1.000 Perempuan Wirausaha di Jateng Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
Jum'at, 13 Juni 2025 - 08:39 WIB
loading...
Sebanyak 1.000 perempuan yang bekerja sebagai wirausaha dan menjadi penggerak ekonomi di Jawa Tengah mengikuti puncak Awarding Night program Women Ecosystem Catalyst (WEC) Season 2 di Semarang. Foto: Ist
A
A
A
SEMARANG - Sebanyak 1.000 perempuan yang bekerja sebagai wirausaha dan menjadi penggerak ekonomi di Jawa Tengah mengikuti puncak Awarding Night program Women Ecosystem Catalyst (WEC) Season 2 di Semarang. Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha UMKM di Jawa Tengah.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh HM Sampoerna Tbk, Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Pemprov Jawa Tengah, dan Perkumpulan Imajinasi Penaja Mula (Impala) ini merupakan bagian dari Payung Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha UMKM.
Baca juga: Pemberdayaan UMKM Perempuan Percepat Pemulihan Ekonomi
Program WEC Season 2 berhasil menjaring lebih dari 1.000 peserta perempuan wirausaha. Melalui pelatihan intensif, pendampingan, dan peluang jejaring, program ini dirancang untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi pengusaha UMKM perempuan di antaranya keterbatasan akses pasar, penggunaan teknologi, pendanaan, dan pengembangan kapasitas usaha.
Inisiatif ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong partisipasi aktif perempuan dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh HM Sampoerna Tbk, Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Pemprov Jawa Tengah, dan Perkumpulan Imajinasi Penaja Mula (Impala) ini merupakan bagian dari Payung Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha UMKM.
Baca juga: Pemberdayaan UMKM Perempuan Percepat Pemulihan Ekonomi
Program WEC Season 2 berhasil menjaring lebih dari 1.000 peserta perempuan wirausaha. Melalui pelatihan intensif, pendampingan, dan peluang jejaring, program ini dirancang untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi pengusaha UMKM perempuan di antaranya keterbatasan akses pasar, penggunaan teknologi, pendanaan, dan pengembangan kapasitas usaha.
Inisiatif ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong partisipasi aktif perempuan dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Lihat Juga :