Dukung UMKM Naik Kelas, PBA Gelar Turnamen Golf dan Pameran
Minggu, 06 Juli 2025 - 21:58 WIB
loading...
Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia. Foto/Ist
A
A
A
TANGERANG - Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia. Kali ini dengan menggelar kegiatan bertajuk Golf Tournament & UMKM Exhibition dengan tema “Rise to The Challenge 2025: One Swing, One Dream, MSME Goes Global” di Imperial Klub Golf Lippo Karawaci, Tangerang, pada Sabtu, 5 Juli 2025.
Turnamen golf ini diikuti oleh 19 UMKM yang memamerkan produk mereka, serta 144 golfer dari berbagai kalangan dan pemangku kebijakan.
Baca juga: HUT ke-2 Perkumpulan Bumi Alumni Teken MoU Terkait UMKM
Menurut Ketua Dewan Pembina PBA, Bambang Soesatyo, kegiatan ini merupakan upaya yang sangat positif untuk menghubungkan pelaku UMKM dengan berbagai stakeholder dan pengusaha besar.
Bambang menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang mampu membuka jaringan bagi pelaku UMKM, sehingga mereka dapat "naik kelas" dan memperluas pasar.
"Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan inspirasi bagi organisasi lainnya. Dalam setiap kegiatan yang kami lakukan, kami selalu berusaha melibatkan UMKM untuk membantu mereka berkembang," ujar Bambang Soesatyo.
Ketua Umum PBA dan Ambassador World Union Small Medium Enterprise (WUSME) untuk Indonesia, Ary Zulfikar menambahkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk membuka akses pasar bagi pelaku UMKM. Ia menekankan pentingnya koneksi antara UMKM dan stakeholder sebagai solusi atas kendala yang sering dihadapi, yaitu terbatasnya akses pasar.
Baca juga: 50 RT di Jakarta Diterjang Banjir, Cawang Terendam 2,6 Meter
“Permasalahan utama yang dihadapi oleh UMKM adalah terbatasnya akses pasar. Lewat turnamen golf ini, kami membuka kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produk mereka ke masyarakat luas, serta mempertemukan mereka dengan pihak-pihak yang dapat membantu pengembangan usaha mereka,” jelas Ary.
Selain itu, PBA juga mengelola platform digital untuk mendukung UMKM. Ary menyebutkan bahwa saat ini PBA sudah membina sekitar 1.600 pelaku UMKM dan membuka peluang bagi semua pihak, baik alumni universitas maupun pelaku UMKM lainnya, untuk bergabung.
“Selain itu, kami juga fokus pada literasi keuangan dan pembiayaan, sehingga UMKM tidak merasa seperti 'anak tiri' dalam perekonomian. UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita, dan kami berupaya untuk memberikan dukungan penuh kepada mereka,” tambah Ary.
Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Penggerak UMKM PBA, Dewi Tenty Septi Artiany menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai pembinaan, terutama dalam mengoptimalkan penggunaan media sosial untuk pemasaran produk.
Pihaknya juga mengajarkan anggota UMKM bagaimana membuat kemasan produk yang menarik serta cara menulis caption yang efektif untuk menarik minat pembeli di media sosial.
“Media sosial adalah platform yang sangat potensial untuk memasarkan produk. Kami ajarkan para anggota bagaimana membuat konten yang menarik dan caption yang bisa menjadi magnet bagi calon pembeli,” ujar Dewi.
Lebih lanjut, Dewi menyoroti masalah legalitas yang sering dihadapi pelaku UMKM. Dengan banyaknya anggota PBA yang berprofesi sebagai pengacara, notaris, dan profesional hukum lainnya, maka pihaknya siap memberikan dukungan hukum kepada para pelaku UMKM.
“Apabila ada masalah terkait perizinan atau kendala hukum lainnya, kami memiliki banyak anggota yang berkompeten di bidang hukum yang siap membantu. Kami pastikan UMKM tidak akan kesulitan dalam menghadapi masalah hukum,” tegas Dewi.
Dengan adanya kegiatan ini, PBA berharap dapat terus memberikan dampak positif bagi UMKM dan mendorong pertumbuhannya ke arah yang lebih profesional dan global.
Turnamen golf ini diikuti oleh 19 UMKM yang memamerkan produk mereka, serta 144 golfer dari berbagai kalangan dan pemangku kebijakan.
Baca juga: HUT ke-2 Perkumpulan Bumi Alumni Teken MoU Terkait UMKM
Menurut Ketua Dewan Pembina PBA, Bambang Soesatyo, kegiatan ini merupakan upaya yang sangat positif untuk menghubungkan pelaku UMKM dengan berbagai stakeholder dan pengusaha besar.
Bambang menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang mampu membuka jaringan bagi pelaku UMKM, sehingga mereka dapat "naik kelas" dan memperluas pasar.
"Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan inspirasi bagi organisasi lainnya. Dalam setiap kegiatan yang kami lakukan, kami selalu berusaha melibatkan UMKM untuk membantu mereka berkembang," ujar Bambang Soesatyo.
Ketua Umum PBA dan Ambassador World Union Small Medium Enterprise (WUSME) untuk Indonesia, Ary Zulfikar menambahkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk membuka akses pasar bagi pelaku UMKM. Ia menekankan pentingnya koneksi antara UMKM dan stakeholder sebagai solusi atas kendala yang sering dihadapi, yaitu terbatasnya akses pasar.
Baca juga: 50 RT di Jakarta Diterjang Banjir, Cawang Terendam 2,6 Meter
“Permasalahan utama yang dihadapi oleh UMKM adalah terbatasnya akses pasar. Lewat turnamen golf ini, kami membuka kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produk mereka ke masyarakat luas, serta mempertemukan mereka dengan pihak-pihak yang dapat membantu pengembangan usaha mereka,” jelas Ary.
Selain itu, PBA juga mengelola platform digital untuk mendukung UMKM. Ary menyebutkan bahwa saat ini PBA sudah membina sekitar 1.600 pelaku UMKM dan membuka peluang bagi semua pihak, baik alumni universitas maupun pelaku UMKM lainnya, untuk bergabung.
“Selain itu, kami juga fokus pada literasi keuangan dan pembiayaan, sehingga UMKM tidak merasa seperti 'anak tiri' dalam perekonomian. UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita, dan kami berupaya untuk memberikan dukungan penuh kepada mereka,” tambah Ary.
Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Penggerak UMKM PBA, Dewi Tenty Septi Artiany menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai pembinaan, terutama dalam mengoptimalkan penggunaan media sosial untuk pemasaran produk.
Pihaknya juga mengajarkan anggota UMKM bagaimana membuat kemasan produk yang menarik serta cara menulis caption yang efektif untuk menarik minat pembeli di media sosial.
“Media sosial adalah platform yang sangat potensial untuk memasarkan produk. Kami ajarkan para anggota bagaimana membuat konten yang menarik dan caption yang bisa menjadi magnet bagi calon pembeli,” ujar Dewi.
Lebih lanjut, Dewi menyoroti masalah legalitas yang sering dihadapi pelaku UMKM. Dengan banyaknya anggota PBA yang berprofesi sebagai pengacara, notaris, dan profesional hukum lainnya, maka pihaknya siap memberikan dukungan hukum kepada para pelaku UMKM.
“Apabila ada masalah terkait perizinan atau kendala hukum lainnya, kami memiliki banyak anggota yang berkompeten di bidang hukum yang siap membantu. Kami pastikan UMKM tidak akan kesulitan dalam menghadapi masalah hukum,” tegas Dewi.
Dengan adanya kegiatan ini, PBA berharap dapat terus memberikan dampak positif bagi UMKM dan mendorong pertumbuhannya ke arah yang lebih profesional dan global.
(shf)
Lihat Juga :