Momen Raden Wijaya Mengatur Strategi Bersama Gayatri dengan Mengelabui Jayakatwang

Sabtu, 21 Juni 2025 - 13:26 WIB
loading...
Momen Raden Wijaya Mengatur...
Raden Wijaya bertemu Gayatri setelah penyerbuan Kerajaan Kediri ke Singasari. Gayatri pun menjadi tawanan di Kediri. Beruntung, Jayakatwang tidak mengetahui bahwa Gayatri adalah anak Raja Kertanagara yang dihabisinya. Foto: Ist
A A A
RADEN Wijaya bertemu Gayatri setelah penyerbuan Kerajaan Kediri ke Singasari. Gayatri pun menjadi tawanan di Kediri.

Beruntung, Jayakatwang tidak mengetahui bahwa Gayatri adalah anak Raja Kertanagara yang dihabisinya. Penyamaran dilakukan Gayatri sebagai rakyat biasa agar selamat.

Baca juga: Kekalahan Raden Wijaya Runtuhkan Kekuasaan Raja Kertanegara

Ketika Raden Wijaya yang juga kakak iparnya tahu Gayatri selamat, strategi disusun untuk membebaskannya. Dia menyampaikan pesan khusus melalui urusan yang dimintanya menemui Gayatri demi mengurangi kecurigaan Jayakatwang.

Gayatri juga diberikan pesan bahwa seluruh kakaknya selamat dan berada di Madura saat serangan membabi-buta Kediri ke Kerajaan Singasari. Rasa putus asa yang sempat hadir di Gayatri berubah menjadi semangat dan optimisme.

Dia perlahan-lahan mendukung kakak iparnya supaya membebaskannya dari Daha. Dikutip dari buku "Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit' oleh Earl Drake bahwa Raden Wijaya yang menyerah dan mengaku tunduk ke Jayakatwang berusaha mencuri hati sang penguasa Kediri itu.

Selama berminggu-minggu Raden Wijaya berusaha berlaku santun dan menuruti permintaan Jayakatwang sebagai bagian dari penyerahan dirinya. Namun, misi penyelamatan Gayatri tetap disusun oleh Raden Wijaya.

Selama beberapa minggu, dia menemui Gayatri sebanyak 2 kali. Raden Wijaya lantas beralasan ke Jayakatwang bahwa ingin menentramkan hati kerabat sejumlah petinggi istana yang gugur saat penyerbuan.

Kenyataannya, Raden Wijaya diam-diam memberitahu Gayatri kabarnya selama ini. Lalu, rencananya mendirikan paguyuban baru untuk para pendukung setianya demi menggalang kekuatan.

Awalnya, Gayatri menyimak apa yang dikatakan Raden Wijaya tanpa berkata apa-apa. Namun, dia tak tahan mengajukan banyak pertanyaan tentang siasat jangka pendek, strategi jangka menengah, dan tujuan jangka panjang yang dikejar Raden Wijaya.

Raden Wijaya menatap Gayatri dengan kagum dan perbincangan mereka semakin dalam. Akhirnya, dia mengingatkan Gayatri bahwa tak semestinya mereka kelihatan saling semangat berbicara karena hanya akan memancing desas-desus berbahaya di Daha.

Hati Gayatri senang dan bangga mengetahui bahwa Raden Wijaya tak lagi menganggapnya anak kecil seperti dulu. Raden Wijaya menuturkan bahwa Gayatri adalah putri sejati dari seorang ayah yang sangat dikagumi.

Meski Gayatri tidak menguasai siasat militer dan terlalu yakin bahwa orang lain teguh memegang prinsip seperti dirinya, dia mewarisi kecerdasan ayahnya. Dia haus akan ilmu dan senang berbagi visi untuk menyatukan semua penduduk yang tinggal di pulau-pulau sekitar.

Kesempatan untuk bertemu dan berbincang datang lagi. Kali ini lebih terbuka dan hanya diiringi rekan dekat Raden Wijaya dan pelayan Gayatri. Raden Wijaya menjelaskan niatnya untuk meninggalkan Kediri kapan pun dia bisa keluar dari daerah itu tanpa memancing kecurigaan raja.

Tujuannya memusatkan perhatian pada pembangunan basis rahasia di hutan dengan bantuan Arya Wiraraja. Setelah rencana itu selesai, dia akan mengalihkan perhatiannya ke masalah terkait penyerbuan Mongol yang sudah ada di depan mata sekaligus penggulingan Jayakatwang.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Rekomendasi
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Pancasakti Run 2026:...
Pancasakti Run 2026: Lari Sambil Selamatkan Bumi
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Berita Terkini
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved