Pemkab Bekasi Prioritaskan Pemulihan dan Revitalisasi Pasar Bojong usai Kebakaran
Kamis, 22 Mei 2025 - 19:05 WIB
loading...
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang meninjau Pasar Bojong, Kedungwaringin, Rabu (21/5/2025). Kebakaran melanda Pasar Bojong beberapa waktu lalu. Foto: Ist
A
A
A
BEKASI - Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang berkomitmen memulihkan Pasar Bojong, Kecamatan Kedungwaringin usai kebakaran beberapa waktu lalu. Dia menyampaikan langkah-langkah cepat dan rencana jangka panjang untuk memastikan aktivitas perdagangan masyarakat dapat kembali berjalan.
“Langkah awal kita akan merapikan puing-puing kebakaran. Penataan ini bersifat sementara agar pedagang dapat melanjutkan aktivitasnya,” ujar Ade saat meninjau Pasar Bojong, Rabu (21/5/2025).
Baca juga: Kebakaran Landa Permukiman Warga, Perjalanan KRL Taman Kota-Bojong Indah Terganggu
Kehadirannya langsung ke lokasi merupakan bentuk nyata kepemimpinan yang harus turun ke bawah untuk belanja masalah dan menyelesaikannya langsung dari sumbernya.
Dalam jangka menengah dan panjang, Pemkab Bekasi akan menyusun konsep pembangunan pasar yang lebih baik, aman, dan nyaman untuk pedagang maupun pembeli.
“Insyaallah pasar ini akan kita bangun dengan lebih baik supaya masyarakat merasa nyaman saat berdagang. Bahkan kami juga mencermati kondisi fasilitas sekitar, termasuk kantor UPTD yang juga tidak layak,” ungkapnya.
Terkait pembangunan, Bupati Ade membuka kemungkinan berbagai opsi, mulai dari APBD, bantuan pusat, hingga kerja sama dengan pihak ketiga.
“Itu akan kita musyawarahkan. Yang penting sekarang, kita fokus dulu pada pembersihan lokasi agar aktivitas dagang berjalan kembali. Kemungkinan dengan pemasangan awning sebagai solusi sementara,” katanya.
Dia menyampaikan telah ada langkah awal pemberian bantuan dan koordinasi dengan Dinas terkait untuk membantu pedagang terdampak kebakaran.
Melihat kejadian ini sebagai momentum evaluasi menyeluruh. Dia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pasar di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.
“Kejadian ini adalah hikmah. Kami akan evaluasi kondisi seluruh pasar. Kalau memang harus diperbaiki akan kita lakukan. Kita juga ingin menata agar tidak terjadi lagi okupansi jalan oleh pedagang kaki lima yang menyebabkan kemacetan dan kekumuhan,” ujar Ade.
Dia juga menekankan pentingnya kebersihan pasar ke depan. “Pasar tidak bisa bersih seperti rumah sakit, tapi paling tidak ada tempat pembuangan sementara dan pengelolaan sampah yang lebih baik,” ucapnya.
“Langkah awal kita akan merapikan puing-puing kebakaran. Penataan ini bersifat sementara agar pedagang dapat melanjutkan aktivitasnya,” ujar Ade saat meninjau Pasar Bojong, Rabu (21/5/2025).
Baca juga: Kebakaran Landa Permukiman Warga, Perjalanan KRL Taman Kota-Bojong Indah Terganggu
Kehadirannya langsung ke lokasi merupakan bentuk nyata kepemimpinan yang harus turun ke bawah untuk belanja masalah dan menyelesaikannya langsung dari sumbernya.
Dalam jangka menengah dan panjang, Pemkab Bekasi akan menyusun konsep pembangunan pasar yang lebih baik, aman, dan nyaman untuk pedagang maupun pembeli.
“Insyaallah pasar ini akan kita bangun dengan lebih baik supaya masyarakat merasa nyaman saat berdagang. Bahkan kami juga mencermati kondisi fasilitas sekitar, termasuk kantor UPTD yang juga tidak layak,” ungkapnya.
Terkait pembangunan, Bupati Ade membuka kemungkinan berbagai opsi, mulai dari APBD, bantuan pusat, hingga kerja sama dengan pihak ketiga.
“Itu akan kita musyawarahkan. Yang penting sekarang, kita fokus dulu pada pembersihan lokasi agar aktivitas dagang berjalan kembali. Kemungkinan dengan pemasangan awning sebagai solusi sementara,” katanya.
Dia menyampaikan telah ada langkah awal pemberian bantuan dan koordinasi dengan Dinas terkait untuk membantu pedagang terdampak kebakaran.
Melihat kejadian ini sebagai momentum evaluasi menyeluruh. Dia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pasar di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.
“Kejadian ini adalah hikmah. Kami akan evaluasi kondisi seluruh pasar. Kalau memang harus diperbaiki akan kita lakukan. Kita juga ingin menata agar tidak terjadi lagi okupansi jalan oleh pedagang kaki lima yang menyebabkan kemacetan dan kekumuhan,” ujar Ade.
Dia juga menekankan pentingnya kebersihan pasar ke depan. “Pasar tidak bisa bersih seperti rumah sakit, tapi paling tidak ada tempat pembuangan sementara dan pengelolaan sampah yang lebih baik,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :