Jenguk Pegawai Kejagung Korban Pembacokan, Ini Pesan Jaksa Agung ke Korps Adhyaksa
Selasa, 27 Mei 2025 - 19:10 WIB
loading...
Jaksa Agung ST Burhanuddin menjenguk anak buahnya yang menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal (OTK) di daerah Pengasinan, Depok, Jawa Barat. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Jaksa Agung ST Burhanuddin menjenguk anak buahnya yang menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal (OTK) di daerah Pengasinan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (24/5/2025) dini hari. Korban yang merupakan pegawai Kejaksaan Agung (Kejagung) mengalami luka berat dan harus dirawat di rumah sakit (RS).
"Kemarin siang kami mendampingi Bapak Jaksa Agung menjenguk korban di RS," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar kepada wartawan, Selasa (27/5/2025).
Baca juga: Pegawai Kejaksaan Agung Dibacok OTK di Sawangan Depok
Harli menyampaikan, Burhanuddin berpesan pada jajaran Korps Adhyaksa untuk tetap berhati-hati dan waspada dalam menjalankan tugas.
"Pesan beliau untuk korban dan semua aparat Kejaksaan agar lebih berhati-hati dan penuh kewaspadaan dalam menjalankan tugas, apalagi ketika malam hari," kata Harli.
Sekadar informasi, Anggota Pusat Daskrimti Kejaksaan Agung (Kejagung) RI berinisial DSK telah menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, pada Sabtu 24 Mei 2025 dini hari.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar menjelaskan peristiwa pembacokan itu bermula saat DSK tengah menuju kediamannya pada Jumat malam. Namun saat itu ia berhenti untuk berteduh lantaran hujan.
Baca juga: Kronologi Pegawai Kejagung Dibacok OTK di Sawangan Depok, Terdengar Teriakan Sikat dan Mampus Lu!
“Saudara DSK pulang dinas dari Pusat Daskrimti Kejaksaan, sesampainya di tengah perjalanan terjadi hujan lebat sehingga kemudian saudara Dymar berteduh dan minum kopi,” kata Harli saat dikonfirmasi SindoNews, Senin (26/5/2025).
Tiba-tiba saat pukul 02.30 WIB, ada dua orang tidak dikenal menghampiri si korban sambil berteriak dan membacoknya.
“Pada saat masih mengendarai sepeda motor dengan kecepatan kurang lebih 60 km/jam tiba-tiba dari arah depan terdapat 2 orang yang berboncengan langsung mendekat saudara Dymar dan sambil berteriak ‘sikaaaatt’ sambil mengayunkan senjata tajam,” ujar dia.
Saat itu pelaku yang diduga berjumlah dua orang mengayunkan senjata tajam tersebut ke arah pergelangan tangan korban.
Saat itu, pelaku sempat mengeluarkan kata ‘mampus lu’ ke arah korban. Usai melakukan aksinya, pelaku meninggalkan lokasi kejadian.
“Sesaat kemudian berteriak kembali ‘mampus lu’ dan kemudian langsung tancap gas tanpa mengikuti kembali saudara DSK,” ungkapnya.
Dia menambahkan, saat di bawa ke rumah sakit korban melihat ada 2 orang yang mengawasi pergerakan mobil yang membawanya.
“Namun pada saat saudara DSK di bawa ke rumah sakit (sekitar 1 km dari rumahnya), saudara DSK melihat ada 2 orang yang mengawasi pergerakan mobil yang mengantar ke rumah sakit. Namun tidak mengetahui maksud dan tujuannya,” jelas dia.
Akibat dari pembacokan itu, korban mengalami luka berat di bagian pergelangan tangan dan di diagnosa urang pada jari korban putus dan tidak bisa lagi digerakkan.
"Kemarin siang kami mendampingi Bapak Jaksa Agung menjenguk korban di RS," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar kepada wartawan, Selasa (27/5/2025).
Baca juga: Pegawai Kejaksaan Agung Dibacok OTK di Sawangan Depok
Harli menyampaikan, Burhanuddin berpesan pada jajaran Korps Adhyaksa untuk tetap berhati-hati dan waspada dalam menjalankan tugas.
"Pesan beliau untuk korban dan semua aparat Kejaksaan agar lebih berhati-hati dan penuh kewaspadaan dalam menjalankan tugas, apalagi ketika malam hari," kata Harli.
Sekadar informasi, Anggota Pusat Daskrimti Kejaksaan Agung (Kejagung) RI berinisial DSK telah menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, pada Sabtu 24 Mei 2025 dini hari.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar menjelaskan peristiwa pembacokan itu bermula saat DSK tengah menuju kediamannya pada Jumat malam. Namun saat itu ia berhenti untuk berteduh lantaran hujan.
Baca juga: Kronologi Pegawai Kejagung Dibacok OTK di Sawangan Depok, Terdengar Teriakan Sikat dan Mampus Lu!
“Saudara DSK pulang dinas dari Pusat Daskrimti Kejaksaan, sesampainya di tengah perjalanan terjadi hujan lebat sehingga kemudian saudara Dymar berteduh dan minum kopi,” kata Harli saat dikonfirmasi SindoNews, Senin (26/5/2025).
Tiba-tiba saat pukul 02.30 WIB, ada dua orang tidak dikenal menghampiri si korban sambil berteriak dan membacoknya.
“Pada saat masih mengendarai sepeda motor dengan kecepatan kurang lebih 60 km/jam tiba-tiba dari arah depan terdapat 2 orang yang berboncengan langsung mendekat saudara Dymar dan sambil berteriak ‘sikaaaatt’ sambil mengayunkan senjata tajam,” ujar dia.
Saat itu pelaku yang diduga berjumlah dua orang mengayunkan senjata tajam tersebut ke arah pergelangan tangan korban.
Saat itu, pelaku sempat mengeluarkan kata ‘mampus lu’ ke arah korban. Usai melakukan aksinya, pelaku meninggalkan lokasi kejadian.
“Sesaat kemudian berteriak kembali ‘mampus lu’ dan kemudian langsung tancap gas tanpa mengikuti kembali saudara DSK,” ungkapnya.
Dia menambahkan, saat di bawa ke rumah sakit korban melihat ada 2 orang yang mengawasi pergerakan mobil yang membawanya.
“Namun pada saat saudara DSK di bawa ke rumah sakit (sekitar 1 km dari rumahnya), saudara DSK melihat ada 2 orang yang mengawasi pergerakan mobil yang mengantar ke rumah sakit. Namun tidak mengetahui maksud dan tujuannya,” jelas dia.
Akibat dari pembacokan itu, korban mengalami luka berat di bagian pergelangan tangan dan di diagnosa urang pada jari korban putus dan tidak bisa lagi digerakkan.
(shf)
Lihat Juga :