Fakta Atlet Binaraga Terpaksa Makan Ayam Tiren, Ternyata hanya Terima 10 Persen Dana Operasional
Rabu, 07 Mei 2025 - 00:23 WIB
loading...
A
A
A
"Kita ambil minimal kelas itu 60 ke bawah minimal satu kilo per hari, untuk protein hewani, itu belum termasuk, makanan tambahan seperti serat pangannya, karbohidratnya, multi vitaminnya belum, suplemennya belum, kalau untuk suplemen itu satu orang," jelasnya.
Baca juga: Binaraga Rawan Gangguan Mental karena Ancaman Anoreksia Terbalik
Kekurangannya kata dia, diambil dari dana pribadi dari pengurus serta usaha dari bisnis fitnes yang ia miliki di Lawang dan Sumbermanjing Wetan. Dimana satu di antaranya untuk dikomersialkan.
"Kekurangannya dana pribadi, dana saya pribadi. Jadi kita punya dua tempat latihan, satu latihan itu untuk kita komersialkan, satunya untuk penanganan atlet, subsidinya kita subsidikan di situ," ucapnya.
Indra menambahkan, perhitungan kebutuhan atlet binaraga disebut memang tidak tampak. Sebab atlet binaraga tentu membutuhkan asupan makanan bergizi, yang tidak tak tampak layaknya sarana prasarana fisik cabor lain.
Indra mencontohkan, di olahraga balap motor misalnya, ketika dikatakan ada kekurangan, bisa dihitung dari sepeda motor atau infrastruktur lainnya.
"Kayak IMI, kurang 200 juta pun kelihatan fisiknya. Berupa motor, kalau kita berupa makanan, masuk ke dalam tubuh, multivitamin masuk ke dalam tubuh," terangnya.
Ia pun menyayangkan minimnya asupan gizi yang diterima atletnya. Padahal secara normal harusnya atlet binaraga membutuhkan asupan daging sapi, tapi karena tidak mampu membeli maka diganti dengan daging ayam, itu pun dengan membeli ayam tiren demi memenuhi kebutuhan protein hewaninya.
Baca juga: Binaraga Rawan Gangguan Mental karena Ancaman Anoreksia Terbalik
Kekurangannya kata dia, diambil dari dana pribadi dari pengurus serta usaha dari bisnis fitnes yang ia miliki di Lawang dan Sumbermanjing Wetan. Dimana satu di antaranya untuk dikomersialkan.
"Kekurangannya dana pribadi, dana saya pribadi. Jadi kita punya dua tempat latihan, satu latihan itu untuk kita komersialkan, satunya untuk penanganan atlet, subsidinya kita subsidikan di situ," ucapnya.
Indra menambahkan, perhitungan kebutuhan atlet binaraga disebut memang tidak tampak. Sebab atlet binaraga tentu membutuhkan asupan makanan bergizi, yang tidak tak tampak layaknya sarana prasarana fisik cabor lain.
Indra mencontohkan, di olahraga balap motor misalnya, ketika dikatakan ada kekurangan, bisa dihitung dari sepeda motor atau infrastruktur lainnya.
"Kayak IMI, kurang 200 juta pun kelihatan fisiknya. Berupa motor, kalau kita berupa makanan, masuk ke dalam tubuh, multivitamin masuk ke dalam tubuh," terangnya.
Ia pun menyayangkan minimnya asupan gizi yang diterima atletnya. Padahal secara normal harusnya atlet binaraga membutuhkan asupan daging sapi, tapi karena tidak mampu membeli maka diganti dengan daging ayam, itu pun dengan membeli ayam tiren demi memenuhi kebutuhan protein hewaninya.
Lihat Juga :