Misteri Kerajaan Swarnabhumi Wilayah Kekuasaan Majapahit yang Terkenal Negeri Emasnya
Rabu, 28 Mei 2025 - 07:47 WIB
loading...
Kerajaan Swarnabhumi menjadi satu kerajaan di wilayah Pulau Sumatera yang dikuasai oleh Majapahit. Foto/SindoNews
A
A
A
SEMARANG - Kerajaan Swarnabhumi menjadi satu kerajaan di wilayah Pulau Sumatera yang dikuasai oleh Majapahit . Secara literal arti kata Swarnabhumi berarti 'Negeri Emas'. Banyak pendapat soal Swarnabhumi yang disebut sebagai pulau emas, yang terletak di paling barat.
Lokasi Swarnabhumi hingga kini masih menjadi objek perdebatan, baik dalam keilmuan maupun dalam politik nasional. Lokasi Kerajaan Swarnabhumi hingga sekarang tetap menjadi salah satu toponim yang paling sering dijadikan mitos dan diperdebatkan dalam konteks politik di Nusantara, maupun dalam sejarah Asia.
Memang secara keberadaan, Swarnabhumi sebagai kerajaan masih jadi perdebatan, terutama pada lokasi persisnya, karena kurangnya sejarah. Tapi jika mengacu namanya Swarnabhumi, yang artinya negeri emas, maka tidak bisa dijadikan dasar untuk menunjuk Sumatera sebagai lokasi kerajaan tersebut.
Baca juga: Arya Wiraraja, Sosok Penting di Balik Berdirinya Kerajaan Majapahit
Alasannya karena sebutan "Negeri Emas" itu sendiri di zaman dulu juga mencakup kawasan Asia Tenggara, dikutip SindoNews, Rabu (28/5/2025) dari buku "Sejarah Kerajaan Bawahan Majapahit Di Luar Jawa dan Luar Negeri" dari Peri Mardiyono. Sejumlah teks Hindu di masa-masa awal telah menunjuk Asia Tenggara yang disebut 'Tanah Emas' atau Suvarnabhumi.
Ada beberapa hal yang menyangsikan penjelasan mengenai emas yang masih disangsikan. Sebab saat itu penghasilan utama beberapa daerah di Nusantara adalah rempah-rempah. Produk perkebunan seperti Cengkeh dan Pala mempunyai harga tawar bernilai tinggi dari negara tetangga.
Sebagai wilayah bagi "surga rempah-rempah", maka Swarnabhumi menarik sejumlah besar para pedagang dari berbagai negara. Kedatangan para pedagang asing ini banyak disambut dengan hangat oleh penduduk pribumi.
Baca juga: 76 Perwira Tinggi TNI Resmi Naik Pangkat, Berikut Daftar Lengkapnya
Para penduduk pribumi juga menerima dengan baik tradisi keagamaan, sastra dan budaya dari benua India dan dari negara-negara lain. Hal itu misalnya berlakunya Bahasa Sanskerta di berbagai wilayah di Nusantara, termasuk di Swarnabhumi atau Sumatera. Swarnabhumi di zamannya juga sebagai kerajaan terkenal sehingga menarik Gadjah Mada untuk menaklukkannya. Nama Swarnabhumi tercatat di dalam sejumlah prasasti di antaranya adalah Prasasti Nalanda.
Pada Prasasti Nalanda berangka 860 disebutkan bagaimana seorang raja dari Swarnabhumi (Sumatera) bernama Balaputradewa anak Samaragriwa, cucu dari Sailendravamsatilaka (mustika keluarga Sailendra) dengan julukan Śrīviravairimathana (pembunuh pahlawan musuh), Raja Javabhumi (Jawa) yang kawin dengan Tärä, anak Dharmasetu, memberi anugerah bagi Nalanda."
Selain Prasasti Nalanada, ada juga Prasasti Padang Roco. Dalam Prasasti Padang Roco ini dikisahkan pada abad ke-11 M raja-raja di Jawa menyebut, Sumatera dengan nama "Swarna Bhumi" (Tanah Emas) dan Bhumi Malayu (Tanah Melayu).
Lokasi Swarnabhumi hingga kini masih menjadi objek perdebatan, baik dalam keilmuan maupun dalam politik nasional. Lokasi Kerajaan Swarnabhumi hingga sekarang tetap menjadi salah satu toponim yang paling sering dijadikan mitos dan diperdebatkan dalam konteks politik di Nusantara, maupun dalam sejarah Asia.
Memang secara keberadaan, Swarnabhumi sebagai kerajaan masih jadi perdebatan, terutama pada lokasi persisnya, karena kurangnya sejarah. Tapi jika mengacu namanya Swarnabhumi, yang artinya negeri emas, maka tidak bisa dijadikan dasar untuk menunjuk Sumatera sebagai lokasi kerajaan tersebut.
Baca juga: Arya Wiraraja, Sosok Penting di Balik Berdirinya Kerajaan Majapahit
Alasannya karena sebutan "Negeri Emas" itu sendiri di zaman dulu juga mencakup kawasan Asia Tenggara, dikutip SindoNews, Rabu (28/5/2025) dari buku "Sejarah Kerajaan Bawahan Majapahit Di Luar Jawa dan Luar Negeri" dari Peri Mardiyono. Sejumlah teks Hindu di masa-masa awal telah menunjuk Asia Tenggara yang disebut 'Tanah Emas' atau Suvarnabhumi.
Ada beberapa hal yang menyangsikan penjelasan mengenai emas yang masih disangsikan. Sebab saat itu penghasilan utama beberapa daerah di Nusantara adalah rempah-rempah. Produk perkebunan seperti Cengkeh dan Pala mempunyai harga tawar bernilai tinggi dari negara tetangga.
Sebagai wilayah bagi "surga rempah-rempah", maka Swarnabhumi menarik sejumlah besar para pedagang dari berbagai negara. Kedatangan para pedagang asing ini banyak disambut dengan hangat oleh penduduk pribumi.
Baca juga: 76 Perwira Tinggi TNI Resmi Naik Pangkat, Berikut Daftar Lengkapnya
Para penduduk pribumi juga menerima dengan baik tradisi keagamaan, sastra dan budaya dari benua India dan dari negara-negara lain. Hal itu misalnya berlakunya Bahasa Sanskerta di berbagai wilayah di Nusantara, termasuk di Swarnabhumi atau Sumatera. Swarnabhumi di zamannya juga sebagai kerajaan terkenal sehingga menarik Gadjah Mada untuk menaklukkannya. Nama Swarnabhumi tercatat di dalam sejumlah prasasti di antaranya adalah Prasasti Nalanda.
Pada Prasasti Nalanda berangka 860 disebutkan bagaimana seorang raja dari Swarnabhumi (Sumatera) bernama Balaputradewa anak Samaragriwa, cucu dari Sailendravamsatilaka (mustika keluarga Sailendra) dengan julukan Śrīviravairimathana (pembunuh pahlawan musuh), Raja Javabhumi (Jawa) yang kawin dengan Tärä, anak Dharmasetu, memberi anugerah bagi Nalanda."
Selain Prasasti Nalanada, ada juga Prasasti Padang Roco. Dalam Prasasti Padang Roco ini dikisahkan pada abad ke-11 M raja-raja di Jawa menyebut, Sumatera dengan nama "Swarna Bhumi" (Tanah Emas) dan Bhumi Malayu (Tanah Melayu).
(cip)
Lihat Juga :