Kisah Orang-orang Madura Dalam Pendirian Kerajaan Majapahit, Ubah Hutan Jadi Lahan Pertanian dan Permukiman

Selasa, 27 Mei 2025 - 07:47 WIB
loading...
Kisah Orang-orang Madura...
Orang Madura konon punya andil langsung dalam pendirian Kerajaan Majapahit oleh Raden Wijaya. Foto/SindoNews
A A A
SEMARANG - Orang Madura konon punya andil langsung dalam pendirian Kerajaan Majapahit oleh Raden Wijaya. Hutan Tarik yang menjadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Majapahit oleh Raden Wijaya memang sudah didesain sedemikian rupa olehnya.

Lahan itu merupakan pemberian Jayakatwang, penguasa Kediri usai menyerang Kerajaan Singasari hingga tamat dengan kematian raja dan pejabatnya. Jayakatwang saat itu memang menerima saran dari penasehatnya untuk membuka hutan di Tarik.

Pembangunan permukiman di utara Kerajaan Kediri ini diusulkan oleh Raden Wijaya sebagai tempat peristirahatan, ketika sedang berburu. Jayakatwang pun juga sempat memberikan permintaan khusus kepada Arya Wiraraja, agar turut serta membangun desa di wilayah Tarik itu.

Baca juga: Mengenal Sistem Otda Kerajaan Majapahit, Pejabat Bawahan Wajib Setor Upeti ke Pusat

Proses membantu membangun desa itu diminta Jayakatwang sebagai bentuk kesetiaan Adipati Madura kepada penguasa baru. Dikutip dari "Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru" dari tulisan Mansur Hidayat dikutip SindoNews, Selasa (27/5/2025) diceritakan, setelah pembukaan hutan Tarik disetujui oleh Jayakatwang, kemudian Arya Wiraraja mengirimkan banyak orang-orang Madura, untuk membuka hutan dan akan dijadikan desa persinggahan.

Orang-orang Madura konon terbiasa bekerja di dalam lingkungan dan tanah yang tandus, bekerja dengan senang hati, karena suburnya daerah yang baru dibuka ini. Pada kisah pembangunannya, diceritakan orang-orang Madura kehabisan bekal dan memakan buah maja yang banyak tumbuh di hutan Terik tersebut sehingga nama daerah baru itu dinamakan Majapahit.

Baca juga: Pergolakan di Masa Singasari hingga Awal Majapahit Buat Tak Ada Karya Sastra Dilahirkan

Setelah selesai pembangunan Desa Majapahit tersebut, banyak orang-orang Madura menempati tanah baru ini dengan senang hati karena kesuburan tanahnya. Nararya Sangramawijaya atau Raden Wijaya kemudian diizinkan ke Majapahit beberapa bulan setelah pembukaan untuk mempersiapkan segala perlengkapan Raja Jayakatwang jika berburu kelak.

Pada bulan Mertasa 1214 Saka atau 1292 Masehi Nararya Sangramawijaya minta izin kepada Raja Jayakatwang untuk menengok perkampungan yang baru didirikan di hutan Tarik. Sesampai di Tarik yang akhirnya dinamakan Majapahit, Nararya Sangramawijaya melihat perkampungan ini sudah berdiri teratur dengan rumah-rumah berjajar yang diisi oleh orang-orang Madura, suruhan Arya Wiraraja untuk menetap di Majapahit.

Daerah yang sudah dibuka berupa sawah telah ditanami dan tanamannya tampak menghijau. Setelah kedatangannya di perkampungan yang baru ini, Raden Wijaya tidak pernah menghadap lagi ke Kediri dan membuat segala persiapan untuk memberontak pada Jayakatwang.

Garis keturunan Ken Arok dan Ken Dedes telah membuatnya mampu menarik simpati dari masyarakat Singasari sehingga mulai banyak yang berbondong-bondong pindah ke daerah yang baru ini. Sementara itu banyak prajurit Madura yang menyamar rakyat mempersiapkan pertanian dan melatih masyarakat yang baru datang dalam olah keprajuritan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tokoh Madura: Masyarakat...
Tokoh Madura: Masyarakat Tak Boleh Jadi Penonton dalam Konversi LPG ke NGC
Tritura Petani Tembakau...
Tritura Petani Tembakau Madura: Negara Harus Mendapatkan Manfaat
Melihat Pesona Keindahan...
Melihat Pesona Keindahan Kediri lewat Kayuhan Sepeda
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Harmonisasi Majapahit...
Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Madas Nusantara Gandeng...
Madas Nusantara Gandeng Ojol Jakarta Berjuang Menangkan Mas Pram-Bang Rano
Rekomendasi
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Berita Terkini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved