Polda Banten Jadwalkan Pemanggilan Oknum Anggota DPRD Cilegon Diduga Terlibat Demo
Sabtu, 21 Juni 2025 - 18:28 WIB
loading...
Polda Banten menjadwalkan pemanggilan terhadap sejumlah oknum anggota DPRD Kota Cilegon yang terlibat dalam aksi demonstrasi bersama Ormas dan LSM. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
A
A
A
BANTEN - Polda Banten telah menjadwalkan pemanggilan terhadap sejumlah oknum anggota DPRD Kota Cilegon. Pemanggilan tersebut diduga terkait keterlibatan oknum anggota Dewan tersebut dalam aksi demonstrasi bersama Ormas dan LSM pada Sabtu 7 Juni 2025 lalu.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Didik Hariyanto membenarkan terkait pemanggilan sejumlah oknum anggota DPRD Kota Cilegon.
Baca juga: Diduga Minta Jatah Proyek, 4 Oknum DPRD Kota Cilegon Dikecam
Didik mengatakan, pemanggilan tersebut dijadwalkan akan dilakukan pekan depan.
"Minggu depan dijadwalkan pemanggilan," kata Didik saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (21/6/2025).
Didik menjelaskan, pemanggilan tersebut dalam rangka penyelidikan keterlibatan sejumlah oknum anggota DPRD Kota Cilegon dalam aksi unjuk rasa di PT Lotte Chemical (LCI).
Diketahui, ada lima anggota DPRD Kota Cilegon yang diduga terlibat dalam aksi demonstrasi di PT LCI. Kelima oknum anggota DPRD Kota Cilegon tersebut yakni SB, FMR, BR, AR, dan AJ.
Baca juga: Astaga! Prostitusi Online di Cilegon Sehari Layani 9-11 Pria Hidung Belang
"Penyelidikan," ujarnya singkat.
Sebelumnya, mahasiswa di Banten mengecam oknum anggota DPRD Kota Cilegon yang diduga terlibat praktik meminta jatah proyek, khususnya terkait limbah pabrik atau scrab.
Hal itu muncul setelah video viral yang memperlihatkan 4 oknum dewan terlibat dalam kegiatan bersama sejumlah LSM dan ormas.
"Kami mahasiswa di Banten mengecam keras tindakan 4 oknum anggota DPRD Kota Cilegon yang diduga meminta jatah proyek. Hal ini jelas mencoreng integritas lembaga legislatif dan mengganggu sistem yang seharusnya dibangun atas dasar profesionalitas dan kompetensi," ujar Bento, perwakilan mahasiswa Banten, Jumat (13/6/2025).
Mahasiswa menyoroti indikasi keterlibatan anggota DPRD dalam urusan proyek merupakan bentuk penyimpangan yang sangat serius.
“Dampaknya jelas. Ini menciptakan ketidakpastian dan ketidakpercayaan investor terhadap iklim investasi di Kota Cilegon. Kalau begini, siapa yang mau berinvestasi kalau sistemnya saja tidak sehat?” tegasnya.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Didik Hariyanto membenarkan terkait pemanggilan sejumlah oknum anggota DPRD Kota Cilegon.
Baca juga: Diduga Minta Jatah Proyek, 4 Oknum DPRD Kota Cilegon Dikecam
Didik mengatakan, pemanggilan tersebut dijadwalkan akan dilakukan pekan depan.
"Minggu depan dijadwalkan pemanggilan," kata Didik saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (21/6/2025).
Didik menjelaskan, pemanggilan tersebut dalam rangka penyelidikan keterlibatan sejumlah oknum anggota DPRD Kota Cilegon dalam aksi unjuk rasa di PT Lotte Chemical (LCI).
Diketahui, ada lima anggota DPRD Kota Cilegon yang diduga terlibat dalam aksi demonstrasi di PT LCI. Kelima oknum anggota DPRD Kota Cilegon tersebut yakni SB, FMR, BR, AR, dan AJ.
Baca juga: Astaga! Prostitusi Online di Cilegon Sehari Layani 9-11 Pria Hidung Belang
"Penyelidikan," ujarnya singkat.
Sebelumnya, mahasiswa di Banten mengecam oknum anggota DPRD Kota Cilegon yang diduga terlibat praktik meminta jatah proyek, khususnya terkait limbah pabrik atau scrab.
Hal itu muncul setelah video viral yang memperlihatkan 4 oknum dewan terlibat dalam kegiatan bersama sejumlah LSM dan ormas.
"Kami mahasiswa di Banten mengecam keras tindakan 4 oknum anggota DPRD Kota Cilegon yang diduga meminta jatah proyek. Hal ini jelas mencoreng integritas lembaga legislatif dan mengganggu sistem yang seharusnya dibangun atas dasar profesionalitas dan kompetensi," ujar Bento, perwakilan mahasiswa Banten, Jumat (13/6/2025).
Mahasiswa menyoroti indikasi keterlibatan anggota DPRD dalam urusan proyek merupakan bentuk penyimpangan yang sangat serius.
“Dampaknya jelas. Ini menciptakan ketidakpastian dan ketidakpercayaan investor terhadap iklim investasi di Kota Cilegon. Kalau begini, siapa yang mau berinvestasi kalau sistemnya saja tidak sehat?” tegasnya.
(shf)
Lihat Juga :