Nelayan Tewas di Perairan Danau Toba Akibat Perahunya Terbalik
Rabu, 11 Juni 2025 - 18:23 WIB
loading...
Seorang nelayan Amran Malau (49) ditemukan tewas di Perairan Danau Toba, tepatnya di Kelurahan Rondang Bulan Pulau Tao, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Rabu (11/6/2025) sore. Foto/Dok Basarnas Medan
A
A
A
SAMOSIR - Seorang nelayan Amran Malau (49) ditemukan tewas di Perairan Danau Toba , tepatnya di Kelurahan Rondang Bulan Pulau Tao, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Rabu (11/6/2025) sore. Jenazah Amran ditemukan tewas setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa, 10 Juni 2025.
Kala itu, Amran yang merupakan warga Kecamatan Simanindo tengah mencari ikan bersama adiknya dengan mengendarai perahu kecil di Perairan Danau Toba. Di tengah perjalanan, mereka dihantam angin kencang dan gelombang tinggi hingga menyebabkan perahu mereka terbalik.
Adik korban berhasil diselamatkan oleh warga yang melihat kejadian tersebut, namun korban hilang. Setelah menerima laporan kejadian, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Medan melalui Pos SAR Danau Toba segera memberangkatkan tim penyelamat ke lokasi kejadian. Mereka kemudian melakukan pencarian bersama potensi SAR lainnya.
Baca juga: DPR dan Menpora Dukung BPODT Jadikan Danau Toba Pusat Sport Tourism Dunia
“Setelah melakukan operasi SAR selama dua hari dengan metode penyisiran permukaan air dan penyelaman, korban berhasil ditemukan Rabu, pukul 15.30 WIB berjarak sekitar 3,9 NM kearah Timur-Timur Laut tepatnya di Pantai Ciara Tigaras dari lokasi awal perahu terbalik pada dalam kondisi meninggal dunia. Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban,” ujar Hery.
Hery juga menambahkan, operasi SAR kali ini melibatkan berbagai unsur seperti TNI, Polri, BPBD, Komunitas, masyarakat setempat, serta relawan. Ia menekankan pentingnya keselamatan dalam beraktivitas di perairan, terutama saat cuaca tidak bersahabat.
Sementara itu, Koordinator Pos SAR Danau Toba, Hisar Turnip, menjelaskan kondisi lapangan yang cukup menantang selama proses pencarian.
“Pencarian dibawah air menggunakan Eco Sounder yang ada pada RIB (Regead Inflatable Boat), penyisiran menggunakan Aqua Eyes, Penyisiran dipermukaan menggunakan RIB dan Penyelaman. Cuaca di sekitar lokasi kejadian cukup berubah-ubah, dengan angin yang cukup kencang dan gelombang yang mengganggu visibilitas penyelam. Namun berkat kerja sama dan peralatan SAR yang memadai, korban akhirnya berhasil ditemukan,” terang Hisar.
Jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur dikembalikan ke satuan masing-masing.
Kala itu, Amran yang merupakan warga Kecamatan Simanindo tengah mencari ikan bersama adiknya dengan mengendarai perahu kecil di Perairan Danau Toba. Di tengah perjalanan, mereka dihantam angin kencang dan gelombang tinggi hingga menyebabkan perahu mereka terbalik.
Adik korban berhasil diselamatkan oleh warga yang melihat kejadian tersebut, namun korban hilang. Setelah menerima laporan kejadian, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Medan melalui Pos SAR Danau Toba segera memberangkatkan tim penyelamat ke lokasi kejadian. Mereka kemudian melakukan pencarian bersama potensi SAR lainnya.
Baca juga: DPR dan Menpora Dukung BPODT Jadikan Danau Toba Pusat Sport Tourism Dunia
“Setelah melakukan operasi SAR selama dua hari dengan metode penyisiran permukaan air dan penyelaman, korban berhasil ditemukan Rabu, pukul 15.30 WIB berjarak sekitar 3,9 NM kearah Timur-Timur Laut tepatnya di Pantai Ciara Tigaras dari lokasi awal perahu terbalik pada dalam kondisi meninggal dunia. Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban,” ujar Hery.
Hery juga menambahkan, operasi SAR kali ini melibatkan berbagai unsur seperti TNI, Polri, BPBD, Komunitas, masyarakat setempat, serta relawan. Ia menekankan pentingnya keselamatan dalam beraktivitas di perairan, terutama saat cuaca tidak bersahabat.
Sementara itu, Koordinator Pos SAR Danau Toba, Hisar Turnip, menjelaskan kondisi lapangan yang cukup menantang selama proses pencarian.
“Pencarian dibawah air menggunakan Eco Sounder yang ada pada RIB (Regead Inflatable Boat), penyisiran menggunakan Aqua Eyes, Penyisiran dipermukaan menggunakan RIB dan Penyelaman. Cuaca di sekitar lokasi kejadian cukup berubah-ubah, dengan angin yang cukup kencang dan gelombang yang mengganggu visibilitas penyelam. Namun berkat kerja sama dan peralatan SAR yang memadai, korban akhirnya berhasil ditemukan,” terang Hisar.
Jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur dikembalikan ke satuan masing-masing.
(rca)
Lihat Juga :