sini pada malam hari, masyarakat luar biasa antusias. Bahkan, baru pertama kali, HUT Jakarta yang ke-498 kemarin, yang selama ini kalau nggak di Monas, di Ancol, diadakan di sini. Saya baru tahu, air mancurnya itu bagus. Orang yang hadir kurang lebih 15.000, duduk dengan rapi dan acara berjalan dengan baik," ujarnya.
Baca juga: Meriah, Warga Antusias Hadiri Puncak HUT ke-498 Jakarta di Lapangan Banteng Jakpus
Pramono menjelaskan penataan integrasi ini merupakan wujud kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Kementerian Keuangan RI, menggunakan pembiayaan non-APBD melalui kompensasi pelampauan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB) oleh Bank JTrust Indonesia. Pelaksanaan kegiatan penataan ini akan dimulai pada Juli 2025 dan ditargetkan selesai Maret 2026.
"Kami sudah membiasakan diri untuk membangun tanpa APBD, termasuk di tempat ini. Kami berharap, nantinya masyarakat dapat memanfaatkan ruang publik baru ini dan merawatnya bersama," tandasnya.
Sementara itu, Sri Mulyani, menjelaskan, Gedung AA Maramis saat ini dikelola oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).yang diharapkan dapat mengelola barang milik negara secara optimal. Termasuk menggunakan setiap aset negara, baik tanah maupun gedung, untuk menciptakan nilai tambah dan manfaat secara sosial, ekonomi, serta kultural.
“Kita juga sering meng-introduce, karena Kementerian Keuangan (memiliki) prinsip the highest and the best use dari pemanfaatan aset negara termasuk aset gedung AA Maramis ini,” tutur Sri Mulyani.
Desain yang akan diterapkan di koridor antara Lapangan Banteng dan kawasan Gedung AA Maramis memungkinkan terciptanya zona integrasi yang tidak hanya menghubungkan dua titik bersejarah. Tetapi juga menghidupkan kawasan sebagai ruang kota yang aktif, edukatif, dan ramah bagi pejalan kaki. Dengan demikian, integrasi kawasan ini tidak semata bersifat fisik, melainkan juga membangun kembali hubungan manusia dengan ruang sejarah.
Lebih dari itu, desain kawasan akan memprioritaskan pejalan kaki sebagai pengguna utama ruang kota. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah konsep woonerf atau shared street yaitu sistem jalan yang menghapus batas kaku antara kendaraan dan pejalan kaki.
(shf)
Lihat Juga :