Dilantik, Gea Hermansyah Resmi Pimpin DPD Bamus Suku Betawi 1982 Jakarta Pusat
Minggu, 29 Juni 2025 - 15:04 WIB
loading...
Gea Hermansyah resmi memimpin DPD Bamus Suku Betawi 1982 Jakarta Pusat untuk periode 2025–2030. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bamus Suku Betawi 1982 Jakarta Pusat resmi dilantik untuk periode 2025–2030. Pelantikan digelar di The Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu, 28 Juni 2025.
Gea Hermansyah, aktivis nasional berdarah Betawi yang cukup dikenal di lingkaran tokoh dan politisi Ibu Kota, dipercaya memimpin roda organisasi tersebut selama lima tahun ke depan.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP Bamus Suku Betawi 1982, Haji Zainuddin atau yang akrab disapa Haji Oding, dan turut dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Wali Kota Jakarta Pusat, perwakilan ormas Betawi, organisasi kepemudaan, serta ormas Islam.
Baca juga: Pramono Siapkan Program Betawi Bangkit Jakarta Berbudaya
Dalam kesempatan itu, Gea Hermansyah menekankan komitmennya menjalankan amanah untuk memajukan serta melestarikan kebudayaan Betawi. Gea juga menyinggung perlunya perlindungan hak-hak masyarakat Betawi dalam konteks politik dan pemerintahan, serta menyuarakan kepentingan warga Betawi dalam proses pembangunan di Jakarta.
“DPD Bamus Suku Betawi 1982 Jakarta Pusat akan menjadi wadah memperjuangkan aspirasi masyarakat Betawi, termasuk dalam pengembangan ekonomi dan pendidikan,” ujar Gea, Minggu (29/6/2025).
Baca juga: MH Thamrin dan Ismail Marzuki, 2 Tokoh Betawi yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Gea menambahkan, kegiatan ini diikuti lebih dari 150 peserta selain dari internal juga berasal dari organisasi kemahasiswaan hingga Karang Taruna. “Kami ingin menegaskan bamus Betawi adalah organisasi yang terbuka, inklusif, dan egaliter,” ujarnya.
Seperti diketahui, saat ini banyak warga Betawi yang terpinggirkan secara ekonomi dan kultural dari pusat kekuasaan di tanah kelahirannya sendiri. Acara pelantikan juga dirangkaikan dengan diskusi publik bertema Kepemimpinan Pemuda dan Perempuan Betawi.
DPD Bamus Suku Betawi 1982 Jakarta Pusat di bawah kepemimpinan Gea Hermansyah diharapkan tidak hanya piawai dalam seremoni dan retorika, tetapi juga mampu menjawab tantangan riil warga Betawi: dari ketimpangan sosial-ekonomi, eksklusi budaya, hingga keterbatasan ruang hidup di tengah desakan modernisasi Ibu Kota.
Gea Hermansyah, aktivis nasional berdarah Betawi yang cukup dikenal di lingkaran tokoh dan politisi Ibu Kota, dipercaya memimpin roda organisasi tersebut selama lima tahun ke depan.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP Bamus Suku Betawi 1982, Haji Zainuddin atau yang akrab disapa Haji Oding, dan turut dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Wali Kota Jakarta Pusat, perwakilan ormas Betawi, organisasi kepemudaan, serta ormas Islam.
Baca juga: Pramono Siapkan Program Betawi Bangkit Jakarta Berbudaya
Dalam kesempatan itu, Gea Hermansyah menekankan komitmennya menjalankan amanah untuk memajukan serta melestarikan kebudayaan Betawi. Gea juga menyinggung perlunya perlindungan hak-hak masyarakat Betawi dalam konteks politik dan pemerintahan, serta menyuarakan kepentingan warga Betawi dalam proses pembangunan di Jakarta.
“DPD Bamus Suku Betawi 1982 Jakarta Pusat akan menjadi wadah memperjuangkan aspirasi masyarakat Betawi, termasuk dalam pengembangan ekonomi dan pendidikan,” ujar Gea, Minggu (29/6/2025).
Baca juga: MH Thamrin dan Ismail Marzuki, 2 Tokoh Betawi yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Gea menambahkan, kegiatan ini diikuti lebih dari 150 peserta selain dari internal juga berasal dari organisasi kemahasiswaan hingga Karang Taruna. “Kami ingin menegaskan bamus Betawi adalah organisasi yang terbuka, inklusif, dan egaliter,” ujarnya.
Seperti diketahui, saat ini banyak warga Betawi yang terpinggirkan secara ekonomi dan kultural dari pusat kekuasaan di tanah kelahirannya sendiri. Acara pelantikan juga dirangkaikan dengan diskusi publik bertema Kepemimpinan Pemuda dan Perempuan Betawi.
DPD Bamus Suku Betawi 1982 Jakarta Pusat di bawah kepemimpinan Gea Hermansyah diharapkan tidak hanya piawai dalam seremoni dan retorika, tetapi juga mampu menjawab tantangan riil warga Betawi: dari ketimpangan sosial-ekonomi, eksklusi budaya, hingga keterbatasan ruang hidup di tengah desakan modernisasi Ibu Kota.
(cip)
Lihat Juga :