Polda Metro Jaya Ambil Alih Penyelidikan Tewasnya Diplomat Kemlu, Kapolda: Mungkin Seminggu Lagi Selesai
Jum'at, 11 Juli 2025 - 07:21 WIB
loading...
Kasus tewasnya diplomat muda Kemlu Arya Daru Pangayunan (ADP) masih menjadi misteri. Penanganan kasus itu pun diambil alih Polda Metro Jaya dari Polsek Metro Menteng. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Kasus tewasnya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan (ADP) masih menjadi misteri. Penanganan kasus itu pun diambil alih Polda Metro Jaya dari Polsek Metro Menteng.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto memperkirakan kesimpulan penyebab tewasnya ADP bakal rampung pekan depan. "Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan," ujarnya di Indonesia Arena Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis (10/7/2025).
Baca juga: Terekam CCTV, Ini Aktivitas Terakhir Diplomat Kemlu sebelum Ditemukan Tewas
Pihaknya akan melakukan uji digital forensik terhadap ponsel korban. Dengan begitu, polisi dapat menelusuri jejak komunikasi ADP sebelum tewas.
Selain ponsel, pihaknya juga akan memeriksa laptop ADP. Karyoto menyebut hasil digital forensik ditargetkan rampung dalam sepekan ke depan.
"Bukti-bukti yang ada perlu dipelajari oleh forensik baik CCTV kemudian hasil autopsi dan juga termasuk digital. Digital itu dari laptop dan lain-lain. Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan," katanya.
Sebelumnya diberitakan, warga Menteng, Jakarta Pusat, dikejutkan penemuan sesosok mayat pria di indekos Jalan Gondangdia Kecil, Selasa, 8 Juli 2025. Yang mengerikan, kepala korban ditemukan dalam kondisi terbungkus lakban.
Kasus kematian ADP hingga saat ini masih menyisakan banyak tanya. Korban ditemukan tewas dengan kepala dan wajah terlilit lakban di dalam kamar kosnya.
Lokasi kos tempat ADP tinggal terbilang senyap dan tidak ramai penghuni, meskipun berada di jantung ibu kota. Lingkungan sekitar kos juga didominasi penghuni keluarga, bukan tempat indekos yang padat atau ramai aktivitas harian.
Berdasarkan penelusuran, hanya terdapat 3 kamera pengawas (CCTV) di lokasi. Dua mengarah ke area luar parkiran dan satu ke lorong penginapan. Namun, tidak ada CCTV yang langsung mengarah ke dalam pintu kamar korban yang menyulitkan proses identifikasi siapa saja yang keluar masuk.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto memperkirakan kesimpulan penyebab tewasnya ADP bakal rampung pekan depan. "Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan," ujarnya di Indonesia Arena Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis (10/7/2025).
Baca juga: Terekam CCTV, Ini Aktivitas Terakhir Diplomat Kemlu sebelum Ditemukan Tewas
Pihaknya akan melakukan uji digital forensik terhadap ponsel korban. Dengan begitu, polisi dapat menelusuri jejak komunikasi ADP sebelum tewas.
Selain ponsel, pihaknya juga akan memeriksa laptop ADP. Karyoto menyebut hasil digital forensik ditargetkan rampung dalam sepekan ke depan.
"Bukti-bukti yang ada perlu dipelajari oleh forensik baik CCTV kemudian hasil autopsi dan juga termasuk digital. Digital itu dari laptop dan lain-lain. Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan," katanya.
Sebelumnya diberitakan, warga Menteng, Jakarta Pusat, dikejutkan penemuan sesosok mayat pria di indekos Jalan Gondangdia Kecil, Selasa, 8 Juli 2025. Yang mengerikan, kepala korban ditemukan dalam kondisi terbungkus lakban.
Kasus kematian ADP hingga saat ini masih menyisakan banyak tanya. Korban ditemukan tewas dengan kepala dan wajah terlilit lakban di dalam kamar kosnya.
Lokasi kos tempat ADP tinggal terbilang senyap dan tidak ramai penghuni, meskipun berada di jantung ibu kota. Lingkungan sekitar kos juga didominasi penghuni keluarga, bukan tempat indekos yang padat atau ramai aktivitas harian.
Berdasarkan penelusuran, hanya terdapat 3 kamera pengawas (CCTV) di lokasi. Dua mengarah ke area luar parkiran dan satu ke lorong penginapan. Namun, tidak ada CCTV yang langsung mengarah ke dalam pintu kamar korban yang menyulitkan proses identifikasi siapa saja yang keluar masuk.
(jon)
Lihat Juga :