Dirjenpas: 2 Petugas Lapas Nabire Harus Dioperasi Akibat Diserang Napi Anggota KKB
Selasa, 03 Juni 2025 - 19:26 WIB
loading...
Dirjenpas, Mashudi membesuk tiga petugas Lapas Nabire yang tengah mendapat perawatan akibat diserang oleh narapidana anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi membesuk tiga petugas Lapas Nabire yang tengah mendapat perawatan akibat diserang oleh narapidana anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Dari tiga yang dirawat di RSUD Nabire, Mashudi menyampaikan, sebanyak dua petugas lapas harus mendapat tindakan operasi.
Baca juga: Belasan Narapidana Kabur dari Lapas Nabire, 3 Petugas Terluka Kena Sabetan Parang
"Dua baru saja selesai dioperasi dan 1 orang lagi sedang rawat jalan. Mohon doanya ya," ucap Mashudi dalam keterangan tertulis, Selasa(3/6/2025).
Mashudi pun menyampaikan, kondisi satu petugas lapas yang tengah dirawat jalan terus membaik. Sementara dua petugas lapas lainnya tak bisa dijenguk lantaran harus pemulihan pasca operasi.
"Dua petugas yang lain, sedang pemulihan pasca dioperasi. Kami pastikan supporting kami untuk anggota kami yang terluka, yang telah berusaha menangani gangguan kamtib yang terjadi kemarin," tutur Mashudi.
Ia berkata, dua petugas lapas yang sedang dioperasi adalah komandan jaga dan kepala seksi keamanan dan ketertiban.
Baca juga: Kebakaran di Nabire, Perkantoran Pemerintah Papua Papua Tengah Ludes Terbakar
Keduanya terluka parah karena mensapat bacokan senjata tajam saat mencoba menghalau dan mengendalikan warga binaan.
"Setelah operasi dan bisa dibesuk, saya akan kembali mengunjungi," kata Mashudi.
Mashudi pun menyerahkan bantuan dana untuk tiga petugas yang terluka sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap upaya yang telah dilakukan petugas Lapas Nabire.
"Ini adalah pemberian dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Agus Andrianto), sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap upaya yang telah dilakukan petugas Lapas Nabire. Menteri Agus sempat melakukan komunikasi via WhatsApp call dengan petugas yang terluka.
Lebih lanjut, Mashudi berkata bahwa tanggung jawab petugas lapas sangat mulia. Ia pun meminta pada anak buahnya untuk mengabdi sebagai petugas lapas dengan kesungguhan dan sesuai aturan.
"Menjadi petugas Pemasyarakatan adalah tugas yang mulia, sehingga laksanakanlah tugas mulia ini dengan penuh kesungguhan dan sesuai aturan. Terus lakuukan koordinasi, komunikasi dan kerjasa dengan semua stakeholder seperti Polda, Polres, Kodam, Kodim, Brimob dan mitra terkait lainnnya," tuturnya.
Mashudi pun menyeroti kebutuhan pelatihan-pelatihan bagi petugas Pemasyarakatan. Ia melakukan koordinasi lanjutan dengan semua stakeholder, termasuk mengunjungi Korem Nabire.
Sementara itu, Mashudi berkata, upaya pencarian terhadap narapidana yang melarikan diri masih terus dilakukan kerjasama lapas Nabire dengan Polres Nabire.
"Jumlah warga binaan lapas Nabire saat ini adalah 218 orang dari kapasitas 150 orang, jumlah petugas pengamanan per regu 5 orang," pungkasnya.
Dari tiga yang dirawat di RSUD Nabire, Mashudi menyampaikan, sebanyak dua petugas lapas harus mendapat tindakan operasi.
Baca juga: Belasan Narapidana Kabur dari Lapas Nabire, 3 Petugas Terluka Kena Sabetan Parang
"Dua baru saja selesai dioperasi dan 1 orang lagi sedang rawat jalan. Mohon doanya ya," ucap Mashudi dalam keterangan tertulis, Selasa(3/6/2025).
Mashudi pun menyampaikan, kondisi satu petugas lapas yang tengah dirawat jalan terus membaik. Sementara dua petugas lapas lainnya tak bisa dijenguk lantaran harus pemulihan pasca operasi.
"Dua petugas yang lain, sedang pemulihan pasca dioperasi. Kami pastikan supporting kami untuk anggota kami yang terluka, yang telah berusaha menangani gangguan kamtib yang terjadi kemarin," tutur Mashudi.
Ia berkata, dua petugas lapas yang sedang dioperasi adalah komandan jaga dan kepala seksi keamanan dan ketertiban.
Baca juga: Kebakaran di Nabire, Perkantoran Pemerintah Papua Papua Tengah Ludes Terbakar
Keduanya terluka parah karena mensapat bacokan senjata tajam saat mencoba menghalau dan mengendalikan warga binaan.
"Setelah operasi dan bisa dibesuk, saya akan kembali mengunjungi," kata Mashudi.
Mashudi pun menyerahkan bantuan dana untuk tiga petugas yang terluka sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap upaya yang telah dilakukan petugas Lapas Nabire.
"Ini adalah pemberian dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Agus Andrianto), sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap upaya yang telah dilakukan petugas Lapas Nabire. Menteri Agus sempat melakukan komunikasi via WhatsApp call dengan petugas yang terluka.
Lebih lanjut, Mashudi berkata bahwa tanggung jawab petugas lapas sangat mulia. Ia pun meminta pada anak buahnya untuk mengabdi sebagai petugas lapas dengan kesungguhan dan sesuai aturan.
"Menjadi petugas Pemasyarakatan adalah tugas yang mulia, sehingga laksanakanlah tugas mulia ini dengan penuh kesungguhan dan sesuai aturan. Terus lakuukan koordinasi, komunikasi dan kerjasa dengan semua stakeholder seperti Polda, Polres, Kodam, Kodim, Brimob dan mitra terkait lainnnya," tuturnya.
Mashudi pun menyeroti kebutuhan pelatihan-pelatihan bagi petugas Pemasyarakatan. Ia melakukan koordinasi lanjutan dengan semua stakeholder, termasuk mengunjungi Korem Nabire.
Sementara itu, Mashudi berkata, upaya pencarian terhadap narapidana yang melarikan diri masih terus dilakukan kerjasama lapas Nabire dengan Polres Nabire.
"Jumlah warga binaan lapas Nabire saat ini adalah 218 orang dari kapasitas 150 orang, jumlah petugas pengamanan per regu 5 orang," pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :