LMA Suku Irarutu Kaimana Imbau Peserta Seleksi CPNS dan P3K Sabar Tunggu Pengumuman

Rabu, 23 April 2025 - 19:55 WIB
loading...
LMA Suku Irarutu Kaimana...
Sekretaris LMA Suku Irarutu Klemens Nimbufu berharap peserta seleksi CPNS dan P3K tidak perlu menggelar aksi demo seperti yang dilakukan sebelumnya pada Senin (14/4/2025). Foto: Edy Siswanto
A A A
KAIMANA - Persoalan CPNS dan P3K formasi 2024 Kabupaten Kaimana, Papua Barat yang urung diumumkan oleh pemerintah turut disikapi Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Irarutu Kaimana.

Sekretaris LMA Suku Irarutu Klemens Nimbufu berharap peserta seleksi CPNS dan P3K tidak perlu menggelar aksi demo seperti yang telah dilakukan sebelumnya pada Senin (14/4/2025).

Baca juga: Pentingnya Mengatur Persiapan agar Lolos Seleksi CPNS

Pihaknya memahami kegelisahan para peserta seleksi, namun demikian ditegaskannya lagi bahwa kuota CPNS dan P3K Kabupaten Kaimana telah disahkan oleh Pemerintah Kabupaten Kaimana. Sehingga peserta seleksi tidak perlu khawatir.

"Belum diumumkannya oleh Pemda Kaimana dan BKN terhadap hasil tes CPNS formasi 2024 yang kuotanya sebanyak 225 orang dan P3K formasi 2024 untuk tenaga guru dan kesehatan sebanyak 278 orang ini karena masih dalam proses dan akan diumumkan setelah proses hasil selesai, jadi sabar saja," kata Klemens Nimbufu, Rabu (23/4/2025)

Apalagi Sekda dan Kepala BKSDM Kabupaten Kaimana telah memerintahkan para peserta seleksi untuk melengkapi administrasi. Sehingga diharapkan kepada Bupati baru dapat mempertimbangkan hal itu di masa kerja 100 hari agar dalam waktu dekat diumumkan.

"Sementara untuk P3K dan tenaga honorer masih menunggu surat edaran dari Menpan RB, sehingga berdasarkan surat edaran dapat diambil langkah oleh pemerintah daerah terkait dengan hak-hak (gaji) yang dibuktikan dengan SK," ucapnya.

Dia berharap Pemda Kaimana harus membuat imbauan berupa ajakan kepada masyarakat untuk menghilangkan ego sektoral dan perbedaan pandangan politik.

"Bubarkan tim sukses agar bersatu dalam memajukan daerah sehingga Bupati dan Wakil Bupati Kaimana dapat bekerja sesuai dengan regulasi. Apabila hal ini tidak dilakukan maka konflik kepentingan semakin tinggi dan merugikan masyarakat. Juga ada desakan dari masyarakat agar Sekda harus Orang Asli Kaimana tapi semua kembali ke Bupati sesuai regulasi, mengingat Sekda merupakan jabatan karier bukan jabatan politik," jelasnya.

Pihaknya juga mengingatkan agar Pemda mempertimbangkan akan jumlah lulusan baik Universitas maupun SMA sederajat yang mencari keberuntungan dari ikut seleksi CPNS dan P3K.

"Dampak yang akan ditimbulkan jika persoalan CPNS dan P3K ini adalah tingginya angka pengangguran dan juga mengakibatkan terjadinya aksi demo karena rasa kecewa terhadap pemerintah. Maka segera umumkan segera," katanya.

Pihaknya juga meminta seluruh peserta seleksi agar menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kaimana agar semua persoalan dapat diselesaikan dengan baik.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Soroti Investasi di...
Soroti Investasi di Fakfak, Anggota DPD RI Filep: Hormati Hak Masyarakat Adat
1.037 Peserta Seleksi...
1.037 Peserta Seleksi CPNS dan Masyarakat Manokwari Selatan Diimbau Jaga Kamtibmas
Wujudkan Kesejahteraan...
Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat, Kemenhut Komitmen Perkuat Perhutanan Sosial
Masyarakat Adat Kawei...
Masyarakat Adat Kawei Raja Ampat Sampaikan Aspirasi ke Anggota DPD RI
Kepala BSKDN Ajak Kaimana...
Kepala BSKDN Ajak Kaimana Tiru Inovasi Mojokerto dan Blora
Pendaftaran Poltek SSN...
Pendaftaran Poltek SSN 2026 Segera Dibuka? Lulusan Bisa Jadi CPNS
Baleg DPR Genjot Pembahasan...
Baleg DPR Genjot Pembahasan 4 RUU, Termasuk Satu Data Indonesia dan Masyarakat Adat
Ingin Kerja di KAI atau...
Ingin Kerja di KAI atau Jadi CPNS? Ini 5 Kampus dengan Jurusan Perkeretaapian
Rekomendasi
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Berita Terkini
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved