Polisi Didesak Tangkap Pelaku Penganiayaan Anjing, Sahroni: Sadis dan Bahayakan Masyarakat
Senin, 09 Juni 2025 - 14:09 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendesak polisi segera menangkap pelaku penganiayaan seekor anjing yang dikuliti secara sadis dalam kondisi masih hidup. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendesak polisi segera menangkap pelaku penganiayaan seekor anjing yang dikuliti secara sadis dalam kondisi masih hidup. Video penganiayaan seekor anjing tersebut viral di media sosial.
Sebagai salah satu pihak yang memviralkan, Sahroni tidak ingin ada pembiaran penganiayaan hewan.
Baca juga: Heboh Video Anjing Dikuliti Hidup-hidup, Ini Penjelasan Polisi
“Ini sungguh tindakan biadab dan melanggar hukum karena banyak sekali pelanggarannya di sini. Meski hanya satu anjing, tapi pelanggarannya banyak," ujar Sahroni dalam keterangannya, Senin (9/6/2025).
Misalnya, kata Sahroni, mungkin saja itu anjing curian, yang ada pemiliknya tapi mereka main ambil saja.
"Ini kan pencurian sadis dan ini banyak terjadi," ungkapnya.
"Lalu membahayakan juga buat kesehatan masyarakat karena kita tidak tahu asal-usulnya dari mana dan apakah anjingnya ada penyakit rabiesnya. Kalau ada, ini akan sangat membahayakan masyarakat,” ujar Sahroni.
Baca juga: Brutal! 6 Pelajar SMK Bunuh Kucing dan Memakan Dagingnya
Lebih lanjut, Sahroni meminta pihak kepolisian tidak memandang sebelah mata kasus ini. Sebab jika dibiarkan, akan banyak timbul permasalahan, terlebih jika ternyata daging anjing tersebut untuk dikonsumsi.
“Ketiga, kalau memang anjingnya buat konsumsi ini sudah jelas salah, karena anjing bukan bahan pangan dalam undang-undang. Sehingga keamanannya untuk dikonsumsi juga tidak jelas," ungkapnya.
"Atas berbagai argumentasi inilah, saya minta di mana pun lokasinya, pelaku kejahatan terhadap anjing ini bisa ditangkap dan ditindak tegas. Mereka tidak hanya sadis dan tidak bermoral, tapi membahayakan kesehatan masyarakat,” pungkas Sahroni.
Diketahui, viral di media sosial video seekor anjing yang dikuliti secara sadis dalam kondisi masih hidup. Disebutkan bahwa kejadian itu diduga di daerah Sragen.
Namun Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi, Minggu (8/6/2025), sudah mengecek dan menyatakan bahwa video tersebut tidak terjadi di wilayahnya.
Di sisi lain, Founder and Leader Animals Hope Shelter Indonesia, Christian Joshua Pale, menyebut bahwa kejadian di video itu sudah terjadi cukup lama, namun memang belum mendapat titik terang terkait pelakunya hingga saat ini.
Sebagai salah satu pihak yang memviralkan, Sahroni tidak ingin ada pembiaran penganiayaan hewan.
Baca juga: Heboh Video Anjing Dikuliti Hidup-hidup, Ini Penjelasan Polisi
“Ini sungguh tindakan biadab dan melanggar hukum karena banyak sekali pelanggarannya di sini. Meski hanya satu anjing, tapi pelanggarannya banyak," ujar Sahroni dalam keterangannya, Senin (9/6/2025).
Misalnya, kata Sahroni, mungkin saja itu anjing curian, yang ada pemiliknya tapi mereka main ambil saja.
"Ini kan pencurian sadis dan ini banyak terjadi," ungkapnya.
"Lalu membahayakan juga buat kesehatan masyarakat karena kita tidak tahu asal-usulnya dari mana dan apakah anjingnya ada penyakit rabiesnya. Kalau ada, ini akan sangat membahayakan masyarakat,” ujar Sahroni.
Baca juga: Brutal! 6 Pelajar SMK Bunuh Kucing dan Memakan Dagingnya
Lebih lanjut, Sahroni meminta pihak kepolisian tidak memandang sebelah mata kasus ini. Sebab jika dibiarkan, akan banyak timbul permasalahan, terlebih jika ternyata daging anjing tersebut untuk dikonsumsi.
“Ketiga, kalau memang anjingnya buat konsumsi ini sudah jelas salah, karena anjing bukan bahan pangan dalam undang-undang. Sehingga keamanannya untuk dikonsumsi juga tidak jelas," ungkapnya.
"Atas berbagai argumentasi inilah, saya minta di mana pun lokasinya, pelaku kejahatan terhadap anjing ini bisa ditangkap dan ditindak tegas. Mereka tidak hanya sadis dan tidak bermoral, tapi membahayakan kesehatan masyarakat,” pungkas Sahroni.
Diketahui, viral di media sosial video seekor anjing yang dikuliti secara sadis dalam kondisi masih hidup. Disebutkan bahwa kejadian itu diduga di daerah Sragen.
Namun Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi, Minggu (8/6/2025), sudah mengecek dan menyatakan bahwa video tersebut tidak terjadi di wilayahnya.
Di sisi lain, Founder and Leader Animals Hope Shelter Indonesia, Christian Joshua Pale, menyebut bahwa kejadian di video itu sudah terjadi cukup lama, namun memang belum mendapat titik terang terkait pelakunya hingga saat ini.
(shf)
Lihat Juga :