SCI Sebut Penggunaan API Bakal Percepat Distribusi Barang di Indonesia

Minggu, 06 September 2020 - 17:22 WIB
loading...
SCI Sebut Penggunaan...
Foto dok/SINDOnews
A A A
BANDUNG - Supply Chain Indonesia (SCI) menyebutkan, penggunaan Application Programming Interface (API) Connection dapat mempercepat distribusi barang di Indonesia. Aplikasi itu penting lantaran arus distribusi di Indonesia selama ini masih belum maksimal.

Apalagi, Logistics Performance Index (LPI) Indonesia pada 2018 menunjukkan peringkat 39 dari 167 negara dengan skor 3,30. Di antara negara-negara ASEAN, posisi Indonesia di bawah Singapore (skor 4,08), Thailand (3,47), Vietnam (3,45), dan Malaysia (3,15). Posisi Indonesia di atas Philippines (3,06), Laos (2,91), Cambodia (2,52), dan Myanmar (2,20). (Baca: Pakai Aplikasi Ini, Pengiriman Barang Unilever Jadi Lebih Cepat)

Penggunaan aplikasi API merupakan kolaborasi antara PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) dan PT Unilever Indonesia, Tbk. (ULI). Kerja sama perusahaan manufaktur dan pelayaran itu menghubungkan sistem dari kedua perusahaan itu untuk mempercepat pengiriman barang.

"Kerja sama antara SPIL dan ULI tersebut bermanfaat untuk memastikan kecepatan dan akurasi informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan manufaktur itu untuk melihat status pengiriman yang dilakukan oleh SPIL," kata Chairman SCI Setijadi, Minggu (6/9/2020).

Dia menyatakan, kerja sama itu merupakan salah salah bentuk penerapan digitalisasi yang sudah harus diterapkan untuk peningkatan efisiensi dan efektivitas operasionalnya. Penerapan teknologi informasi itu meningkatkan kinerja penyedia jasa logistik. Selain itu, hal ini akan berdampak terhadap kinerja pengguna jasa logistik yang akan mempengaruhi daya saing.

Menurut Setijadi, perusahaan harus mengikuti tren teknologi yang saat ini sedang berkembang seperti big data analytics, cloud logistics, internet of things, serta robotics and automation. Selain itu, perusahaan juga harus memperhatikan perkembangan sosial dan bisnis seperti omni channel logistics, digital work, dan logistics marketplaces.

"Penerapan teknologi blockchain, misalnya, dilakukan dengan pencatatan transaksi, pelacakan aset, serta pembentukan sistem yang transparan dan efisien dalam mengelola semua dokumen yang terlibat dalam proses logistik untuk memecahkan silo proses yang terfragmentasi," beber dia.

Setijadi menjelaskan otomatisasi proses secara umum dapat meningkatkan efisiensi biaya yang relevan hingga 20%. Sementara, dalam pengelolaan aset perusahaan, digitalisasi dapat berdampak terhadap peningkatan margin sekitar 5%. (Baca: Baru 7.794 Tenaga Kerja Transportasi yang Tersertifikasi)

Sistem informasi seperti yang dibangun SPIL dan ULI itu secara nasional akan mempengaruhi kinerja tracking dan tracing yang merupakan salah satu dari enam dimensi dalam Logistics Performance Index (LPI). Ini akan menunjukkan kinerja international gateways dan konektivitas dalam negeri.

Arif budianto
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inkoppas: Isu Kenaikan...
Inkoppas: Isu Kenaikan Harga Solar Berpotensi Ganggu Distribusi Bahan Pangan
Anggota DPR Apresiasi...
Anggota DPR Apresiasi Semangat Anak Muda Hadirkan Aplikasi yang Berdayakan Peternak Lokal
Transformasi Digital...
Transformasi Digital di KBN melalui Go Live Aplikasi SAP
Polisi Buru Sosok Berinisial...
Polisi Buru Sosok Berinisial A Penanggung Jawab Impor Ilegal Pakaian Bekas Rp4 Miliar
Polda Metro Jaya Bongkar...
Polda Metro Jaya Bongkar Perdagangan Pakaian Bekas Impor Ilegal, Sita 439 Balpres Rp4 Miliar
Penerapan Zero ODOL...
Penerapan Zero ODOL Naikkan Biaya Distribusi Rp5.990,36 Triliun/Tahun
Solusi Logistik Modern:...
Solusi Logistik Modern: Kunci Sukses Bisnis Tekan Biaya dan Efisiensi Operasional
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
Bank Mandiri Tambah...
Bank Mandiri Tambah Fitur Kurban Digital di Aplikasi, Nasabah Bisa Pantau Distribusi
Rekomendasi
Ranking FIFA Timnas...
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik usai Tumbangkan Mozambik?
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Berita Terkini
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Infografis
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia di All England 2026, Putri KW Sendirian di Tunggal Putri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved