Mahasiswa Desain Produk Universitas Mercu Buana Gelar Pameran Tugas Akhir
Kamis, 12 Juni 2025 - 17:24 WIB
loading...
Program Studi Desain Produk Universitas Mercu Buana (UMB) kembali menggelar Pameran Tugas Akhir. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Program Studi Desain Produk Universitas Mercu Buana (UMB) kembali menggelar Pameran Tugas Akhir. Kegiatan tersebut bertajuk “Paratext of the Everyday: Desain sebagai Narasi yang Menyertai Kehidupan”.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Innovartion Vol.5, dan menjadi panggung ekspresi akademik mahasiswa tingkat akhir yang menampilkan desain sebagai bentuk narasi yang hidup dalam keseharian.
Sebanyak 16 karya ditampilkan dalam pameran tersebut. Seluruh karya menggambarkan sensitivitas mahasiswa terhadap isu-isu kontemporer seperti gaya hidup, keberlanjutan, edukasi, budaya, serta relasi manusia dengan objek. Tidak hanya menyasar aspek fungsional, masing-masing desain hadir sebagai bentuk narasi visual yang mengiringi dan memperkaya pengalaman hidup sehari-hari.
Baca juga: Lulusan UMB Diharapkan Mampu Menjawab Tantangan Zaman
Rektor Universitas Mercu Buana Andi Adriansyah yang membuka pameran tersebut mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang mampu menghadirkan desain dengan kedalaman konteks sosial dan budaya.
“Desain hari ini bukan sekadar soal bentuk dan fungsi, tetapi juga makna. Ia harus mampu berbicara dalam bahasa yang relevan dengan masyarakatnya,” ujar Andi, Kamis (12/6/2025).
Turut hadir dalam pembukaan acara, Ketua Program Studi Desain Produk, Junaidi Salam, serta Koordinator Tugas Akhir, Vania Aqmarani Sulaiman. Hadir pula jajaran dosen pendamping, seperti Ananta Hari Noorsasetya, Nukke Silvia, Dena Anggita, dan Ali Ramadhan. Selain kalangan internal kampus, pameran juga dihadiri undangan dari industri kreatif dan akademisi lintas kampus.
Baca juga: UMB Perkenalkan Teknologi Desain Mutakhir pada Siswa SMA di Tangerang
Sebagai bagian dari agenda edukatif, digelar pula workshop bertajuk “Operasi Plastik” yang dipandu oleh Sopyan Tri Atmaja, alumnus Desain Produk UMB yang kini aktif sebagai desainer keberlanjutan di Stuffo/Labs.
Workshop ini mengajak peserta untuk mengeksplorasi potensi daur ulang limbah plastik menjadi produk fungsional dan artistik. Stuffo/Labs sendiri dikenal sebagai laboratorium kreatif yang fokus pada pemanfaatan material bekas, khususnya plastik, dalam menciptakan produk yang berkelanjutan.
Melalui pameran ini, desain dihadirkan sebagai parateks—elemen yang memperkaya relasi manusia dengan tubuh, ruang, dan budaya. Di tengah dinamika masyarakat yang terus berubah, karya-karya mahasiswa Desain Produk UMB menawarkan cara pandang baru terhadap objek-objek di sekitar, yang tidak hanya memiliki bentuk dan fungsi, tetapi juga menyimpan narasi yang membentuk kesadaran kita akan kehidupan.
Pameran ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tangan para desainer muda, desain memiliki peran yang lebih dari sekadar estetika. Ia menjadi bahasa yang menyampaikan cerita-cerita kecil yang membentuk dunia sehari-hari
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Innovartion Vol.5, dan menjadi panggung ekspresi akademik mahasiswa tingkat akhir yang menampilkan desain sebagai bentuk narasi yang hidup dalam keseharian.
Sebanyak 16 karya ditampilkan dalam pameran tersebut. Seluruh karya menggambarkan sensitivitas mahasiswa terhadap isu-isu kontemporer seperti gaya hidup, keberlanjutan, edukasi, budaya, serta relasi manusia dengan objek. Tidak hanya menyasar aspek fungsional, masing-masing desain hadir sebagai bentuk narasi visual yang mengiringi dan memperkaya pengalaman hidup sehari-hari.
Baca juga: Lulusan UMB Diharapkan Mampu Menjawab Tantangan Zaman
Rektor Universitas Mercu Buana Andi Adriansyah yang membuka pameran tersebut mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang mampu menghadirkan desain dengan kedalaman konteks sosial dan budaya.
“Desain hari ini bukan sekadar soal bentuk dan fungsi, tetapi juga makna. Ia harus mampu berbicara dalam bahasa yang relevan dengan masyarakatnya,” ujar Andi, Kamis (12/6/2025).
Turut hadir dalam pembukaan acara, Ketua Program Studi Desain Produk, Junaidi Salam, serta Koordinator Tugas Akhir, Vania Aqmarani Sulaiman. Hadir pula jajaran dosen pendamping, seperti Ananta Hari Noorsasetya, Nukke Silvia, Dena Anggita, dan Ali Ramadhan. Selain kalangan internal kampus, pameran juga dihadiri undangan dari industri kreatif dan akademisi lintas kampus.
Baca juga: UMB Perkenalkan Teknologi Desain Mutakhir pada Siswa SMA di Tangerang
Sebagai bagian dari agenda edukatif, digelar pula workshop bertajuk “Operasi Plastik” yang dipandu oleh Sopyan Tri Atmaja, alumnus Desain Produk UMB yang kini aktif sebagai desainer keberlanjutan di Stuffo/Labs.
Workshop ini mengajak peserta untuk mengeksplorasi potensi daur ulang limbah plastik menjadi produk fungsional dan artistik. Stuffo/Labs sendiri dikenal sebagai laboratorium kreatif yang fokus pada pemanfaatan material bekas, khususnya plastik, dalam menciptakan produk yang berkelanjutan.
Melalui pameran ini, desain dihadirkan sebagai parateks—elemen yang memperkaya relasi manusia dengan tubuh, ruang, dan budaya. Di tengah dinamika masyarakat yang terus berubah, karya-karya mahasiswa Desain Produk UMB menawarkan cara pandang baru terhadap objek-objek di sekitar, yang tidak hanya memiliki bentuk dan fungsi, tetapi juga menyimpan narasi yang membentuk kesadaran kita akan kehidupan.
Pameran ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tangan para desainer muda, desain memiliki peran yang lebih dari sekadar estetika. Ia menjadi bahasa yang menyampaikan cerita-cerita kecil yang membentuk dunia sehari-hari
(cip)
Lihat Juga :