Konflik Kerajaan Banten dengan Mataram Membuat Kesultanan Cirebon Terpecah Tiga

Rabu, 21 Mei 2025 - 06:50 WIB
loading...
Konflik Kerajaan Banten...
Gejolak antara Kerajaan Mataram dan Banten konon membuat Cirebon terjepit dan terpecah menjadi tiga. Foto/SindoNews
A A A
SEMARANG - Gejolak antara Kerajaan Mataram dan Banten konon membuat Cirebon terjepit. Bahkan dari hubungan hangat kedua kerajaan Islam itu, Cirebon terpaksa harus pecah menjadi tiga yang masing-masing dipimpin oleh anak dari Panembahan Girilaya.

Konon saat itu Cirebon yang dipimpin oleh Panembahan Girilaya berada pada posisi serba salah dan terjepit. Banten curiga sebab Cirebon dianggap mendekat ke Mataram. Di lain pihak, Mataram pun menuduh Cirebon tidak lagi sungguh-sungguh mendekatkan diri, karena Panembahan Girilaya dan Sultan Ageng dari Banten adalah sama-sama keturunan Padjajaran.

Sebagaimana tercantum pada "Babad Tanah Jawi", dari Soedjipto Abimanyu yang dikutip SindoNews, Rabu (21/5/2025) diceritakan, kondisi panas ini memuncak dengan meninggalnya Panembahan Girilaya saat berkunjung ke Kartasura. Lalu, ia dimakamkan di bukit Girilaya, Yogyakarta, dengan posisi sejajar dengan makam Sultan Agung di Imogiri.

Baca juga: Serangan Kerajaan Mataram ke Blambangan Usai Sultan Amangkurat I Dapat Bisikan Ulama

Perlu diketahui, Panembahan Girilaya adalah juga menantu Sultan Agung Hanyakrakusuma yang berasal dari Mataram. Bersamaan dengan meninggalnya Panembahan Girilaya, Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya, yakni para putra Panembahan Girilaya ditahan di Mataram.

Dengan kematian Panembahan Girilaya, maka terjadi kekosongan penguasa untuk kedua kalinya. Sultan Ageng Tirtayasa segera dinobatkan oleh Pangeran Wangsakerta sebagai pengganti Panembahan Girilaya atas tanggung jawab pihak Banten.

Baca juga: Kisah Penguasa Mataram Minta 100 Gadis, namun Ditolak Sultan Banten Berujung Perang Dingin
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah 2 Utusan Pajang...
Kisah 2 Utusan Pajang Beri Laporan Palsu ke Sultan Hadiwijaya demi Lindungi Senopati di Mataram
Kekuasaan hingga Semenanjung...
Kekuasaan hingga Semenanjung Melayu Buat Kerajaan Sriwijaya Jadi Poros Perdagangan Internasional
Pengkhianatan Orang...
Pengkhianatan Orang Dekat Raja Mataram Pasca Kalah Perang Melawan VOC Belanda
Dua Bupati Wilayah Mataram...
Dua Bupati Wilayah Mataram Dipecat Sultan karena Membangkang ke VOC Belanda
Cerita Danau Buatan...
Cerita Danau Buatan yang Mengelilingi Megahnya Istana Baru Kerajaan Mataram
Kisah Pramodhawardhani,...
Kisah Pramodhawardhani, Raja Mataram Perempuan Pertama Keturunan Sriwijaya
Fadli Zon: Kita Perlu...
Fadli Zon: Kita Perlu Tulis Sejarah Kerajaan dan Kesultanan
Sejarah Kerajaan-Kerajaan...
Sejarah Kerajaan-Kerajaan Islam dan Peninggalannya di Nusantara
Penjelasan Ending Queen...
Penjelasan Ending Queen Woo, Apa Maksud dari Goguryeo Baru?
Rekomendasi
Belanda vs Jepang Tanpa...
Belanda vs Jepang Tanpa Gol di Babak Pertama, Samurai Biru Tahan Gempuran Oranje
Selamat Tahun Baru Islam...
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Berikut Keutamaan Muharram
Rumah Anisa Rahma 80...
Rumah Anisa Rahma 80 Persen Terbakar, Ruang Berisi 3.500 Al-Quran Tetap Utuh
Berita Terkini
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved