Berikan Ribuan Beasiswa, Khofifah Peduli Kualitas Pendidikan Generasi Muda Jatim
Minggu, 25 Mei 2025 - 07:51 WIB
loading...
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dinilai sebagai pemimpin paling peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan santri di Jatim. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dinilai sebagai pemimpin paling peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan santri di Jatim. Bukti konkretnya terbukti dari alokasi ribuan beasiswa untuk para santri di Jatim.
“Memberikan 1.193 beasiswa untuk siswa/siswi dan santri berprestasi di Jawa Timur itu sebuah keberpihakan dan kepedulian Khofifah terhadap dunia pendidikan,” kata Pengamat Politik Sentral Politika, Subiran Paridamos, Sabtu (24/5/2025). Baca juga: Deakin-Lancaster University Buka Akses Pendidikan Internasional dengan Program Beasiswa
Subiran melanjutkan, keberpihakan Khofifah terhadap dunia pendidikan itu sejalan dengan visi misi Presiden Prabowo Subianto. Ia meyakini, dengan beasiswa, hingga pendirian Sekolah Rakyat, Khofifah terus menyelaraskan langkah mendukung Presiden Prabowo menuju Indonesia Emas 2045.
“Dan itu sejalan dengan program pemerintahan Prabowo-Gibran yang sangat peduli dunia pendidikan dengan adanya program beasiswa hingga Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov Jatim telah meluncurkan 1.193 beasiswa bagi para santri melalui program Beasiswa Santri Unggul 2025. Program tersebut bertujuan mewujudkan ekosistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berakar pada nilai-nilai karakter.
“Santri bukan hanya penjaga nilai moral dan spiritual, tetapi juga aset intelektual bangsa. Ketika mereka diberi akses pendidikan tinggi, mereka akan tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang visioner, berakhlak, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Khofifah. Baca juga: Wali Kota Kediri: Khofifah Pemimpin Perempuan Inspiratif Masyarakat Jatim
Di samping itu, Khofifah meyakini kompetensi para santri bisa bersaing dengan siswa/siswi dari sekolah reguler lain di Tanah Air. Menurutnya, para santri di Jatim maupun seluruh Indonesia harus diberikan akses dan kesempatan lebih luas agar bisa berkembang menjadi SDM berkualitas.
“Mereka bisa menjadi akademisi, teknokrat, diplomat, bahkan entrepreneur. Kita hanya perlu membuka akses, membimbing, dan mempercayakan mereka dengan tanggung jawab,” tandasnya.
“Memberikan 1.193 beasiswa untuk siswa/siswi dan santri berprestasi di Jawa Timur itu sebuah keberpihakan dan kepedulian Khofifah terhadap dunia pendidikan,” kata Pengamat Politik Sentral Politika, Subiran Paridamos, Sabtu (24/5/2025). Baca juga: Deakin-Lancaster University Buka Akses Pendidikan Internasional dengan Program Beasiswa
Subiran melanjutkan, keberpihakan Khofifah terhadap dunia pendidikan itu sejalan dengan visi misi Presiden Prabowo Subianto. Ia meyakini, dengan beasiswa, hingga pendirian Sekolah Rakyat, Khofifah terus menyelaraskan langkah mendukung Presiden Prabowo menuju Indonesia Emas 2045.
“Dan itu sejalan dengan program pemerintahan Prabowo-Gibran yang sangat peduli dunia pendidikan dengan adanya program beasiswa hingga Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov Jatim telah meluncurkan 1.193 beasiswa bagi para santri melalui program Beasiswa Santri Unggul 2025. Program tersebut bertujuan mewujudkan ekosistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berakar pada nilai-nilai karakter.
“Santri bukan hanya penjaga nilai moral dan spiritual, tetapi juga aset intelektual bangsa. Ketika mereka diberi akses pendidikan tinggi, mereka akan tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang visioner, berakhlak, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Khofifah. Baca juga: Wali Kota Kediri: Khofifah Pemimpin Perempuan Inspiratif Masyarakat Jatim
Di samping itu, Khofifah meyakini kompetensi para santri bisa bersaing dengan siswa/siswi dari sekolah reguler lain di Tanah Air. Menurutnya, para santri di Jatim maupun seluruh Indonesia harus diberikan akses dan kesempatan lebih luas agar bisa berkembang menjadi SDM berkualitas.
“Mereka bisa menjadi akademisi, teknokrat, diplomat, bahkan entrepreneur. Kita hanya perlu membuka akses, membimbing, dan mempercayakan mereka dengan tanggung jawab,” tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :