Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Selat Bali
Jum'at, 04 Juli 2025 - 19:31 WIB
loading...
Proses pencarian korban kapal tenggelam di Selat Bali oleh Tim SAR gabungan. Foto/Basarnas
A
A
A
BANYUWANGI - Proses pencarian KMP Tunu Pratama Jaya hari kedua di Selat Bali, terus diperluas. Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan memperluas area pencarian sebanyak 28 orang korban kapal tenggelam di Selat Bali yang masih dinyatakan hilang.
Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, Kesiapsiagaan Basarnas Laksamana Pertama Ribut Eko Suyanto menyatakan, hari kedua tenggelamnya Kapal Tunu, tim SAR gabungan melakukan pencarian korban dengan mengoptimalkan alat utama operasi SAR.
Pencarian juga melibatkan tiga helikopter dan pesawat terbang, yang menyisir area Selat Bali hingga ke selatan. "Operasi SAR baik laut, udara, maupun darat untuk efektivitas pencarian dan pertolongan," kata Ribut Eko Suyanto di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (4/7/2025).
Baca juga: TNI Kerahkan Kekuatan Laut dan Udara Cari 30 Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya
Operasi pencarian yang melibatkan tim gabungan ini juga menggunakan Kapal Negara (KN) Permadi, dan Kapal Negara (KN) Arjuna, serta beberapa kapal SAR lainnya. Bahkan tim pencari juga mengerahkan sejumlah penyelam yang akan mencari beberapa titik, yang diduga ada korban.
"Malam hari tim SAR gabungan juga melakukan pencarian menggunakan KN SAR Permadi dan KN SAR Arjuna, serta beberapa kapal SAR lainnya yang fleksibilitinya lebih cepat sehingga tidak mengganggu penyeberangan rute Ketapang-Gilimanuk," ungkapnya.
Baca juga: 6 Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Diserahkan ke Keluarga, Ini Identitasnya
Sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya sekitar pukul 00.15 WITA pada Kamis, 3 Juli 2025 muncul kode merah dari tim operator Pelabuhan Gilimanuk dan salah satu nahkoda kapal lain, terhadap. KMP Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal.
Sekitar pukul 00.19 WITA KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan mengalami black out alias insiden di tengah laut. Total ada sebanyak 53 penumpang dalam manifes, dan 12 kru kapal yang bertugas. Kapal itu juga membawa 22 kendaraan berbagai macam jenis.
Dari total jumlah penumpang tersebut, hingga Jumat siang (4/7/2025), sudah ada 31 orang yang dinyatakan selamat, enam orang ditemukan meninggal, dan 28 orang masih dalam tahap pencarian.
Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, Kesiapsiagaan Basarnas Laksamana Pertama Ribut Eko Suyanto menyatakan, hari kedua tenggelamnya Kapal Tunu, tim SAR gabungan melakukan pencarian korban dengan mengoptimalkan alat utama operasi SAR.
Pencarian juga melibatkan tiga helikopter dan pesawat terbang, yang menyisir area Selat Bali hingga ke selatan. "Operasi SAR baik laut, udara, maupun darat untuk efektivitas pencarian dan pertolongan," kata Ribut Eko Suyanto di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (4/7/2025).
Baca juga: TNI Kerahkan Kekuatan Laut dan Udara Cari 30 Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya
Operasi pencarian yang melibatkan tim gabungan ini juga menggunakan Kapal Negara (KN) Permadi, dan Kapal Negara (KN) Arjuna, serta beberapa kapal SAR lainnya. Bahkan tim pencari juga mengerahkan sejumlah penyelam yang akan mencari beberapa titik, yang diduga ada korban.
"Malam hari tim SAR gabungan juga melakukan pencarian menggunakan KN SAR Permadi dan KN SAR Arjuna, serta beberapa kapal SAR lainnya yang fleksibilitinya lebih cepat sehingga tidak mengganggu penyeberangan rute Ketapang-Gilimanuk," ungkapnya.
Baca juga: 6 Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Diserahkan ke Keluarga, Ini Identitasnya
Sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya sekitar pukul 00.15 WITA pada Kamis, 3 Juli 2025 muncul kode merah dari tim operator Pelabuhan Gilimanuk dan salah satu nahkoda kapal lain, terhadap. KMP Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal.
Sekitar pukul 00.19 WITA KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan mengalami black out alias insiden di tengah laut. Total ada sebanyak 53 penumpang dalam manifes, dan 12 kru kapal yang bertugas. Kapal itu juga membawa 22 kendaraan berbagai macam jenis.
Dari total jumlah penumpang tersebut, hingga Jumat siang (4/7/2025), sudah ada 31 orang yang dinyatakan selamat, enam orang ditemukan meninggal, dan 28 orang masih dalam tahap pencarian.
(cip)
Lihat Juga :