Tim SAR Lanjutkan Pencarian Puluhan Korban KMP Tunu Pratama Jaya
Senin, 07 Juli 2025 - 09:23 WIB
loading...
Pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Surabaya melanjutkan operasi SAR hari keenam untuk mencari korban kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali, tepatnya di Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Operasi SAR pada Senin (7/7/2025) ini melibatkan kekuatan besar dari berbagai unsur dengan total 1.022 personel dan puluhan alat utama (alut) dan alut potensi.
Menurut laporan yang diterima Kepala Basarnas dan tembusan Pimti Madya & Pratama, rencana operasi SAR (Ren Ops SAR) H.6 difokuskan pada tiga sektor pencarian: udara, laut, dan darat.
Satu tim pencarian udara (SRU 1) akan menggunakan helikopter HR-3606 dengan rute Banyuwangi-Sasak-Bulusa-Sasak-Banyuwangi. Area pencarian udara meliputi koordinat yang spesifik, mencakup sebagian besar wilayah perairan Selat Bali.
Baca Juga: Arahan Khusus Gibran di Posko Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya
Sektor laut dibagi menjadi sembilan SRU (SRU 1 hingga SRU 9), melibatkan berbagai kapal dan perahu karet dari Basarnas, TNI AL, Polairud, dan instansi terkait lainnya. Armada laut yang dikerahkan antara lain RIB Banyuwangi, RBB Banyuwangi, RIB Jembrana, KRI Tongkol, RIB Polairud Banyuwangi, RIB 01 Buleleng, KN SAR Permadi, Patkamla Payaman, RIB 104 Tactical Bali, KN SAR Arjuna, KP Bima 7014 Polairud, RIB 103 Alligator Bali, KN Chundamani, KN Grantin, KRI Teluk Ende, KAL Sambulungan, KP Tj Rening Jembrana, KP Hiu Macan Tutul 02, KRI Marlin 877, KP Pulau Fanildo 732, dan KRI Spica 934. Setiap SRU memiliki area pencarian laut yang telah ditentukan berdasarkan koordinat geografis.
Sementara itu Tim pencarian darat (SRU 3) akan melakukan pemantauan menyeluruh di sepanjang wilayah pesisir Ketapang dan Gilimanuk. Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam sektor darat dikoordinir oleh masing-masing pimpinan satuan kerja/organisasi.
Apabila korban ditemukan, mereka akan dievakuasi ke RSUD Negara Jembrana dan RSUD Blambangan Banyuwangi untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga saat ini, dari total 65 orang yang berada di KMP Tunu Pratama Jaya, data korban yang berhasil diidentifikasi adalah 30 orang selamat, 8 meninggal dunia, dan 27 orang dalam pencarian. Selain itu, terdapat dua orang yang belum teridentifikasi.
Manifes kapal menunjukkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 53 penumpang dan 12 kru kapal, serta 22 unit kendaraan.
Operasi SAR ini melibatkan kolaborasi dari berbagai instansi, baik dari pusat maupun daerah. Total personel yang terlibat mencapai 1.022 orang, didukung oleh alut utama seperti helikopter HR 3606, KN SAR Permadi, KN SAR Arjuna, serta berbagai jenis RIB, alkom, dan peralatan pendukung water rescue serta medis.
Selain itu, alut potensi juga dikerahkan, termasuk kapal-kapal milik perusahaan, kapal-kapal KSOP, kapal tunda, kapal patroli, helikopter, ambulans dari berbagai instansi, hingga perahu nelayan setempat.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan hujan-berawan dengan arah angin dari Barat Laut dan kecepatan angin 13-17 knot. Tinggi gelombang berkisar antara 0,5-2 meter. Arah arus permukaan bergerak ke Barat Daya dengan kecepatan 0,33 knot, sementara arus kedalaman 25 meter bergerak ke Tenggara dengan kecepatan 1,22 knot. Suhu udara berada di kisaran 26°-27° Celcius.
