Demo Ojol 20 Mei di Jakarta Diikuti Ratusan Ribu Driver? Berikut Fakta-faktanya
Kamis, 22 Mei 2025 - 11:13 WIB
loading...
Pengemudi ojol menggelar aksi damai kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Mereka menuntut kejelasan dan keadilan terkait sistem tarif. Foto/SindoNews/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Aksi demo driver ojol , Selasa 20 Mei 2025, yang digadang-gadang akan melumpuhkan layanan ojol di Jakarta ternyata jauh dari prediksi. Tak seperti yang dikhawatirkan, massa yang hadir di titik aksi utama di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta tidak mencapai ratusan ribu driver ojol .
Meskipun sempat muncul kekhawatiran soal offbid massal dan gangguan layanan, kenyataannya sebagian besar pengemudi tetap memilih "narik" seperti biasa. Layanan transportasi online pun tetap berjalan normal, bahkan di jam-jam sibuk. Baca juga: Wacana Tuntutan 10 Persen Ojol Berisiko Matikan Denyut Ekonomi Digital
Selain itu, ancaman offbid massal atau aksi mematikan aplikasi secara kolektif di sejumlah titik strategis juga tidak terbukti. Sebagian besar pengemudi tetap memilih beroperasi seperti biasa, memastikan layanan transportasi berbasis aplikasi berjalan normal sepanjang hari.
Massa aksi hanya berkumpul di sekitar Patung Kuda untuk menyampaikan aspirasi. Namun, mereka tidak bergerak menuju gedung DPR/MPR seperti yang dijadwalkan. Aksi pun berlangsung tertib dan tidak mengganggu lalu lintas secara signifikan.
Situasi ini mencerminkan bahwa mayoritas mitra pengemudi lebih memilih tetap bekerja dan mencari nafkah ketimbang terlibat aksi turun ke jalan. Sejumlah pengemudi bahkan tetap melayani pesanan baik untuk antar-jemput penumpang maupun pengiriman makanan. "Tapi kebutuhan orang beda-beda, kita tetap narik," kata salah satu driver ojol yang enggan disebutkan namanya.
Dari sisi pengguna, layanan ride-hailing juga tetap mudah diakses. Idham, karyawan di Tendean, mengaku tidak mengalami kendala saat memesan ojek online. "Begitu terjebak macet, saya langsung turun mobil, kemudian memesan ojol. Langsung dapat," lanjutnya.
Meskipun sempat muncul kekhawatiran soal offbid massal dan gangguan layanan, kenyataannya sebagian besar pengemudi tetap memilih "narik" seperti biasa. Layanan transportasi online pun tetap berjalan normal, bahkan di jam-jam sibuk. Baca juga: Wacana Tuntutan 10 Persen Ojol Berisiko Matikan Denyut Ekonomi Digital
Selain itu, ancaman offbid massal atau aksi mematikan aplikasi secara kolektif di sejumlah titik strategis juga tidak terbukti. Sebagian besar pengemudi tetap memilih beroperasi seperti biasa, memastikan layanan transportasi berbasis aplikasi berjalan normal sepanjang hari.
Massa aksi hanya berkumpul di sekitar Patung Kuda untuk menyampaikan aspirasi. Namun, mereka tidak bergerak menuju gedung DPR/MPR seperti yang dijadwalkan. Aksi pun berlangsung tertib dan tidak mengganggu lalu lintas secara signifikan.
Situasi ini mencerminkan bahwa mayoritas mitra pengemudi lebih memilih tetap bekerja dan mencari nafkah ketimbang terlibat aksi turun ke jalan. Sejumlah pengemudi bahkan tetap melayani pesanan baik untuk antar-jemput penumpang maupun pengiriman makanan. "Tapi kebutuhan orang beda-beda, kita tetap narik," kata salah satu driver ojol yang enggan disebutkan namanya.
Dari sisi pengguna, layanan ride-hailing juga tetap mudah diakses. Idham, karyawan di Tendean, mengaku tidak mengalami kendala saat memesan ojek online. "Begitu terjebak macet, saya langsung turun mobil, kemudian memesan ojol. Langsung dapat," lanjutnya.
Lihat Juga :