Komnas HAM Ungkap 21 Orang Dipekerjakan saat Ledakan Amunisi di Garut, Upah Rp150 Ribu/Hari
Jum'at, 23 Mei 2025 - 19:54 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa pekerja senior pernah melakukan pekerjaan tersebut hingga ke berbagai daerah di Indonesia seperti Makassar dan Maluku.
"Pedoman PBB terkait keterlibatan sipil dalam urusan penanganan dan pemusnahan amunisi memang memberikan ruang pelibatan pihak lain dalam kegiatan sejenis dengan pemusnahan amunisi, tetapi dengan syarat keahlian spesifik/kompetensi tertentu," ungkap Abdul.
Diberitakan sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan, korban ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat, bertambah menjadi 13 orang.
“Pada 12 Mei 2025 bertempat di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut telah terjadi musibah di lokasi peledakan yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia ketika pemusnahan amunisi tidak layak pakai atau amunisi expired,” ujar Kristomei, Senin (12/5/2025).
"Pedoman PBB terkait keterlibatan sipil dalam urusan penanganan dan pemusnahan amunisi memang memberikan ruang pelibatan pihak lain dalam kegiatan sejenis dengan pemusnahan amunisi, tetapi dengan syarat keahlian spesifik/kompetensi tertentu," ungkap Abdul.
Diberitakan sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan, korban ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat, bertambah menjadi 13 orang.
“Pada 12 Mei 2025 bertempat di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut telah terjadi musibah di lokasi peledakan yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia ketika pemusnahan amunisi tidak layak pakai atau amunisi expired,” ujar Kristomei, Senin (12/5/2025).
(jon)
Lihat Juga :