Bukti Nyata Vokasi Siap Kerja: Alumni Tampil Bersinar di BPR
Senin, 09 Juni 2025 - 20:04 WIB
loading...
Lima alumni vokasi dari berbagai perguruan tinggi tampil mengesankan dalam Forum Diskusi Ilmiah di Gedung Teaching Industry Learning Center, Sekolah Vokasi UGM, Yogyakarta. Foto: Ist
A
A
A
YOGYAKARTA - Lima alumni vokasi dari berbagai perguruan tinggi tampil mengesankan dalam Forum Diskusi Ilmiah bertema Menyiapkan Generasi Baru SDM BPR: Sinergi Penta Helix untuk Next Generation BPR. Kegiatan diselenggarakan Perbarindo bekerja sama dengan Sekolah Vokasi UGM.
Kegiatan berlangsung di Gedung Teaching Industry Learning Center, Sekolah Vokasi UGM, Yogyakarta. Mereka membagikan kisah inspiratif tentang perjalanan transisi dari dunia kampus ke BPR sekaligus menunjukkan pendidikan vokasi terbukti mampu menjawab tantangan industri keuangan, khususnya di sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR).
Baca juga: Hasil Inovasi Vokasi Menjawab Permasalahan Industri
Brich Abnerson, lulusan Keuangan dan Perbankan UI tahun 2023 mengisahkan bagaimana magang yang terintegrasi dengan kampus dan BPR mempercepat proses rekrutmennya ke BPR Intidana Sukses Makmur.
Dia menyoroti pentingnya kompetensi manajemen risiko dan tata kelola yang diperoleh selama kuliah, serta menyarankan agar kurikulum vokasi lebih banyak memasukkan materi digitalisasi dan analisis data.
Maria Helmiana Jata, lulusan UNMER Malang yang kini menjadi teller di BPR Surasari Hutama menyampaikan bahwa praktikum Bank Mini dan pelatihan layanan nasabah menjadi bekal penting dalam pekerjaannya. Dia berharap kampus memperkuat sisi praktik pencairan kredit dan memperdalam pemahaman APU-PPT.
Kisah menyentuh juga datang dari Nauli Natalia, lulusan Program Studi Analisis Keuangan Universitas Kristen Indonesia yang kini bekerja sebagai staf Divisi KMASAFIP di BPR Daya Perdana Nusantara. Dia langsung direkrut setelah yudisium oleh dosennya yang juga pimpinan BPR.
Dia mendorong kampus menyertakan simulasi audit kepatuhan, studi kasus regulasi, serta pelatihan komunikasi bisnis agar mahasiswa lebih siap secara teknis maupun etis.
“BPR bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga ruang untuk tumbuh, belajar, dan memberi dampak langsung kepada masyarakat,” kata Nauli.
Adi Yuma Karyadi dari Sekolah Vokasi UGM juga membuktikan bahwa lulusan vokasi bisa langsung berdampak. Setelah lulus dari Prodi Manajemen dan Penilaian Properti, dia kini bekerja sebagai staf appraisal di BPR Bank Jogja. Dia menyebut ilmu valuasi properti dari kampus sangat aplikatif, terutama dalam menilai agunan.
Sementara, Ajeng Ayu Mutia dari Universitas Negeri Yogyakarta yang kini menjadi teller di BPR UGM menyoroti pentingnya pelatihan intensif dan pengalaman praktik pelayanan nasabah. Dia sempat merasa gugup di awal bekerja, namun dengan bekal akuntansi dan pelatihan yang diterima di kampus, kini dia merasa mantap menjalankan peran di garda depan.
Secara keseluruhan, para alumni ini menyampaikan harapan besar agar pendidikan vokasi terus memperkuat kerja sama dengan industri BPR, memperbarui kurikulum berbasis regulasi dan praktik, serta menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, etika, dan keberanian inovatif. Mereka membuktikan bahwa lulusan vokasi tidak hanya siap kerja, tetapi siap berkontribusi dan memimpin perubahan.
Kegiatan berlangsung di Gedung Teaching Industry Learning Center, Sekolah Vokasi UGM, Yogyakarta. Mereka membagikan kisah inspiratif tentang perjalanan transisi dari dunia kampus ke BPR sekaligus menunjukkan pendidikan vokasi terbukti mampu menjawab tantangan industri keuangan, khususnya di sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR).
Baca juga: Hasil Inovasi Vokasi Menjawab Permasalahan Industri
Brich Abnerson, lulusan Keuangan dan Perbankan UI tahun 2023 mengisahkan bagaimana magang yang terintegrasi dengan kampus dan BPR mempercepat proses rekrutmennya ke BPR Intidana Sukses Makmur.
Dia menyoroti pentingnya kompetensi manajemen risiko dan tata kelola yang diperoleh selama kuliah, serta menyarankan agar kurikulum vokasi lebih banyak memasukkan materi digitalisasi dan analisis data.
Maria Helmiana Jata, lulusan UNMER Malang yang kini menjadi teller di BPR Surasari Hutama menyampaikan bahwa praktikum Bank Mini dan pelatihan layanan nasabah menjadi bekal penting dalam pekerjaannya. Dia berharap kampus memperkuat sisi praktik pencairan kredit dan memperdalam pemahaman APU-PPT.
Kisah menyentuh juga datang dari Nauli Natalia, lulusan Program Studi Analisis Keuangan Universitas Kristen Indonesia yang kini bekerja sebagai staf Divisi KMASAFIP di BPR Daya Perdana Nusantara. Dia langsung direkrut setelah yudisium oleh dosennya yang juga pimpinan BPR.
Dia mendorong kampus menyertakan simulasi audit kepatuhan, studi kasus regulasi, serta pelatihan komunikasi bisnis agar mahasiswa lebih siap secara teknis maupun etis.
“BPR bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga ruang untuk tumbuh, belajar, dan memberi dampak langsung kepada masyarakat,” kata Nauli.
Adi Yuma Karyadi dari Sekolah Vokasi UGM juga membuktikan bahwa lulusan vokasi bisa langsung berdampak. Setelah lulus dari Prodi Manajemen dan Penilaian Properti, dia kini bekerja sebagai staf appraisal di BPR Bank Jogja. Dia menyebut ilmu valuasi properti dari kampus sangat aplikatif, terutama dalam menilai agunan.
Sementara, Ajeng Ayu Mutia dari Universitas Negeri Yogyakarta yang kini menjadi teller di BPR UGM menyoroti pentingnya pelatihan intensif dan pengalaman praktik pelayanan nasabah. Dia sempat merasa gugup di awal bekerja, namun dengan bekal akuntansi dan pelatihan yang diterima di kampus, kini dia merasa mantap menjalankan peran di garda depan.
Secara keseluruhan, para alumni ini menyampaikan harapan besar agar pendidikan vokasi terus memperkuat kerja sama dengan industri BPR, memperbarui kurikulum berbasis regulasi dan praktik, serta menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, etika, dan keberanian inovatif. Mereka membuktikan bahwa lulusan vokasi tidak hanya siap kerja, tetapi siap berkontribusi dan memimpin perubahan.
(jon)
Lihat Juga :