Kisah Warga Dituntun Penjaga Astral Temukan Situs Mpu Sindok hingga Keberadaan Siluman Ular
Selasa, 10 Juni 2025 - 07:54 WIB
loading...
A
A
A
"Tahun 2023 itu nemu struktur batu bata, jadi awalnya kan saya di sini melakukan ritual, sama (makhluk tak kasat mata) Mbah-nya dituntun, nemu juga di 2024 itu nemu struktur di selatannya sini, diminta ngasih pagar, ya saya pasang pagar di bawah itu, di sana juga ada struktur," jelasnya.
Namun demi keamanan kala itu, Rudi dan warga lainnya memutuskan menutupnya usai melaporkan ke instansi terkait. Ia takut temuan itu akan disalahgunakan oknum tak bertanggungjawab, apalagi itu juga merupakan pesan dari penjaga tak kasat mata situs ini.
"Struktur bangunan itu ditemukan di bawah sisi selatan (dari Situs Balekambang), tapi disimpan dan ditutup lagi, disuruh mageri pakai kayu, dan membersihkan sama mbah-nya," ungkap dia.
Penelusuran mata batin di lokasi memang tampak dua penjaga berpostur tinggi besar menggunakan besaran pakaian jawa, menghuni di pohon nangka yang tumbuh di atas struktur bangunan diduga candi. Di sekelilingnya ada beberapa makhluk tak kasat mata, salah satunya menyerupai siluman ular besar, layaknya anakonda.
Di sisi lain, Budi Kariono selaku Ketua Pemerhati Budaya Indonesia (PBBI) Jawa Timur mengungkapkan, lokasi ini memang kerap dijadikan para pelaku spiritual menenangkan diri. Meski demikian, lokasi ini bukanlah dianggap sebagai punden desa, sehingga tidak dijadikan lokasi untuk kegiatan bersih desa.
"Bukan kalau punden, punden ada sendiri di sana, yang sekarang lagi dijaga oleh Pak Eko (salah satu warga), kalau masalah ritual itu kita semacam menghormati saja, orang jauh - jauh banyak yang datang, bahkan dari luar desa," ucap Budi Kariono.
Namun demi keamanan kala itu, Rudi dan warga lainnya memutuskan menutupnya usai melaporkan ke instansi terkait. Ia takut temuan itu akan disalahgunakan oknum tak bertanggungjawab, apalagi itu juga merupakan pesan dari penjaga tak kasat mata situs ini.
"Struktur bangunan itu ditemukan di bawah sisi selatan (dari Situs Balekambang), tapi disimpan dan ditutup lagi, disuruh mageri pakai kayu, dan membersihkan sama mbah-nya," ungkap dia.
Penelusuran mata batin di lokasi memang tampak dua penjaga berpostur tinggi besar menggunakan besaran pakaian jawa, menghuni di pohon nangka yang tumbuh di atas struktur bangunan diduga candi. Di sekelilingnya ada beberapa makhluk tak kasat mata, salah satunya menyerupai siluman ular besar, layaknya anakonda.
Di sisi lain, Budi Kariono selaku Ketua Pemerhati Budaya Indonesia (PBBI) Jawa Timur mengungkapkan, lokasi ini memang kerap dijadikan para pelaku spiritual menenangkan diri. Meski demikian, lokasi ini bukanlah dianggap sebagai punden desa, sehingga tidak dijadikan lokasi untuk kegiatan bersih desa.
"Bukan kalau punden, punden ada sendiri di sana, yang sekarang lagi dijaga oleh Pak Eko (salah satu warga), kalau masalah ritual itu kita semacam menghormati saja, orang jauh - jauh banyak yang datang, bahkan dari luar desa," ucap Budi Kariono.
(rca)
Lihat Juga :