Mengenal Dua Tantra, Ritual yang Membuat Raja Singasari Tewas saat Pesta Miras

Kamis, 03 Juli 2025 - 06:55 WIB
loading...
Mengenal Dua Tantra,...
Kertanagara Raja Singasari konon dihabisi oleh pasukan Jayakatwang dari Kediri saat pesta minuman keras (miras). Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Kertanagara Raja Singasari konon dihabisi oleh pasukan Jayakatwang dari Kediri saat pesta minuman keras (miras). Pesta miras itu dijadikan bagian dari ritual yang dianut oleh Sang Raja, dan beberapa pejabat Istana Singasari.

Menariknya ritual pesta miras itu juga disaksikan oleh pendeta Siwa Buddha. Konon hal ini jadi bagian dari upacara memuja Bhairawa yang dilakukan para penganut Tantrayana. Beberapa pendapat ada dua jalur Tantrayana yang dianut saat itu.

Dua jalur besar yakni Tantra kiri atau pangiwan dan Tantra kanan atau panengen. Dua basan atau kemanunggalan, yaitu mencapai tingkatan tertinggi yang disebut nirguna-tantra, suatu keadaan di mana tidak ada lagi identitas individual dan semuanya lebur dalam Kesadaran Semesta yang sunya atau suwung.

Baca juga: Adityawarman Menteri Senior Keturunan Singasari di Era Raja Majapahit Tribhuwana Tunggadewi Berkuasa

Dikutip dari buku "Pararaton : Biografi Para Raja Singhasari - Majapahit", jalur pertama yaitu Tantra Kiri, sering dianggap sesat oleh sebagian orang, karena praktik-praktik ritualnya yang lebih erotis dan berusaha me-naklukkan hal-hal sensual dengan cara radikal. Cara-cara demikian bertujuan untuk mencapai kemanunggalan dengan lebih dulu menaklukkan rasa takut dalam diri.

Oleh karena itu, praktik Tantra Kiri sering pula berhubungan dengan hal-hal yang menyeramkan, misalnya ritual dilaksanakan di kuburan. Adapun istilah yang digunakan untuk menyebut praktik ritual Tantra Kiri ialah Pañcamakalapūjā, yaitu lima cara untuk mencapai sensasi rohani menuju puncak penyatuan mistik, meliputi mada, yaitu menenggak minuman keras sepuasnya, matsya, makan ikan sepuasnya.

Baca juga: Kesalahan Strategi Perang Bikin 600 Prajurit Kerajaan Singasari Dihabisi Ribuan Tentara Kediri

Kemudian ketiga yakni mudra, melakukan gerakan tangan (mudra) mistik sepuasnya, keempat mamsa, memakan daging sepuasnya, dan kelima maithuna, melakukan hubungan seksual sepuasnya. Berbekal lima cara di atas, para pelaku Tantra Kiri berusaha melampaui segala "rasa" dengan cara "menikmati sepuasnya", hingga mencapai titik jenuh, sehingga tiada lagi hasrat untuk melakukannya.

Namun demikian, Pañcamakalapūjā harus dilakukan dengan aturan-aturan khusus, tidak bisa dilakukan sembarangan. Sementara jalur kedua yakni Tantra kanan yang menggunakan pendekatan tapa, brata, yoga, dan semadi. Laku demikian lebih bertujuan untuk mencapai pembebasan dengan cara pengekangan atau pengendalian diri secara ketat.

Bagi pelaku Tantra Kanan, pengekangan diri dilakukan dengan "operasi indrawi", yaitu mengelola ketertarikan indra-indra terhadap objek eksternal, karena itu bisa menjadi penghalang untuk memperoleh pencerahan. Lima cara yang dilakukan penekun Tantra Kanan disebut dengan istilah Pañcamakārapūjā, yaitu ritual lebih mengarah pada hal-hal yang bersifat filosofis.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Roy Suryo Pakai Kaus...
Roy Suryo Pakai Kaus Bertuliskan Raja Jawa saat Jadi Saksi Sidang Ijazah Jokowi di PN Surakarta
Raja Singasari Kertanagara...
Raja Singasari Kertanagara Pencetus Penyatuan Nusantara yang Gemar Jalankan Ritual Tantrayana
Kecantikan Istri Kelima...
Kecantikan Istri Kelima Pendiri Kerajaan Majapahit yang Diistimewakan Raden Wijaya
Kisah Utang Budi Raja...
Kisah Utang Budi Raja Majapahit hingga Munculnya Sumpah Gajah Mada
Candi Jago Malang, Bangunan...
Candi Jago Malang, Bangunan Era Singasari Jadi Saksi Raja Majapahit Satukan Dua Agama
Kisah Pengkhianatan...
Kisah Pengkhianatan Jayakatwang kepada Kertanagara untuk Kembalikan Kerajaan Kediri
Tenggak Miras Oplosan!...
Tenggak Miras Oplosan! 4 Orang Warga di Bogor Tewas
Makam Raja Haus Kekuasaan...
Makam Raja Haus Kekuasaan yang Jahatnya Melebihi Firaun Ditemukan
Bahlil Bilang Raja Jawa...
Bahlil Bilang Raja Jawa Sosok Mengerikan, Mahfud MD: Tidak Seperti Itu
Rekomendasi
Usulan Bikin Rokok Murah...
Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved