Mendikdasmen Apresiasi Digitalisasi Pembelajaran Kalteng, Gubernur: Sesuai Arahan Presiden
Senin, 12 Mei 2025 - 19:26 WIB
loading...
Gubernur Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo meluncurkan program digitalisasi pembelajaran di Kalteng. Foto/istimewa
A
A
A
KALTENG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) meluncurkan program-program unggulan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Pancasila. Program tersebut adalah kuliah gratis bernama Beasiswa Huma Betang dan digitalisasi pendidikan melalui platform Pena Kalteng.
Program unggulan dunia pendidikan Kalteng itu diperkenalkan secara resmi oleh Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya pada, Jumat, 9 Mei 2025.
Gubernur Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Plt Kadisdik Kalteng Reza Prabowo, dan jajaran Forkopimda. Hadir dalam acara tersebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu'ti.
Baca juga: Digitalisasi dan Teknologi Jadi Senjata Ampuh Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Agustiar Sabran mengatakan, sasaran dari Beasiswa Huma Betang adalah keluarga-keluarga yang kurang mampu. Kuliah gratis bagi mahasiswa yang tidak mampu tersebut ditargetkan capai hingga 10.000 beasiswa.
Agustiar Sabran menjelaskan, pendidikan adalah satu hal penting untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang. Agustiar yakin dengan banyaknya sarjana berasal dari Kalteng, membuat Bumi Pancasila terus menjadi provinsi unggulan dan meningkatkan perekonomian rakyat.
Baca juga: Digitalisasi Dunia Pendidikan, Refocus Jabarkan 5 Tren Education Tech 2023
"Tidak ada anak pedalaman sampai kota yang tidak bisa bersekolah. Program kami satu rumah satu sarjana," katanya, Senin (12/5/2025).
Tak hanya Beasiswa Huma Betang, Agustiar Sabran juga menjelaskan mengenai Pena Kalteng. Menurut Agustiar Sabran Pena Kalteng menekankan transparansi dan penerapan data yang teringrasi dalam satu platform, sehingga data pendidikan di Kalteng yang sudah ada sistem data pokok pendidikan nasional tergabung menjadi satu.
Selain itu, platform tersebut dapat digunakan untuk memantau pembangunan pendidikan di Kalimantan Tengah. Lebih lanjut 'Pena Kalteng' juga dapat membantu pengambilan keputusan dalam perencanaan pendidikan ke depan.
"Pena Kalteng memiliki 5 fitur utama yakni Data Sekolah dan Transparansi Dana BOS, Data Sarana Prasana, Data SDM (Guru dan Tenaga Kependidikan), Data Peserta Didik, dan Modul Ajar," ucapnya.
Dalam program digitalisasi pendidikan, Gubernur Kalteng sebelumnya Sugianto Sabran, pada 2024 telah menyediakan sebanyak 1.198 unit TV canggih. Pada 2025, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menambah papan tulis interaktif tersebut sebanyak 3.141 unit. Serta panel surya sebanyak 874 set, serta starlink 321 unit.
Program Beasiswa Huma Betang dan Pena Kalteng dapat apresiasi dari Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Abdul Mu’ti mengatakan, Kalteng menjadi provinsi pelopor untuk meningkatkan program pendidikan nasional. "Baru di Bapak Presiden pada saat hari pendidikan nasional yang lalu, ternyata Kalimantan Tengah sudah memulainya," ujar Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti mengaku telah berkunjung ke SMKN 3 Palangkaraya dan melihat respons arahan pusat.
"Tadi sudah berkunjung langsung ke SMKN 3 Palangkaraya. Saya sudah lihat digitalisasi (pendidikan) yang dilakukan, ini sebuah komitmen Pak Gubernur merespons arahan pusat, hingga mendahului di tingkat nasional. Kalau Pak Gubernur bisa mengalokasikan untuk SMP, SMA, SMK, dan SKH, insya Allah nanti SD nya akan dibantu dari pemerintah pusat," ujar Abdul Mu’ti.
Program unggulan dunia pendidikan Kalteng itu diperkenalkan secara resmi oleh Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya pada, Jumat, 9 Mei 2025.
Gubernur Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Plt Kadisdik Kalteng Reza Prabowo, dan jajaran Forkopimda. Hadir dalam acara tersebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu'ti.
Baca juga: Digitalisasi dan Teknologi Jadi Senjata Ampuh Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Agustiar Sabran mengatakan, sasaran dari Beasiswa Huma Betang adalah keluarga-keluarga yang kurang mampu. Kuliah gratis bagi mahasiswa yang tidak mampu tersebut ditargetkan capai hingga 10.000 beasiswa.
Agustiar Sabran menjelaskan, pendidikan adalah satu hal penting untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang. Agustiar yakin dengan banyaknya sarjana berasal dari Kalteng, membuat Bumi Pancasila terus menjadi provinsi unggulan dan meningkatkan perekonomian rakyat.
Baca juga: Digitalisasi Dunia Pendidikan, Refocus Jabarkan 5 Tren Education Tech 2023
"Tidak ada anak pedalaman sampai kota yang tidak bisa bersekolah. Program kami satu rumah satu sarjana," katanya, Senin (12/5/2025).
Tak hanya Beasiswa Huma Betang, Agustiar Sabran juga menjelaskan mengenai Pena Kalteng. Menurut Agustiar Sabran Pena Kalteng menekankan transparansi dan penerapan data yang teringrasi dalam satu platform, sehingga data pendidikan di Kalteng yang sudah ada sistem data pokok pendidikan nasional tergabung menjadi satu.
Selain itu, platform tersebut dapat digunakan untuk memantau pembangunan pendidikan di Kalimantan Tengah. Lebih lanjut 'Pena Kalteng' juga dapat membantu pengambilan keputusan dalam perencanaan pendidikan ke depan.
"Pena Kalteng memiliki 5 fitur utama yakni Data Sekolah dan Transparansi Dana BOS, Data Sarana Prasana, Data SDM (Guru dan Tenaga Kependidikan), Data Peserta Didik, dan Modul Ajar," ucapnya.
Dalam program digitalisasi pendidikan, Gubernur Kalteng sebelumnya Sugianto Sabran, pada 2024 telah menyediakan sebanyak 1.198 unit TV canggih. Pada 2025, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menambah papan tulis interaktif tersebut sebanyak 3.141 unit. Serta panel surya sebanyak 874 set, serta starlink 321 unit.
Program Beasiswa Huma Betang dan Pena Kalteng dapat apresiasi dari Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Abdul Mu’ti mengatakan, Kalteng menjadi provinsi pelopor untuk meningkatkan program pendidikan nasional. "Baru di Bapak Presiden pada saat hari pendidikan nasional yang lalu, ternyata Kalimantan Tengah sudah memulainya," ujar Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti mengaku telah berkunjung ke SMKN 3 Palangkaraya dan melihat respons arahan pusat.
"Tadi sudah berkunjung langsung ke SMKN 3 Palangkaraya. Saya sudah lihat digitalisasi (pendidikan) yang dilakukan, ini sebuah komitmen Pak Gubernur merespons arahan pusat, hingga mendahului di tingkat nasional. Kalau Pak Gubernur bisa mengalokasikan untuk SMP, SMA, SMK, dan SKH, insya Allah nanti SD nya akan dibantu dari pemerintah pusat," ujar Abdul Mu’ti.
(cip)
Lihat Juga :