Begini Skema Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali
Selasa, 08 Juli 2025 - 07:32 WIB
loading...
KMP Tunu Pratama Jaya sesaat sebelum tenggelam di Selat Bali. Foto: ASDP Ketapang Banyuwangi/Ist
A
A
A
BANYUWANGI - Skema pengangkatan diduga bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali disiapkan. Namun, sebelumnya tim pencari gabungan fokus mendeteksi objek di bawah laut yang diduga bangkai kapal.
Pencarian ini melibatkan dua kapal canggih KRI Fanildo 732 dan KRI Spica 934 yang dilengkapi sonar, magnetometer, dan side scan sonar.
Baca juga: Basarnas Ungkap 31 Penumpang KMP Tunu Pratama Selamat karena Pakai Pelampung
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Ribut Eko Suyanto menyatakan tim saat ini berusaha mendeteksi objek diduga kuat bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Lokasinya berada sekitar 100 yard atau kurang lebih 1 km dari titik dilaporkannya KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam, yang kini berusaha diselami tim bawah laut.
"SRU (Search and Rescue Unit) underwater diturunkan untuk menyisir titik Lokasi Kecelakaan Kapal (LKK) dalam radius 1.000 yard dari titik awal," ujar Ribut di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Senin (7/7/2025).
Teknologi dari dua kapal yang dikerahkan turut membantu operasi pencarian sehingga mampu memetakan dasar laut secara visual. Hal ini guna memastikan keberadaan objek kapal tenggelam di bawah permukaan laut.
Jika objek kapal berhasil diidentifikasi, tim akan memasang tanda penanda atau floating mark di lokasi. Data posisi akan dicatat untuk rencana lanjutan yakni pengangkatan bangkai kapal jika memungkinkan.
Di sisi lain, tim penyelam yang lolos pemeriksaan kesehatan awal mulai mempersiapkan penyelaman jika kondisi bawah laut mendukung. Para penyelam ini juga masih menunggu hasil analisis cuaca dan kondisi arus perairan demi keselamatan tim juga.
"Operasi penyelaman baru bisa dilakukan setelah kami memiliki data lengkap tentang kontur dasar laut dan arus perairan," kata Ribut.
Pihaknya juga akan melapor ke pemerintah pusat jika objek tersebut dipastikan KMP Tunu Pratama Jaya. Pengangkatan akan diusulkan sesuai regulasi International Maritime Organization (IMO).
Diberitakan, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali, Kamis (3/7/2025). Diduga KMP Tunu Pratama Jaya mengalami kebocoran mesin kapal.
Total 53 penumpang dalam manifes dan 12 kru kapal yang bertugas. Kapal itu juga mengangkut 22 kendaraan berbagai macam jenis.
Hingga Senin (7/7/2025) malam sebanyak 38 orang ditemukan, di mana 30 orang dinyatakan selamat, 8 orang tewas, serta sisanya 27 orang masih dalam pencarian.
Pencarian ini melibatkan dua kapal canggih KRI Fanildo 732 dan KRI Spica 934 yang dilengkapi sonar, magnetometer, dan side scan sonar.
Baca juga: Basarnas Ungkap 31 Penumpang KMP Tunu Pratama Selamat karena Pakai Pelampung
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Ribut Eko Suyanto menyatakan tim saat ini berusaha mendeteksi objek diduga kuat bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Lokasinya berada sekitar 100 yard atau kurang lebih 1 km dari titik dilaporkannya KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam, yang kini berusaha diselami tim bawah laut.
"SRU (Search and Rescue Unit) underwater diturunkan untuk menyisir titik Lokasi Kecelakaan Kapal (LKK) dalam radius 1.000 yard dari titik awal," ujar Ribut di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Senin (7/7/2025).
Teknologi dari dua kapal yang dikerahkan turut membantu operasi pencarian sehingga mampu memetakan dasar laut secara visual. Hal ini guna memastikan keberadaan objek kapal tenggelam di bawah permukaan laut.
Jika objek kapal berhasil diidentifikasi, tim akan memasang tanda penanda atau floating mark di lokasi. Data posisi akan dicatat untuk rencana lanjutan yakni pengangkatan bangkai kapal jika memungkinkan.
Di sisi lain, tim penyelam yang lolos pemeriksaan kesehatan awal mulai mempersiapkan penyelaman jika kondisi bawah laut mendukung. Para penyelam ini juga masih menunggu hasil analisis cuaca dan kondisi arus perairan demi keselamatan tim juga.
"Operasi penyelaman baru bisa dilakukan setelah kami memiliki data lengkap tentang kontur dasar laut dan arus perairan," kata Ribut.
Pihaknya juga akan melapor ke pemerintah pusat jika objek tersebut dipastikan KMP Tunu Pratama Jaya. Pengangkatan akan diusulkan sesuai regulasi International Maritime Organization (IMO).
Diberitakan, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali, Kamis (3/7/2025). Diduga KMP Tunu Pratama Jaya mengalami kebocoran mesin kapal.
Total 53 penumpang dalam manifes dan 12 kru kapal yang bertugas. Kapal itu juga mengangkut 22 kendaraan berbagai macam jenis.
Hingga Senin (7/7/2025) malam sebanyak 38 orang ditemukan, di mana 30 orang dinyatakan selamat, 8 orang tewas, serta sisanya 27 orang masih dalam pencarian.
(jon)
Lihat Juga :