Operasi SAR akan terus berlangsung dengan fokus maksimal untuk menemukan korban yang masih dalam pencarian dan memberikan penanganan terbaik bagi seluruh korban.
Menurut laporan yang diterima Kepala Basarnas dan tembusan Pimti Madya & Pratama, rencana operasi SAR (Ren Ops SAR) H.6 difokuskan pada tiga sektor pencarian: udara, laut, dan darat.
Satu tim pencarian udara (SRU 1) akan menggunakan helikopter HR-3606 dengan rute Banyuwangi-Sasak-Bulusa-Sasak-Banyuwangi. Area pencarian udara meliputi koordinat yang spesifik, mencakup sebagian besar wilayah perairan Selat Bali.
Baca Juga: Arahan Khusus Gibran di Posko Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya
Sektor laut dibagi menjadi sembilan SRU (SRU 1 hingga SRU 9), melibatkan berbagai kapal dan perahu karet dari Basarnas, TNI AL, Polairud, dan instansi terkait lainnya. Armada laut yang dikerahkan antara lain RIB Banyuwangi, RBB Banyuwangi, RIB Jembrana, KRI Tongkol, RIB Polairud Banyuwangi, RIB 01 Buleleng, KN SAR Permadi, Patkamla Payaman, RIB 104 Tactical Bali, KN SAR Arjuna, KP Bima 7014 Polairud, RIB 103 Alligator Bali, KN Chundamani, KN Grantin, KRI Teluk Ende, KAL Sambulungan, KP Tj Rening Jembrana, KP Hiu Macan Tutul 02, KRI Marlin 877, KP Pulau Fanildo 732, dan KRI Spica 934. Setiap SRU memiliki area pencarian laut yang telah ditentukan berdasarkan koordinat geografis.
Sementara itu Tim pencarian darat (SRU 3) akan melakukan pemantauan menyeluruh di sepanjang wilayah pesisir Ketapang dan Gilimanuk. Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam sektor darat dikoordinir oleh masing-masing pimpinan satuan kerja/organisasi.
Apabila korban ditemukan, mereka akan dievakuasi ke RSUD Negara Jembrana dan RSUD Blambangan Banyuwangi untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga saat ini, dari total 65 orang yang berada di KMP Tunu Pratama Jaya, data korban yang berhasil diidentifikasi adalah 30 orang selamat, 8 meninggal dunia, dan 27 orang dalam pencarian. Selain itu, terdapat dua orang yang belum teridentifikasi.
Manifes kapal menunjukkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 53 penumpang dan 12 kru kapal, serta 22 unit kendaraan.
Operasi SAR ini melibatkan kolaborasi dari berbagai instansi, baik dari pusat maupun daerah. Total personel yang terlibat mencapai 1.022 orang, didukung oleh alut utama seperti helikopter HR 3606, KN SAR Permadi, KN SAR Arjuna, serta berbagai jenis RIB, alkom, dan peralatan pendukung water rescue serta medis.
Selain itu, alut potensi juga dikerahkan, termasuk kapal-kapal milik perusahaan, kapal-kapal KSOP, kapal tunda, kapal patroli, helikopter, ambulans dari berbagai instansi, hingga perahu nelayan setempat.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan hujan-berawan dengan arah angin dari Barat Laut dan kecepatan angin 13-17 knot. Tinggi gelombang berkisar antara 0,5-2 meter. Arah arus permukaan bergerak ke Barat Daya dengan kecepatan 0,33 knot, sementara arus kedalaman 25 meter bergerak ke Tenggara dengan kecepatan 1,22 knot. Suhu udara berada di kisaran 26°-27° Celcius.
Operasi SAR akan terus berlangsung dengan fokus maksimal untuk menemukan korban yang masih dalam pencarian dan memberikan penanganan terbaik bagi seluruh korban.
(zik)
Lihat Juga :