Ombudsman Ultimatum SMAN 1 Rangkasbitung terkait SPMB

Sabtu, 05 Juli 2025 - 14:47 WIB
loading...
Ombudsman Ultimatum...
Sejumlah orang tua murid di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengeluhkan SPMB di SMA Negeri 1 Rangkasbitung. Foto/Fariz Abdullah
A A A
RANGKASBITUNG - Sejumlah orang tua murid di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengeluhkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di SMA Negeri 1 Rangkasbitung. Mereka kecewa lantaran prosesnya diduga terdapat kecurangan.

Mereka menilai proses SPMB yang digaungkan bakal transparan ternyata malah menimbulkan kecurigaan dan kejanggalan. Selama proses pendaftaran hingga penutupan via jalur Domisili di SMA Negeri 1 Rangkasbitung para calon siswa yang memiliki rata-rata nilai 83-84 terdepak dalam proses rangking.

Baca juga: Protes Emak-emak di Lebak soal SPMB SMAN 1 Rangkasbitung

Namun, setelah pengumuman hasil akhir terdapat calon siswa yang memiliki nilai rata-rata rapot 79 dinyatakan lulus seleksi. Kejanggalan juga terjadi pada kuota penerimaan. Di mana semulanya hanya tercantum 64 orang saat pengumuman berubah menjadi 79 orang.



Menanggapi hal tersebut, Ombudsman Provinsi Banten memberikan beberapa catatan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Banten mengenai keriuhan yang terjadi selama SPMB Provinsi Banten tahun 2025.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Banten, Fadli Fadli Afriadi mengatakan keriuhan yang terjadi pada SPMB Banten 2025 ini karena kurangnya sosialisasi dan transparansi pemerintah dalam prosesnya.

"Kita sudah kasih masukan agar Dindik membuat pengaduan jangan hanya cuma di web chat, kan ngga mungkin orang tua jauh-jauh dari Rangkasbitung ke Serang," kata Fadli saat dihubungi, Sabtu (5/7/2025).

Baca juga: DPRD Banten Panggil Dinas Pendidikan dan Sekolah soal SPMB SMAN 1 Rangkasbitung

Selain itu, menurut Fadli, Ombudsman juga menyayangkan kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap proses SPMB ini sehingga masyarakat masih banyak bertanya-tanya.

Dia juga menduga adanya penambahan kuota secara tiba-tiba di jalur domisili pada SPMB SMAN 1 Rangkasbitung merupakan limpahan dari formasi Afirmasi yang tidak terisi secara maksimal.

"Mungkin itu Afirmasi yang tidak penuh jadi dialihkan ke Domisili. Tapi ini adalah risiko ketika pemerintah memutuskan untuk melaksanakan prosesnya secara tertutup, kalau transparan dan sosialisasi nya optimal orang tua murid pasti akan paham dan bisa berhitung kalau kuota afirmasi dialihkan kesini, sayangnya itu tertutup jadi peringkat tidak ketahuan,"katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli juga meminta agar pemerintah memastikan proses SPMB di SMAN 1 Rangkasbitung tidak diwarnai kecurangan.

"Ini harus dijelaskan oleh pemerintah dan dipastikan tidak ada kecurangan," tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bupati dan Wakil Lebak...
Bupati dan Wakil Lebak Sepakat Damai, Fokus Kerja untuk Rakyat
Santunan Yatim-Dhuafa...
Santunan Yatim-Dhuafa saat Ramadan, Ombudsman Tekankan Semangat Kebaikan dan Kebersamaan
Pelatihan UMKM Bikin...
Pelatihan UMKM Bikin Olahan Emping Kekinian di Lebak, Sandiaga Uno: Buka Lapangan Kerja
Peduli Masyarakat, DPD...
Peduli Masyarakat, DPD Partai Perindo Lebak Gelar Khitanan Massal
TNI-Polri di Lebak Kompak...
TNI-Polri di Lebak Kompak Patroli Gabungan Bikin Suasana Aman dan Kondusif
HUT Ke-43, ACC Dorong...
HUT Ke-43, ACC Dorong Pemerataan Pendidikan di Pelosok
Majelis Etik Ombudsman...
Majelis Etik Ombudsman Minta Hery Susanto Mundur
Majelis Etik Ombudsman:...
Majelis Etik Ombudsman: Pimpinan Periode 2021-2026 Disebut Paling Buruk dan Bermasalah
Majelis Etik Ombudsman...
Majelis Etik Ombudsman Tunggu Pembelaan Tertulis Hery Susanto
Rekomendasi
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved