Kehebatan Prajurit Jayakatwang Kediri Melawan Gempuran Pasukan China, Singasari, dan Madura

Sabtu, 21 Juni 2025 - 15:20 WIB
loading...
Kehebatan Prajurit Jayakatwang...
Penguasa Kediri Jayakatwang dikepung dan diserang gabungan tiga pasukan. Pasukan gabungan dari Raden Wijaya, Arya Wiraraja, dan Tartar Mongol China dibuat kerepotan dengan prajurit Kerajaan Kediri. Foto: Ist
A A A
PENGUASA Kediri Jayakatwang dikepung dan diserang gabungan tiga pasukan. Pasukan gabungan dari Raden Wijaya, Arya Wiraraja, dan Tartar Mongol China dibuat kerepotan dengan prajurit Kerajaan Kediri. Pertempuran yang awalnya diprediksi mudah ternyata di luar perkiraan.

Tiga pasukan itu menyerang Jayakatwang yang baru saja menghancurkan kekuatan Singasari di bawah Raja Kertanagara yang tak lain mertua Raden Wijaya. Taktik balas dendam coba dilakukan Raden Wijaya ke Jayakatwang setelah menghancurkan Singasari.

Baca juga: Momen Raden Wijaya Mengatur Strategi Bersama Gayatri dengan Mengelabui Jayakatwang

Kebetulan saat itu Jayakatwang baru saja menghancurkan Kerajaan Singasari di bawah kepemimpinan Kertanagara yang juga merupakan mertua Raden Wijaya. Namun, kekuatan pasukan Jayakatwang ternyata benar-benar mengejutkan.

Jayakatwang telah menyiapkan 100 kapal lebih. Di ibu kota Kediri, pasukan Jayakatwang sudah bersiap dengan kekuatan hingga 100.000 orang. Jumlah ini tergolong cukup banyak dan kuat sejak kekuatan Kediri di bawah Kertajaya diruntuhkan Ken Arok.

Pertempuran pertama dimulai di hulu Sungai Mas di mana kekuatan Kediri yang terdiri dari 100 kapal dapat dilumpuhkan dan kapal-kapalnya disita. Sebagaimana dikutip dari "Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru" dari Mansur Hidayat, pasukan Kediri sebagian besar yang melarikan diri ke induk pasukan yang berada di Kediri.

Ternyata di ibu kota kerajaan kekuatan pasukan cukup besar. Hal ini yang tak diprediksi oleh Raden Wijaya dan dua pemimpin pasukan baik dari Mongol dan Madura. Pasukan Jayakatwang berusaha mempertahankan kotanya.

Pada 19 Maret 1293 tiga pasukan Mongol bertemu di pinggiran Kota Kediri untuk menyusun strategi serangan yang sangat menentukan. Pada 20 Maret 1293, pagi hari terdengarlah suara kentongan bertalu-talu pertanda perang antara pasukan Mongol dan pasukan Kediri dimulai.

Serangan besar-besaran itu berlangsung sampai 3 kali karena pasukan Kediri sudah siap berperang habis-habisan mempertahankan kotanya. Kebo Mundarang, Panglet, dan Kebo Rubuh yang menjaga Kota Kediri dari sebelah timur berhadapan dengan pasukan Mongol yang dibantu pasukan Madura dan Majapahit.

Pertempuran masih berlangsung sampai sore di mana tentara Kediri mulai terdesak dan kocar-kacir. Beberapa ribu prajurit Kediri yang melarikan diri terjun ke Sungai Brantas dan 50.000 prajurit terbunuh.

Pada pertempuran tersebut, Panglet gugur oleh Lembu Sora, Kebo Rubuh dibunuh oleh Nambi, dan Kebo Mundarang dikalahkan Ranggalawe.

Melihat kekuatan Kediri yang mulai terdesak Raja Jayakatwang ke luar bertempur menuju arah utara dengan bersenjata perisai. Akhirnya Raja Kediri ini terkepung dan tertangkap oleh pasukan Mongol untuk kemudian ditawan pada sore harinya.

Sementara itu, sisa pasukan Kediri sudah kocar-kacir, salah satu putra Jayakatwang melarikan diri ke pegunungan yang ada di sekitar Kediri. Kau Hsing, komandan pasukan Mongol lalu ditugaskan melakukan pengejaran pangeran ini dengan disertai 10.000 pasukannya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Nadiem Sambut Pengembalian...
Nadiem Sambut Pengembalian 4 Arca yang 3 Abad Disimpan di Belanda
Setelah 3 Abad di Belanda,...
Setelah 3 Abad di Belanda, Satu Arca Candi Singosari Kembali ke Tanah Air
Posisi Arca Dwarapala...
Posisi Arca Dwarapala Peninggalan Kerajaan Singasari Bergeser, BPCB Lakukan Ekskavasi
Rekomendasi
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Berita Terkini
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved