Momen Jayanagara Raja Majapahit Pecat Pejabat Strategis Istana Akibat Gagal Kendalikan Konflik Internal

Minggu, 22 Juni 2025 - 08:38 WIB
loading...
Momen Jayanagara Raja...
Raja Jayanagara direpotkan dengan sejumlah pemberontakan di awal-awal ketika ia menjabat di Kerajaan Majapahit. Foto/Ilustrasi/SindoNews
A A A
Raja Jayanagara direpotkan dengan sejumlah pemberontakan di awal-awal ketika ia menjabat di Kerajaan Majapahit . Friksi dan konflik internal istana sudah menjadi suguhan pemandangan yang nyaris dihadapi sang raja muda itu.

Jayanagara, raja kedua Majapahit itu memang naik tahta dengan beberapa catatan minor. Pasalnya, Jayanagara harus menghadapi permusuhan dua wangsa yang cukup kuat di internal Majapahit.

Kedua wangsa yakni Wangsa Sinelir yang juga melatarbelakangi Jayanagara, dengan Wangsa Rajasa, yang menjadi latarbelakang pendiri Majapahit Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardhana. Peristiwa penyerangan Lamajang dan pembunuhan Mpu Nambi, mahapatih pertama Majapahit membuat pendukung Wangsa Rajasa terus merongrong dan berusaha memberikan perlawanan bagi Jayanagara.

Baca juga: Kisah Raden Wijaya Temukan Gayatri yang Hilang usai Serangan Jayakatwang



Pemberontakan Ra Kuti menjadi upaya pertama yang dihadapi Jayanagara, selanjutnya beberapa pergolakan politik membuat internal keamanan Kerajaan Majapahit begitu tergoncang. Mansur Hidayat, pada buku "Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru" mengisahkan pemerintahan Raja Jayanagara dan Wangsa Sinelir yang mendukungnya dibuat kerepotan dan tidak mampu lagi menampung kekuatan Wangsa Rajasa.

Bahkan Jayanagara kian tak mendapat simpati dari masyarakat Majapahit. Kakawin Pararaton menjelaskan bagaimana mahapatih pengganti Mpu Nambi yang bernama Dyah Halayuda dianggap gagal menjalankan tugasnya dan bertanggung jawab atas munculnya pemberontakan yang terus bermunculan, sampai mengancam jiwa Jayanagara.

Bahkan, Prasasti Sidateka mengemukakan Dyah Halayuda akhirnya diturunkan dari jabatannya sebagai Mahapatih Majapahit, setelah empat sampai lima tahun dari peristiwa pemberontakan Kuti terjadi. Konon dipecatnya jabatan Dyah Halayuda dari Mahapatih Majapahit tak lepas dari ketidakberhasilannya menyetabilkan kondisi internal di Kerajaan Majapahit.

Dyah Halayuda dianggap sebagai pembuat fitnah dan kerusakan politik Majapahit sehingga selain hukuman pemecatan, Dyah Halayuda juga dihukum oleh Jayanagara. Perseteruan antar wangsa kuat di Kerajaan Majapahit memang paling menyita perhatian Raja Jayanagara, karena Wangsa Rajasa yang merupakan saingan politiknya tetap mampu bertahan meskipun banyak pendukungnya sudah berguguran.

Konon Dyah Halayuda menjadi salah satu tumbal yang disebabkan perseteruan dua wangsa, yang mewakili dua kekuatan besar di Kerajaan Majapahit. Bahkan perlawanan itu juga hadir dari orang-orang terdekat Raja Jayanagara seperti dharmaputra sejumlah tujuh orang, yang salah satu di antaranya adalah Ra Kuti dan Ra Tanca.

Pemberontakan Ra Kuti sukses ditumpas oleh Gajah Mada, tetapi Majapahit gagal menumpas pemberontakan dari dharmaputra yang merupakan pendukung Wangsa Rajasa. Setelah itu, Ra Tanca yang merupakan tabib atau dokter istana Majapahit berhasil membunuh Jayanagara saat tengah mengobati sang raja.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
3 Potret Karya Ivan...
3 Potret Karya Ivan Gunawan di New York Fashion Week 2023, Terinspirasi Kerajaan Majapahit
Rekomendasi
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Klasemen Peringkat Ketiga...
Klasemen Peringkat Ketiga Terbaik di Piala Dunia 2026: Senegal Jaga Asa
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Mozilla Corporation...
Mozilla Corporation Pecat 250 Karyawan Akibat Kesulitan Keuangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved