Kedigdayaan Gajah Mada di Kerajaan Majapahit yang Tak Tergantikan

Jum'at, 11 Juli 2025 - 06:45 WIB
loading...
Kedigdayaan Gajah Mada...
Kerajaan Majapahit goyah ditinggalkan Mahapatih Gajah Mada. Sosok Gajah Mada memang tak diragukan lagi ketika mengisi jabatan mahapatih Majapahit. Foto: Ist
A A A
Kerajaan Majapahit goyah ditinggalkan Mahapatih Gajah Mada . Sosok Gajah Mada memang tak diragukan lagi ketika mengisi jabatan mahapatih Majapahit. Ketika Gajah Mada mengundurkan diri, Majapahit kesulitan mencari penggantinya.

Beragam urusan yang harus dikerjakan sebagai pembantu raja menjadi faktor sulitnya mengemban jabatan mahapatih. Sepeninggal Gajah Mada ada beberapa jabatan yang sebelumnya dirangkap Gajah Mada dibagi ke beberapa pejabat di Kerajaan Majapahit.

Baca juga: Misteri dan Penyebab Kematian Mahapatih Gajah Mada

Memang semasa Gajah Mada semua urusan mahapatih kerajaan memajukan Majapahit dia lakukan seorang diri. Sebagaimana dikutip dari buku "Gajah Mada Sistem Politik dan Kepemimpinan" karya Enung Nurhayati, kepemimpinan Gajah Mada telah mengantarkan dia menjadi seorang ahli politik yang bijaksana baik politik pemerintahan maupun politik peperangan.

Bukti kemahiran Gajah Mada dalam bidang politik pemerintahan adalah sangat terasa sekali setelah Gajah Mada wafat. Kedudukan Gajah Mada merupakan one man government atau pemerintahan satu manusia dalam pelaksanaan program pemerintahan Majapahit tidak bisa digantikan oleh pejabat lain.

Hasilnya ada beberapa jabatan Gajah Mada yang harus dibagikan ke beberapa pejabat. Di posisi pejabat pertama yakni posisi weddramantri yang diemban Empu Tandi yang seorang arya. Kedua, Empu Nala yang terpilih sebagai tumenggung mancanagara atau wakil mahkota.

Empu Nala terkenal sebagai pahlawan perang yang menghargai jasa dan menghukum kejahatan. Dia pernah menaklukkan Dompo di Nusa Tenggara.

Selanjutnya, Majapahit melantik Sri Nata Krewarddhana dan Wikramawardana, masing-masing ayah dan ipar Hayam Wuruk terpilih sebagai dharmadhyaksa atau ketua Mahkamah Agung yang dibantu oleh 7 upapati atau pembantu mahkamah.

Jabatan Gajah Mada asalnya juga meliputi mahkamah, karena dia mewakili Sri Nata. Raja adalah hakim yang paling tinggi dalam negeri.

Jabatan berikutnya yang dilantik yakni Patih Dami. Dia terpilih sebagai yuwamantri atau menteri muda yang bertugas mengurus seluk beluk dalam keraton. Bisa diistilahkan bahwa fungsi ini semacam kepala rumah tangga keraton.

Pejabat keenam yang dilantik yakni Empu Singa yang dipilih sebagai menteri yang bertugas mengawasi segala perintah Sri Nata. Boleh dikatakan fungsinya sebagai sekretaris negeri yang harus mengedarkan segala perintah baginda kepada semua yang berkepentingan.

Pekerjaan yang demikian dilakukan patih sebagai orang yang tinggi dalam pemerintahan setelah raja. Maka itu, Majapahit mengangkat 6 menteri sebagai pengganti Gajah Mada.

Pelantikan 6 pejabat pengganti Gajah Mada ini menunjukkan bahwa fungsi dan peran Gajah Mada sebagai patih meliputi segala bidang. Hal ini membuktikan bahwa Gajah Mada memiliki sifat pemimpin yang naya. Sifat naya berarti pribadi yang bijaksana, penuh kearifan, dan memiliki siasat serta taktik.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Harmonisasi Majapahit...
Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja
Kisah Raja Tribhuwana...
Kisah Raja Tribhuwana Tunggadewi Mempercayakan Perempuan Memimpin di Majapahit
Tiga Saran Gayatri Wujudkan...
Tiga Saran Gayatri Wujudkan Sumpah Palapa Gajah Mada
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih...
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih Pertama Kerajaan Majapahit yang Jago Siasat Perang
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Berita Terkini
Pabrik Karet di Tangerang...
Pabrik Karet di Tangerang Kebakaran Sejak Semalam, Sudah 9 Jam Api Masih Berkobar
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Diserahkan ke Kejaksaan Hari Ini
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved