Pembongkaran Gedung SMPN 20 Diprotes Warga, Pemkot Tangsel Beri Penjelasan
Kamis, 15 Mei 2025 - 11:40 WIB
loading...
Warga Perumahan Permata Pamulang RW 04, Bakti Jaya, Setu, Tangsel menolak sekaligus menghentikan sementara proses pembongkaran gedung SMPN 20. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
TANGSEL - Warga Perumahan Permata Pamulang RW 04, Bakti Jaya, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) menolak sekaligus menghentikan sementara proses pembongkaran gedung sekolah SMPN 20. Warga mendatangi area proyek pembongkaran itu pada Rabu 14 Mei 2025.
Mereka memasang sebuah spanduk berisi penolakan dengan mencantumkan aspirasi dari sejumlah RT dan RW setempat. "Warga RT 01, 02, 04, RW 04 menolak proyek pembangunan/renovasi SMPN 20 selama tidak ada izin lingkungan dari warga yang terdampak," bunyi spanduk yang sempat terpasang di tembok depan sekolah.
Ketua RT02, Desra Harahap mengatakan penghentian sementara pembongkaran dikarenakan tak adanya komunikasi sejak awal rencana renovasi itu. Padahal, kata dia, warganya terdampak langsung. Baca juga: Prabowo Ingin Jam Olahraga Ditambah, Komisi X DPR Soroti Minim Fasilitas di Sekolah
"Warga sama sekali tak diajak berkomunikasi mengenai pemugaran SMPN 20 Tangsel yang direncanakan menjadi tiga tingkat tersebut. Padahal dampak dari pembongkaran maupun pembangunan dirasakan secara langsung oleh warga yang langsung berbatasan dengan tembok sekolah SMPN 20," terangnya.
Menurutnya, warga tak ingin menghalangi program pemerintah, terlebih menyangkut pendidikan . Meski begitu, lanjut Desra, pemugaran sebaiknya dilakukan berdasarkan aturan seperti perihal IMB yang notabene harus berdasarkan izin lingkungan.
Mereka memasang sebuah spanduk berisi penolakan dengan mencantumkan aspirasi dari sejumlah RT dan RW setempat. "Warga RT 01, 02, 04, RW 04 menolak proyek pembangunan/renovasi SMPN 20 selama tidak ada izin lingkungan dari warga yang terdampak," bunyi spanduk yang sempat terpasang di tembok depan sekolah.
Ketua RT02, Desra Harahap mengatakan penghentian sementara pembongkaran dikarenakan tak adanya komunikasi sejak awal rencana renovasi itu. Padahal, kata dia, warganya terdampak langsung. Baca juga: Prabowo Ingin Jam Olahraga Ditambah, Komisi X DPR Soroti Minim Fasilitas di Sekolah
"Warga sama sekali tak diajak berkomunikasi mengenai pemugaran SMPN 20 Tangsel yang direncanakan menjadi tiga tingkat tersebut. Padahal dampak dari pembongkaran maupun pembangunan dirasakan secara langsung oleh warga yang langsung berbatasan dengan tembok sekolah SMPN 20," terangnya.
Menurutnya, warga tak ingin menghalangi program pemerintah, terlebih menyangkut pendidikan . Meski begitu, lanjut Desra, pemugaran sebaiknya dilakukan berdasarkan aturan seperti perihal IMB yang notabene harus berdasarkan izin lingkungan.
Lihat Juga :