Inflasi Tahunan Jakarta Lebih Tinggi Dibandingkan Nasional, Ini Penyebabnya
Sabtu, 05 Juli 2025 - 18:08 WIB
loading...
Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Ricky P Gozali mengungkapkan inflasi Juni 2025 bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau; transportasi; pendidikan dan perawatan pribadi; serta jasa lainnya. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Inflasi tahunan DKI Jakarta mencatatkan lebih tinggi dibandingkan nasional. Jakarta tercatat memiliki inflasi tahunan sebesar 2,07 persen, sementara nasional hanya 1,87 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Ricky P Gozali mengungkapkan inflasi jakarta sebesar 0,13% (mtm), setelah bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar -0,24% (mtm).
Baca juga: Kenaikan Harga Makanan pada Maret Picu Inflasi Jakarta
“Inflasi Juni 2025 terutama bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau; kelompok transportasi; kelompok pendidikan dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya,” ujar Ricky, Kamis (3/7/2025).
Sementara itu, deflasi terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga menyebabkan inflasi tak terlampau jauh.
Meningkatnya inflasi terjadi bersumber dari kenaikan tarif angkutan udara dan tarif kendaraan roda dua online akibat meningkatnya permintaan di tengah momen Hari Raya Iduladha, libur panjang akhir pekan, dan libur sekolah.
Beruntung penurunan harga komoditas bensin seiring penyesuaian harga BBM nonsubsidi serta penurunan tarif angkutan laut dan tarif jalan tol sejalan dengan kebijakan stimulus pemerintah menahan laju inflasi.
Ricky menilai belum tingginya inflasi Jakarta Juni 2025 tertahan oleh deflasi pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang mengalami deflasi. Termasuk sinergi, kolaborasi, serta koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jakarta yang berjalan baik membuat inflasi tidak melaju tinggi.
“Penyelenggaraan pasar murah dan program pangan bersubsidi baik reguler maupun tematik seperti bazar Jakarta berkah belanja murah oleh Pemprov Jakarta dan BUMD pangan Jakarta dalam rangka HUT ke-498 Jakarta menjadi bagian upaya menekan inflasi,” ujar Ricky.
Selain itu, penguatan urban farming Jakarta, perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), program contract farming dan edukasi diversifikasi pangan olahan oleh BI Jakarta dalam rangkaian Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2025 menjadi beragam strategi mengendalikan inflasi.
“Ke depan, sinergi antara Pemprov dengan Bank Indonesia serta seluruh stakeholder terkait yang tergabung dalam TPID Jakarta akan terus diperkuat untuk memastikan strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) dapat berjalan baik dan efektif, utamanya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP),” ungkapnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, inflasi Jakarta pada 2025 diharapkan tetap terjaga dalam sasaran
2,5 ≤ 1% (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Ricky P Gozali mengungkapkan inflasi jakarta sebesar 0,13% (mtm), setelah bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar -0,24% (mtm).
Baca juga: Kenaikan Harga Makanan pada Maret Picu Inflasi Jakarta
“Inflasi Juni 2025 terutama bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau; kelompok transportasi; kelompok pendidikan dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya,” ujar Ricky, Kamis (3/7/2025).
Sementara itu, deflasi terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga menyebabkan inflasi tak terlampau jauh.
Meningkatnya inflasi terjadi bersumber dari kenaikan tarif angkutan udara dan tarif kendaraan roda dua online akibat meningkatnya permintaan di tengah momen Hari Raya Iduladha, libur panjang akhir pekan, dan libur sekolah.
Beruntung penurunan harga komoditas bensin seiring penyesuaian harga BBM nonsubsidi serta penurunan tarif angkutan laut dan tarif jalan tol sejalan dengan kebijakan stimulus pemerintah menahan laju inflasi.
Ricky menilai belum tingginya inflasi Jakarta Juni 2025 tertahan oleh deflasi pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang mengalami deflasi. Termasuk sinergi, kolaborasi, serta koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jakarta yang berjalan baik membuat inflasi tidak melaju tinggi.
“Penyelenggaraan pasar murah dan program pangan bersubsidi baik reguler maupun tematik seperti bazar Jakarta berkah belanja murah oleh Pemprov Jakarta dan BUMD pangan Jakarta dalam rangka HUT ke-498 Jakarta menjadi bagian upaya menekan inflasi,” ujar Ricky.
Selain itu, penguatan urban farming Jakarta, perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), program contract farming dan edukasi diversifikasi pangan olahan oleh BI Jakarta dalam rangkaian Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2025 menjadi beragam strategi mengendalikan inflasi.
“Ke depan, sinergi antara Pemprov dengan Bank Indonesia serta seluruh stakeholder terkait yang tergabung dalam TPID Jakarta akan terus diperkuat untuk memastikan strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) dapat berjalan baik dan efektif, utamanya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP),” ungkapnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, inflasi Jakarta pada 2025 diharapkan tetap terjaga dalam sasaran
2,5 ≤ 1% (yoy).
(jon)
Lihat Juga :