alexametrics

Tolak Gedung SKB Jadi Tempat Isolasi COVID-19, Warga Ternate Blokade Jalan

loading...
Tolak Gedung SKB Jadi Tempat Isolasi COVID-19, Warga Ternate Blokade Jalan
Puluhan warga Kelurahan Dufa-Dufa, Kota Ternate, Maluku Utara, memblokade jalan sebagai bentuk penolakan terhadap Pemprov Maluku Utara, yang akan menggunakan Gedung Sanggar Belajar (SKB) menjadi ruangan isolasi bagi pasien COVID-19. Foto iNews TV/Ismail S
A+ A-
TERNATE - Puluhan warga Kelurahan Dufa-Dufa Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, memblokade jalan sebagai bentuk penolakan terhadap Pemerintah Provinsi Maluku Utara, yang akan menggunakan Gedung Sanggar Belajar (SKB) menjadi ruangan isolasi bagi pasien COVID-19, Kamis (26/3/2020). Warga khawatir mereka terancam tertular wabah COVID-19 karena lokasi Gedung SKB berada ditengah pemukiman mereka.

Puluhan warga Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Terante, Maluku Utara yang didominasi kaum ibu rumah tangga ini mengamuk dan melakukan aksi pemblokadean jalan masuk menuju Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang berada di RT 03 RW 01 dengan potongan kayu. (Baca: COVID-19 Mewabah, Begini Cara Warga Binaan Rutan Prabumulih Lepas Rindu dengan Keluarga)

Nahrawi Mustafa warga Ternate mengatakan, aksi warga ini dipicu saat Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba bersama sejumlah SKPD mengunjugi lokasi Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) untuk melihat kelayakan gedung tersebut yang rencananya akan dijadikan sebagai gedung tambahan penanganan COVID-19.



“Kita berharap Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) tidak dijadikan tempat karantina dalam penanganan COVID-19. Karena khawatir penyakit menular tersebut bisa mengancam warga yang bermukim di sekitar gedung itu. Karena gedung berada ditengah pemukiman padat penduduk,” kata dia.

Sementara itu Sekretaris Daerah Pemprov Malut Samsuddin Abdul Kadir selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku Utara menjelaskan, Gedung SKB bukan menjadi ruangan isolasi penanganan pasien positif COVID-19. Namun hanya dijadikan ruangan karantina bagi pasien yang berstatus PDP dan ODP saja.

“Saat ini pihaknya telah melakukan langkah kordinasi dengan Pemerintah Kota Ternate guna melakukan sosialisasi kepada warga setempat sehingga gedung tersebut dapat digunakan dalam penangan COVID-19 saat ini,” tandas dia.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak