4 Korban Masih Tertimbun, Ancaman Longsor Susulan Gunung Kuda Bayangi Tim SAR
Selasa, 03 Juni 2025 - 21:53 WIB
loading...
Harapan masih menggantung di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Memasuki hari kelima proses pencarian pada Selasa (3/6/2025), 4 korban longsor belum ditemukan. Foto: Muslimin
A
A
A
CIREBON - Harapan masih menggantung di Gunung Kuda , Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Memasuki hari kelima proses pencarian pada Selasa (3/6/2025), 4 korban longsor belum ditemukan.
Tim SAR gabungan terus berjibaku di medan berat di tengah ancaman longsor susulan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Baca juga: Pemilik dan Kepala Teknik Tambang Jadi Tersangka Longsor Gunung Kuda Cirebon
Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf M Yusron mengatakan, hingga hari kelima hasil pencarian masih nihil. “Untuk proses pencarian hari ini terhadap 4 korban yang diduga tertimbun, sementara belum ditemukan. Kita masih terus berupaya maksimal,” ujarnya.
Menurut dia, keselamatan para petugas tetap menjadi prioritas utama. Ancaman longsor susulan menjadi tantangan besar yang membayangi setiap langkah tim di lapangan.
“Kesulitan paling utama adalah potensi longsor lanjutan. Ini sangat berisiko dan harus diantisipasi setiap saat. Jangan sampai saat kita mencari korban justru tim pencari yang menjadi korban berikutnya,” kata Yusron.
Pencarian hari kelima diawali dengan apel pengecekan personel dan peralatan disusul doa bersama lintas agama sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar seluruh proses berjalan lancar dan aman. Doa serupa rencananya terus dilaksanakan setiap hari.
Fokus pencarian hari ini difokuskan pada sektor kiri batu besar atau worksheet A menyusul temuan tiga titik indikasi dari tim anjing pelacak K9.
Selain bantuan K9, tim pencari juga mulai mencium bau menyengat di sekitar lokasi yang diyakini berasal dari jenazah tertimbun. “Bau tersebut sangat kuat. Ini memperkuat dugaan bahwa keberadaan korban ada di sekitar titik tersebut,” ucapnya.
Dinas ESDM dan inspektur pertambangan juga dilibatkan untuk memastikan keselamatan para petugas selama pencarian, termasuk dalam hal mitigasi potensi bencana lanjutan.
“Kita tidak bisa mengatakan situasi aman. Dari awal, medan ini memang penuh risiko. Maka itu, keselamatan petugas selalu jadi prioritas,” ujar Yusron.
Hingga hari keempat, total korban jiwa yang berhasil ditemukan sebanyak 21 orang di antaranya Sudiono (51), warga Desa Girinata, Dukupuntang dan Fuji Siswanto (50), warga Leuwimunding, Kabupaten Majalengka.
Tim SAR gabungan terus berjibaku di medan berat di tengah ancaman longsor susulan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Baca juga: Pemilik dan Kepala Teknik Tambang Jadi Tersangka Longsor Gunung Kuda Cirebon
Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf M Yusron mengatakan, hingga hari kelima hasil pencarian masih nihil. “Untuk proses pencarian hari ini terhadap 4 korban yang diduga tertimbun, sementara belum ditemukan. Kita masih terus berupaya maksimal,” ujarnya.
Menurut dia, keselamatan para petugas tetap menjadi prioritas utama. Ancaman longsor susulan menjadi tantangan besar yang membayangi setiap langkah tim di lapangan.
“Kesulitan paling utama adalah potensi longsor lanjutan. Ini sangat berisiko dan harus diantisipasi setiap saat. Jangan sampai saat kita mencari korban justru tim pencari yang menjadi korban berikutnya,” kata Yusron.
Pencarian hari kelima diawali dengan apel pengecekan personel dan peralatan disusul doa bersama lintas agama sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar seluruh proses berjalan lancar dan aman. Doa serupa rencananya terus dilaksanakan setiap hari.
Fokus pencarian hari ini difokuskan pada sektor kiri batu besar atau worksheet A menyusul temuan tiga titik indikasi dari tim anjing pelacak K9.
Selain bantuan K9, tim pencari juga mulai mencium bau menyengat di sekitar lokasi yang diyakini berasal dari jenazah tertimbun. “Bau tersebut sangat kuat. Ini memperkuat dugaan bahwa keberadaan korban ada di sekitar titik tersebut,” ucapnya.
Dinas ESDM dan inspektur pertambangan juga dilibatkan untuk memastikan keselamatan para petugas selama pencarian, termasuk dalam hal mitigasi potensi bencana lanjutan.
“Kita tidak bisa mengatakan situasi aman. Dari awal, medan ini memang penuh risiko. Maka itu, keselamatan petugas selalu jadi prioritas,” ujar Yusron.
Hingga hari keempat, total korban jiwa yang berhasil ditemukan sebanyak 21 orang di antaranya Sudiono (51), warga Desa Girinata, Dukupuntang dan Fuji Siswanto (50), warga Leuwimunding, Kabupaten Majalengka.
(jon)
Lihat Juga :