Medistra Jakarta Luncurkan Terobosan Terbaru untuk Pasien Gagal Ginjal Kronik

Rabu, 21 Mei 2025 - 18:31 WIB
loading...
Medistra Jakarta Luncurkan...
Inovasi pelayanan Hemodiafiltrasi (HDF) sebagai bentuk inovasi pelayanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit ginjal kronik dilakukan di RS Medistra Jakarta. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Inovasi pelayanan Hemodiafiltrasi (HDF) sebagai bentuk inovasi pelayanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit ginjal kronik terus dilakukan di Jakarta. Layanan ini diharapkan dapat memberikan solusi terapi pengganti ginjal yang lebih optimal dan meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.

HDF merupakan teknologi lanjutan dari hemodialisis (HD) konvensional, yang menggabungkan dua mekanisme pembersihan darah, difusi dan konveksi untuk mengeluarkan molekul racun berukuran kecil hingga besar.

Baca juga: Berbedakah Gagal Ginjal dengan Gangguan Ginjal Akut? Begini Penjelasan IDAI

Dengan pembersihan yang lebih lengkap, HDF dapat membantu mengurangi gejala yang umum dialami pasien dialisis seperti gatal, kelelahan berlebih, hipotensi saat dialisis, dan kram otot.



Layanan ini salah satunya diluncurkan oleh RS Medistra, Jakarta pada Selasa (20/5/2025).

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pasien yang menjalani HDF tidak hanya mendapatkan terapi medis, tetapi juga pelayanan yang manusiawi, personal, dan penuh perhatian,” kata Direktur RS Medistra, dr. Adhitya Wardhana, MARS dikutip Rabu (21/5/2025).

Layanan HDF ini dilengkapi dengan mesin dialisis generasi terbaru, yang mampu menghasilkan cairan substitusi ultrapure langsung dari unit pengolahan air yang telah memenuhi standar kesehatan.

Sistem ini memastikan keamanan dan kemurnian cairan yang masuk kembali ke tubuh pasien, meminimalkan risiko infeksi atau reaksi tubuh.

Baca juga: Bolehkah Pasien Gagal Ginjal Berpuasa?

“Teknik dialisis modern yang menyaring molekul lebih efektif dibandingkan hemodialisis (HD) konvensional. Menurunkan risiko hipotensi selama dialisis berlangsung, Menurunkan risiko rawat inap dan komplikasi jangka panjang,” tambah dr. Ni Made Hustrini, Sp.PD-KGH.

Seluruh prosedur dijalankan oleh tenaga medis profesional yang telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi khusus dalam terapi HDF.

"Setiap terapi, termasuk HDF, perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, namun dengan teknologi HDF memberikan harapan baru bagi terapi ginjal kronik," imbuh Prof. Dr. Jose Roesma, Ph.D, Sp.PD, KGH

Pasien juga mendapatkan monitoring ketat selama terapi, termasuk pemantauan tekanan darah, kadar elektrolit, dan kenyamanan selama tindakan.

Layanan HDF ini tersedia pada hari kerja dan akhir pekan dengan kapasitas unit yang siap menangani pasien rawat jalan maupun rawat inap.

Pasien dapat mengakses layanan HDF melalui poli penyakit dalam, subspesialis ginjal dengan pemeriksaan awal oleh dokter untuk menilai indikasi, kecocokan akses vaskular dan kelayakan medis.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Dapat Laporan...
Prabowo Dapat Laporan Puskesmas di Miangas Belum Pernah Diperbaiki Sejak Era Soeharto
Tinjau Puskesmas Miangas,...
Tinjau Puskesmas Miangas, Prabowo Soroti Pelayanan Kesehatan di Daerah Perbatasan
Program JKN Tanggung...
Program JKN Tanggung Biaya Pengobatan Anak Yunita di RSU Cempaka Lima Banda Aceh
Pemprov Kalteng Tanggung...
Pemprov Kalteng Tanggung Iuran BPJS Kesehatan 650.000 Warga Tidak Mampu
Soft Launching Klinik...
Soft Launching Klinik PPKR Aceh Tamiang, BSMI: Dampingi Aceh Bangkit, Tak Pergi usai Bencana
FK YARSI Gelar Layanan...
FK YARSI Gelar Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir Bandang Aceh Utara
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Prabowo Komitmen Sediakan...
Prabowo Komitmen Sediakan Obat Murah Agar Bisa Diakses Masyarakat
SMC RS Telogorejo Semarang...
SMC RS Telogorejo Semarang Luncurkan 3 Inovasi Pelayanan Kesehatan
Rekomendasi
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
FIFA Hukum Assim Madibo...
FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Patahkan Kaki Gelandang Kanada
Berita Terkini
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Militer
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Homedoki Umumkan Pemenang...
Homedoki Umumkan Pemenang Umrah, Perjalanan ke Tanah Suci Agustus 2026
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved