Gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis AI Diminta Optimalkan Kembali TPS3R dan TPST
Jum'at, 02 Mei 2025 - 23:50 WIB
loading...
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menggelar rapat koordinasi dengan Containder di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (2/5/2025). Containder, gerakan pengelolaan sampah berbasis AI diminta mengoptimalkan kembali fungsi TPS3R dan TPS
A
A
A
DENPASAR - Containder, gerakan pengelolaan sampah berbasis AI diminta mengoptimalkan kembali fungsi TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) dan TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) di berbagai wilayah Indonesia. Containder dapat membantu masyarakat mengumpulkan dan mengelola sampah plastik menjadi uang serta melakukan konversi carbon offset.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti kepada Containder dalam rapat koordinasi kerja yang dilakukan di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (2/5/2025).
Baca juga: Kebijakan Pengelolaan Sampah Gunakan Pendekatan Circular Economy
Langkah kolaborasi ini merupakan bentuk nyata Containder dalam mendukung program Kementerian PU dan Kementerian Lingkungan Hidup dalam mengurangi dampak buruk sampah di seluruh Indonesia.
Dalam audiensi tersebut, Wakil Menteri PU mengarahkan Containder memulai pengelolaan TPS3R dan TPST dimulai dari wilayah operasional Containder di Bali, Maluku Utara, Biak, NTT (Kota Kupang), Kota Batam, dan berbagai wilayah di Jawa.
"Banyak sekali TPS3R yang dibangun belum optimal terkait pelaksanaannya. Kalau Containder akan membantu proses, maka silakan saja untuk sampah-sampah tersebut diselesaikan supaya bersih,” ujar Diana.
Selanjutnya, Billy Mambrasar menanggapi baik pernyataan Wamen PU bahwa Containder memiliki kesiapan dari sisi SDM dan teknologinya untuk mendukung dan mengoptimalkan TPS3R dengan pendekatan berbasis data dan pemetaan AI serta operasional yang memberdayakan masyarakat lokal.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti kepada Containder dalam rapat koordinasi kerja yang dilakukan di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (2/5/2025).
Baca juga: Kebijakan Pengelolaan Sampah Gunakan Pendekatan Circular Economy
Langkah kolaborasi ini merupakan bentuk nyata Containder dalam mendukung program Kementerian PU dan Kementerian Lingkungan Hidup dalam mengurangi dampak buruk sampah di seluruh Indonesia.
Dalam audiensi tersebut, Wakil Menteri PU mengarahkan Containder memulai pengelolaan TPS3R dan TPST dimulai dari wilayah operasional Containder di Bali, Maluku Utara, Biak, NTT (Kota Kupang), Kota Batam, dan berbagai wilayah di Jawa.
"Banyak sekali TPS3R yang dibangun belum optimal terkait pelaksanaannya. Kalau Containder akan membantu proses, maka silakan saja untuk sampah-sampah tersebut diselesaikan supaya bersih,” ujar Diana.
Selanjutnya, Billy Mambrasar menanggapi baik pernyataan Wamen PU bahwa Containder memiliki kesiapan dari sisi SDM dan teknologinya untuk mendukung dan mengoptimalkan TPS3R dengan pendekatan berbasis data dan pemetaan AI serta operasional yang memberdayakan masyarakat lokal.
Lihat Juga :